Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
pelaku utama


__ADS_3

Empat puluh hari sudah setelah kepergian sang paman, Gerani menjadi pribadi yang berbanding terbalik dengan kepribadiannya dahulu Gerani banyak sekali menghabiskan waktu di rumah pamannya seorang diri demi mengigat masa-masa kecilnya bersama sang paman.


Selama itu juga Gerani tidak bersama dengan Justin hal tersebut menambah Gerani membenci Justin, karena sudah pasti Justin akan meninggalkan nya dengan Kayla.


" Jadi bagaimana? Apakah ada hasil?" Tanya Justin ketika melihat kedua sahabatnya berwajah masam.


" Ada sedikit hal yang mungkin sangat menyakitkan dan pasti kau akan kaget" ujar angkasa ragu.


" Katakan!!" Seru Justin


" Tapi kau berjanji harus tenang setelah mendengarkan semua" tambah Hendra


" Hmmm"


" Sebenarnya dalang di balik kecelakaan paman Gerani adalah Andini, dia sengaja menyuruh orang untuk memotong rem mobilnya" jelas angkasa.


" Apaaa???" Justin begitu kaget dengan semua kenyataan nya, bagaimana mungkin?.


Flashback on


Supir pribadi Robert kini tengah bersiap-siap untuk menyambut Robert di dalam mobilnya, namun sesaat supir tersebut keluar ketika ada seorang wanita hamil mengetuk pintu mobilnya.


" Pak saya bisa minta tolong?" Tanya wanita itu.


" Minta tolong apa yah mbak?"


" Itu motor saya mogok, bapak bisa bantu?"


" Baiklah mbak, mari tunjukan dimana motor nya"

__ADS_1


Tak lama setelah mereka pergi seorang lelaki berbaju serba hitam lengkap dengan topi yang hampir menutup wajahnya, muncul kemudian menyabotase mobil tersebut dengan memotong rem mobilnya.


Setelah usai lelaki tersebut segara menyusul wanita tersebut, memulai drama nya.


" Sayang!! Kamu kenapa?"


" Ahh maaf pak merepotkan" lanjut lelaki itu pada supir tersebut.


" Tidak apa-apa pak, saya permisi motornya sudah bisa menyala"


" Terimakasih banyak pak"


Mereka tersenyum miring melihat kepergian supir tersebut.


" Bagaimana berhasil?"


" Jangan panggil aku Leon, jika aku tidak bisa mengatasinya" serunya dengan senyum mengembang.


Setelah mendengar perkataan kedua sahabatnya, Justin tidak mampu lagi menahan amarahnya kini Justin bergerak menuju apartemennya.


Sebenarnya selama ini Justin mengikuti permainan Kayla, karena belum menemukan titik terang siapa pelaku sebenarnya dan sekarang dugaan Justin semakin kuat.


Brukk....


" Kayla.......!!!" Teriak Justin


" Astaga sayang, kau bisa merusak pin—"


"Awww sakit" belum siap kayla melanjutkan perkataannya rambutnya sudah di tarik oleh Justin.

__ADS_1


" Sayang kau kenapa?"


" Tidak usah berpura pura bodoh, dan jangan panggil aku sayang menjijikan!!!" Sarkas Justin kembalj menarik Kayla menuju kamar mandi lalu menenggelamkan wajah Kayla ke dalam air hingga perlahan wajah Kayla sedikit luntur.


Setelah kebusukan Kayla berhasil Justin bongkar, Justin menghempaskan tubuh Kayla di lantai kamar tepat di hadapan cermin berukuran besar.


" Lihat wajahmu! Apa perlu aku oleskan sedikit pewarna merah?" Tanya Justin mendekat mengeluarkan pisau lipa yang kini tengah Justin mainkan di pipi Kayla.


Tubuh Kayla seakan-akan mati langsung, Justin sungguh mengerikan sesekali mata Kayla melirik pisau tajam yang sedang membelai pipinya, Kayla merasakan sensasi dingin dari besi tajam tersebut.


"Ma..ma..maafkan aku" ucap Kayla ragu.


" Kau yakin dengan maaf mu semua kembali normal? Jika kau masih sayang pada dirimu katakan siapa yang menyuruhmu!!" Bentak Justin.


" Aku tidak tahu" ucap bohong Kayla.


" Jangan bohong ******!!!" Bentak Justin.


Justin kembali menarik rambut Kayla hingga sang pemilik merasa kesakitan, lalu membuat gorengan kecil di pipi Kayla sebagai ancaman.


" Jangan aku mohon!! Aku akan jujur" ucap Kayla menangis.


" Ini semua ulah Andini, dan aku tidak tahu aku hanya di suruh lalu di beri imbalan saja" kata Kayla dengan jujur.


Tangan Justin mengepal ketika mendengar nama yang di duga nya itu terlontar, ternyata kecurigaan Justin benar.


" Sekarang kau pergi dari kota ini!!" Ucap Justin menghempas kan tubuh Kayla dan kembali lagi kerumah sakit dimana angkasa dan Hendra masih berada di ruangannya.


" Baiklah kita lihat siapa yang akan menang" Justin tersenyum sinis dalam mobilnya, kemudian melakukan mobil tersebut dengan laju kecepatan tinggi.

__ADS_1


                              ***


__ADS_2