Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
Dilema


__ADS_3

Siang ini Justin bergegas menuju taman kota, Justin benar–benar melupakan Gerani di kehidupannya.


" Hai udah nunggu lama?" Tanya justin ketika telah tiba dan Kayla sudah lebih dulu berada di sana.


" Eh hai. Enggak kok sini duduk" kata Kayla menepuk kursi disebelahnya agar Justin duduk di sampingnya.


" Kita ini sahabat waktu dulu yah Justin?" Tanya Kayla, " jujur aku sedih aku enggak bisa ingat semuanya" lanjut Kayla menitihkan keristal putih.


" Jangan sedih, aku yakin kamu pasti bisa ingat semuanya aku berjanji akan membantumu" kata Justin menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Kayla.


" Terimakasih Justin, aku beruntung bertemu kamu waktu itu" ucap Kayla yang langsung memeluk tubuh Justin.


" Justin aku ngerasa pelukan ini terasa enggak asing, apa dulu kamu sering ada disamping ku saat aku dalam masalah?" Lanjut Kayla bertanya di Dalama pelukan Justin.


" Sudah jangan banya bertanya, cobalah dengan perlahan jangan memaksakan" petuah Justin mengelus pucuk kepala Kayla.


" Jika aku sudah ingat kembali semuanya, aku ingin jika benar kamu adalah orang yang special aku ingin itu tetap terjadi sampai sekarang" ucap Kayla membuat Justin gemetar.


Sekarang aku berada di posisi yang begitu sulit. Batin Justin tersenyum getir.


" Udah jangan nangis dong, gimana kita jalan yuk" ajak Justin, seketika Kayla melepaskan pelukannya menatap Justin.


" Kalau kita ke Dufan kamu mau?" Ucap Kayla ragu–ragu.


" Boleh kok, kemana pun kamu mau pergi aku bakalan ikutin" seru Justin.


" Makasih" seru Kayla antusias.

__ADS_1


Kini mereka pergi menaiki mobil Justin menuju Dufan, surga bermain bagi Kayla seorang gadi yang dahulu dicintai Justin kini kembali lagi.


" Kamu yakin mau naik bianglala itu?" Tanya Justin ketika mereka sudah memasuki Dufan.


" Iyah, ayo kamu juga" Kayla menarik tangan Justin, kini mereka menaiki bianglala bersama, tertawa bersama hingga Justin lupa masih ada satu wanita yang tengah menunggunya.


Setelah usai bermain hingga sore hari, Justin bersama Kayla menikmati makan malam di pinggir jalan tempat dimana dulu Kayla dan Justin selalu kunjungi.


" Kamu tahu ini tempat apa?" Tanya Justin pada Kayla.


" Tahu tempat jualan mie ayam bakso" balas Kayla polos.


" Salah"hardik Justin dengan senyuman.


" Ya kalik salah!! Terus ini tokoh material gitu?" Kesal Kayla.


" Seriusan? Jadi ini tempat special aku? Jadi dulu kita bandel gak? Atau kita geng motor gitu?" Gerutu Kayla seperti reporter.


" Hahaha kamu ini banyak banget yang ditanyai, sebentar lagi aku yakin ingatan kamu pasti kembali" seru Justin tersenyum manis.


" Ini den dua mie ayak bakso special" ucap penjual tersebut menyajikan makanan.


" Makasih yah mang, udah lama gak liat saya jadi rindu sama masakan mang Ujang mah" kata Justin begitu akrab.


" Sering–sering makan disini atu den"


" Siap mang"

__ADS_1


" Itu siapa? Kok kayaknya kamu akrab banget" tanya Kayla penasaran.


" Itu mang Ujang Langnan kita ngebakso di sini, kita sering ngutang di sini" ucap Justin sedikit berbisik.


" Masak? Hahahahah"Kayla tertawa mendengar cerita justin.


Justin tersenyum bahagia melihat Kayla bisa tertawa bahagia, dan untuk bertahun-tahun lamanya Justin bisa melihat lagi senyum bahagia dari gadis itu.


Kini mereka menikmati makanan mereka dengan tenang, Kayla menatap Justin yang tengah asik menikmati makanannya.


" Kenapa?" Tanya Justin yang risih di lihat seperti itu.


" Maaf yah aku ngerepotin kamu, pasti kamu keganggu gara–gara aku. Aku banya nanyak ini itu buat kamu capek" ucap Kayls mengeluarkan unek-uneknya.


Justin berhenti makan, meletakan sendoknya kemudian menatap Kayla dengan tajam.


" Aku janji akan buat kamu ingat semuanya, tapi akan ada satu hal yang tidak bisa kembali seperti di awal" ucap Justin begitu serius.


" Maksud kamu?" Kayla mengerutkan keningnya tidak paham dengan ucapan Justin.


" Suatu hari nanti kamu pasti tahu" ucap Justin datar.


Kayla hanya menganggukkan kepalanya, paham dengan ucapa Justin.


Kini mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka yang terhenti karena obrolan singkat mereka. Seharian hingga malam Justin menghabiskan waktu dengan Kayla.


Hingga melupakan Gerani sampai detik itu juga.

__ADS_1


                           ***


__ADS_2