Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
Restu Gerani


__ADS_3

Gerani sedari tadi terus menerus mencari sahabatnya itu, hingga tadi siang Gerani tidak melihat batang hidungnya.


Hingga akhirnya Gerani bertemu dengan Angga pada sela–sela pencarian Gerani.


" Malam–malam mau kemana Gerani?" Tanya Angga.


" Aku lagi cari Aurel gak ketemu–ketemu" balas Gerani khawatir.


" Iyaudah kalau gitu aku temenin alami cari Aurel yah" tawar Angga.


" Boleh kok"


Kini mereka terus mencari Aurel hingga mereka berhenti, melihat sepasang manusi tengah terduduk di sebuah reruntuhan bangunan.


" Itu bukannya Aurel? Sama siapa dia?" Tunjuk Gerani.


" Iyaudah kita kesana aja buat mastiin beneran Aurel apa enggak" balas angga.


Kini mereka perlahan mendekati mereka terdengar suara ketawa–ketiwi dari dua manusia yang tengah asik mengobrol.


" Ehemzz" tegur Angga yang oura–pura batuk.


Kini mereka merasa kaget dan melirik suara tersebut, dan ternyata itu suara Angga dan Gerani mereka menjadi malu karena tertangkap basah sedang berduaan.


"Ah Gerani" cengenges Aurel.


" Ya ampun dari tadi dicariin, rupanya asik berduaan" goda Aurel.


" Ehh enggak kok tadi cuman ajakin Aurel jalan–jalan disekeliling doang" bela Candra.


" Iyaudah balik yuk paketan mu udah datang, ada mie instan tuh pasti lapar kan?" Tanya Gerani.


" Enggak kok tadi udah di buatin pasta sama Candra" ucap Aurel jujur membuat Candra hampir setengah mati di tempat.


Sementara angga yang mendengar itu menajamkan bola matanya pada Candra.


Oo jadi pasta ku jadi korban pdktan dia, gak modal banget sih. Batin Angga.


Kini Candra hanya tersenyum kikuk sembari mengaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


" Enak banget mau dong dibuatin juga" goda Gerani.


" Minta buatin Justin aja sana!!" Sarkas aurel.


" Aku nanyak Candra bukan kamu Aurel" sentak Gerani.


" Bodo amat!! Udah ah ayo pergi" ucap Aurel menari tangan Gerani kemudian pergi meninggalkan kedua lelaki itu.


Duh Aurel malah ditinggalin ngamuk bisa–bisa macan jantan satu ini.batin Candra.


Kini tinggal mereka berdua yang berada di tempat tersebut, candar hanya bisa tersenyum kikuk.


" Enak yah pastanya?" Basa basi Angga.

__ADS_1


" Hehehe maaf aku kan gak tau kalok itu ada yang punya" alasan Candra.


" Lain kali kalok mau pdktan modal yah mas" petuah Angga yang langsung pergi meninggalkan Candra.


huft untung gak di hukum, lagi bagus mood si bos" cengenges Candra yang baru saja berhasil keluar dari kandang macan.


" Untung sayang rel" monolog Candra ketika Angga sudah pergi meninggalkan.


Kini Aurel harus siapa untuk di interogasi dengan Gerani yang sudah menyeretnya.


" Sekarang bilang sama aku kalok kau pacaran sama dia kan rel?" Ucap gerani to the point tanpa memperdulikan justin yang juga berada di sana.


" Enggak ran" bantah Aurel.


" Terus ngapain berduaan di sana? Dari siang sampek malam lagi." Serang Gerani lagi.


" Udahlah sayang jangan di interogasi Aurel kan kasian, udah sini ah" bela Justin.


" Hissk nyebelin aku kan pengen tau. Emang gak boleh?" Kesal Gerani.


" Boleh, tapi di interogasi sama kamu kek gitu serem sayang" kata Justin.


" OOO jadi bilang aku serem kayak hantu gitu?" Kesal Gerani.


Mending aku kabur. Ucap Aurel dalam hati kini langkahnya perlahan mulai menjauh dari sana meninggalkan dua insan yang tengah berdebat.


" Lah Aurel mana? Gara–gara kamu kan!" Decak kesal Gerani mendapati Aurel sudah tiada di sampingnya.


" Hmzz"


" Gimana kalok kita main truth or dare?" Tawar Justin.


" Boleh, emang kamu ada bawa kartunya?" Tanya Gerani.


" Ini dia..." Ucap justin mengeluarkan kartu dari sakunya menunjukkan pada Gerani.


" Iyaudah kita main yuk"


" Suit dulu dong"


" Gunting....batu....kertas...."ucap mereka serempak.


" YESS aku menang" seru Justin antusias.


" Sekarang pilih salah satu kartunya" titah Justin.


Kini Gerani bergerak memilih salah satu kartunya dan langsung di buka oleh Justin kemudian di bacakan oleh Justin.


" Oke dare, coba cium orang yang kamu sayang" kata Justin membaca tantangan di kartunya.


" Hah? Apaan sih!! Masak kayak gitu"gerutu Gerani malu sementara Justin tersenyum bahagia.


" Seorang Gerani yang katanya galak masak jadi maluin gitu gara–gara tantangan kayak gini" goda Justin.

__ADS_1


" Iyaudah Iyah" pasrah Gerani.


" Ini cium dong" secepat kilat Gerani mencium pipi Justin, seketika wajahnya bulshing sedetik setelah mencium Justin.


" Ihh cium–cium nakal deh" ucap Justin menyentil hidung Gerani.


" Apaan sih! Udah ah main lagi" elak Gerani.


" Tuh bulshing" goda Justin lagi mendengar godaan Justin tiada akhir membuat Gerani menajamkan bola matanya sehingga Justin lebih memilih melanjutkan permainannya.


" Gunting.....batu.... kertas...." Ucap mereka bersuit.


" Yes!! Aku memang lagi" seru Justin kembali pada kemenangan.


" Udah ah berhenti! Gak asik masak dari tadi kalah terus" kata gerani frustasi bersedekap dada kesal.


" Ehem maaf mengganggu waktu berduaannya" sapa Candra yang baru datang.


" Enggak papa kok, cari Aurel yah?" Tanya Gerani.


" Iyah dimana yah?" Seru Candra.


" Jika kau serius dengan Aurel aku merestuimu, tapi syaratku satu!" Petuah gerani seperti orang tua saja.


" Apa itu?"


" Jangan sakiti Aurel dan harus perlahan karena Aurel masih trauma, paham!" Tekan Gerani.


" Oke silahkan di lanjut"


" Iyaudah sana buruan pergi"


Sedetik kemudian Candra sudah pergi meninggalkan mereka mencari keberadaan Aurel di tengah malam begini.


" Iyaudah lanjut dong sayang" titah Justin.


" Gak!! Aku mau tidur udah sana pergi!" Sarkas Gerani memukul Justin dengan bantal di samping dirinya.


" Yee ngambek" goda Justin.


" Iyaudah sini kalok mau tidur" lanjut Justin memukul pahanya sebagai tanda agar Gerani tidur di pangkuannya.


" Males"


" Sini sayang"


Akhirnya Gerani tertidur dipangkuan Justin, hingga menyususuri ke alam baka hingga beberapa menit kemudian Justin menyusul Gerani di alam bawah sadar.


                           ***


Happy reading 🎉


Semoga suka yah sama ceritanya maaf kalok ada salah ketik atau bagian yang tidak jelas ♥

__ADS_1


__ADS_2