
Keesokan harinya para relawan tim medis berangkat sebagian, dan itu adalah rombongan Justin selanjutnya keesokan harinya adalah rombongan gerani.
Ada rasa khawatir bagi gerani yang tidak bisa berangkat bersama dengan Justin, tapi bagaimana juga
Inilah tanggung jawabnya.
Kini Gerani tengah bersiap mengantarkan Justin menaiki helikopter menuju bandara.
" Sayang tungguin aku di sana" lirih Gerani manja memeluk tubuh Justin.
" Iyah sayang, kok manja gini sih?" Goda Justin mengelus rambut Gerani.
" Kamu emang nyebelin tapi kan sehari aja gak liat kamu aku jadi ngerasa ada yang kurang" ucap Gerani jujur melepaskan pelukan.
" Iyah nanti aku janji bakalan selalu ngabarin kamu Rani"kata Justin gemas mengacak-acak rambut Gerani.
Gerani memberikan jari kelingkingnya, menunjukkan ingin mengikat janji itu.
" Janji" ucap Justin menerima tautan jari kelingking Gerani.
" Udah gak usah lebay! Sekarang ayo berangkat" hardik Angga merasa melihat mereka begitu lebay.
" Bodo amat wekkk" balas Gerani menjulurkan lidahnya.
" Udah ayo berangkat" titah Angga lagi menarik tangan justin.
Gerani hanya bisa menyaksikan kepergian Justin.
" Udah ah ayo ran aku lapar nih" rengek Aurel.
" Iyah Iyah " keluh Gerani terpaksa.
" Rel mau kemana?" Tanya Candra yang muncul tiba-tiba.
" Mau sarapan pak "
" Iyaudah bareng aja yuk kebetulan aku buat nasi goreng" tawar Candra.
__ADS_1
" Eng–"
" Ayo pak, kelihatannya enak" potong Gerani antusias.
" Huft dasar kalok udah makanan aja gak peka" lirih Aurel kesal melihat Gerani sudah ikut pergi bersama Angga.
Aurel menyusul langkah Gerani dan Candra, kini mereka tengah menikmati makanan yang telah di buta oleh Candra.
——
" Semua sudah siap bos, sesuai dengan rencana bos" kata orang itu melapor.
" Hadapkan dia padaku" titah orang itu.
" Masuk" seru orang itu memerintah
Seorang itu kini memasuki ruangan itu dan menghadap pada bos mereka.
" Sempurna, akting lah sealami mungkin" kata orang itu melihat penampilan seseorang yang telah menghadap di depannya.
" Siap bos saya akan berusaha tidak mengecewakan bos" kata orang itu tersenyum
" Istirahatlah sebentar" lanjut orang itu menepuk bahunya.
" Permainan di mulai" orang itu tersenyum licik sembari memainkan pisaunya.
****
Hari berganti, malam kini menyapa Jakarta Justin kini sudah tiba di apartemennya.
Merebahkan tulang–tulang yang sudah remuk di terpa perjalanan.
" Ngantuk, tapi gue lapar banget" keluh Justin berbaring di atas ranjang namun mengusap perutnya yang terasa lapar.
" Gadak makanan lagi, cari di supermarket depan aja deh" monolog Justin kemudian bangkit meraih dompet dan jaketnya.
Justin berjalan kaki menunju supermarket yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen. Justin memilih membeli mie instan serta beberapa makanan ringan setelah usai Justin menenteng belanjaannya bergegas kembali.
__ADS_1
Brukk.....
Justin menabrak seseorang.
" Maaf gak sengaja" kata Justin berjongkok mengumpulkan belanjaan terjatuh. Setelah usai Justin mendongak memberikan barang tersebut.
" Kay....?" Justin kaget mendapati seorang wanita di depannya, barang yang tadinya sudah terkumpul ditangannya langsung terjatuh.
" Maaf mas ngomong apa tadi?" Kata wanita itu binggung.
" Kamu Kayla kan?" Tanya Justin mencoba memastikan.
" Mas kenal saya? Maaf mas saya lupa semuanya sebelumnya saya kecelakaan jadi kepala saya terbentur dan mengalami beberapa masalah kerusakan daya ingat" jelas kay bersedih.
Kenapa kamu muncul sekarang kay setelah sudah ada dia. Batin Justin nanar menatap gadis di hadapannya.
" Aku Justin, kamu ingat?" Ucap Justin mencoba mengingatkan Kayla.
Kayla tampak terdiam mulutnya bergumam menyebut nama Justin, sesaat kemudian Kayla memegang kepalanya.
" Aaawwww" ringkis Kayla memegang kepalanya yang sakit.
" A...aku gak ingat semuanya gelap" lirih Kayla menitihkan air mata.
" Jangan di paksakan aku yakin kamu pasti bisa ingat semuanya" justin memeluk tubuh Kayla mencoba menenangkan pemilik nya.
" Mau aku antar?" Tawar Justin.
" Enggak usah aku sama supir aku kesini" tolak kayla secara halus.
" Besok bisa kita jalan Kay? Itung-itung biar kamu bisa sedikit mengingat kembali" kata Justin tersenyum manis.
" Makasih yah udah mau bantuin aku, baru kali ini temen yang mau bantuin aku seriusan. Pasti kamu temen special" balas Kayla tersenyum berbeda dengan senyum Justin yang terlihat getir.
Karena kamu pernah jadi calon teman hidupku Kay. Batin Justin.
" Aku permisi dulu, bye good night"pamit Kayla melambaikan tangannya.
__ADS_1
" Night too Kay"Justin membalas lambaian tangan Kayla.
***