
Siangnya seperti biasanya mereka kini melaksanakan tugas mereka para tim medis melakukan vaksinasi sekaligus mengobati luka pada tubuh para tentara.
Setelah usai kini mereka di kumpulkan oleh Angga di lapangan, seluruh para tim medis dan juga pasukannya.
" Hari ini saya memberikan kabar bahagia entah buruk bagi kalian", seru angga memulai membuka pembicaraannya.
" Tim medis RS Mahendra akan pulang besok dan akan digantikan denga tim medis RS rosewhite karena ada pembaruan penjadwalan relawan" lanjut Angga.
" Untuk itu nanti malam kita akan mengadakan pesta barbeque untuk salam perpisahan kita"info Angga sekali lagi.
" Sekarang silahkan bubur" ucap Angga kemudian pergi, kini mereka berhamburan pergi meninggalkan kerumunan.
" Baru juga betah di sini udah harus balik lagi" keluh sedih chai.
" Iyah benar, selamat tinggal URK" lanjut Roy.
" Sudahlah jangan bersedia sekarang kemasin barang–barang kalian" ucap Gerani kemudian pergi meninggalkan mereka.
Kemana Justin? Mentang-mentang aku marah gadak usaha gitu buat ngebujuk. Dasar lelaki. Umpat Gerani.
Gerani berjalan menuju medicubenya untuk mengemasi barang-barangnya kerena setelah itu akan ada sesi foto.
Namun kedua koper nya malah sudah ada di ambang pintu medicube, tak lama keluar lah sosok yang berada di balik koper itu.
" Udah aku beresin semua sayang, kamu istirahat aja" kata justin tersenyum manis, Justin menyangka bahwa Gerani akan memaafkannya.
" Oh" balas Gerani acuh berlalu masuk meninggalkan Justin.
Astaga masih marah? Batin Justin.
Justin langsung membalikan badan mengikuti langkah Gerani masuk ke dalam.
__ADS_1
" Sayang jangan marah dong please maafin aku" bujuk justin menampakan puppy eyes. Tak kuasa akhirnya Gerani memaafkan Justin yang sungguh–sungguh merasa bersalah.
" Iyaudah aku maafin, lain kali jangan suka buat aku kesel" kata Gerani memerintah.
" Iyah sayang" balas Justin selembut mungkin.
" Kamu udah beresin barang–barang kamu belum?" Tanya Gerani membuka percakapan.
" Udah kok sayang, aku capek mau tidur" keluh Justin membaringkan kepalanya di pangkuan Gerani.
Melihat itu Gerani tersenyum bahagia, Gerani bahagia melihat kelakuan manja justin. Tangan Gerani bergerak mengelus rambut Justin begitu lembut membuat Justin begitu nyaman dengan posisi demikian.
Sementara di lain sisi Candra begitu sedih ketika mengetahui berita tersebut, berbeda dengan Aurel yang tampak biasa–biasa saja bisa di bilang Aurel sedikit lega atau bahkan bahagia ketika hal itu terjadi.
Kini Aurel tengah membereskan barang-barang yang akan dia masukan ke dalam koper. Tiba-tiba Candra datang mengunjungi medicubenya.
" Rel..." Sapanya
" Ada apa pak?" Tanya Aurel.
" Sudah kubilang jangan panggil pak" kesal Candra melihat Aurel terus–menerus memanggilnya dengan sebutan pak.
" Maaf aku hanya tidak terbiasa saja, jadi ada apa kedatangan mu ke sini?" Ucap Aurel to the point.
" Ini..." Candra mengeluarkan sebuah kota kecil berwarna merah berbalutkan pita hitam, " anggap saja sebagai hadiah dariku aku harap kau menerimanya rel" lanjut Candra.
Aurel menerima kota itu tanpa ada penolakan.
" Kau boleh membukanya ketika kau sudah berada di Indonesia" titah Candra kemudian pergi meninggalkan Aurel tanpa berkata-kata lagi senyum pahit menjadi saksi betapa kehilangannya Candra saat itu. Sementara Aurel tampak acuh dengan itu.
Aurel tidak ingin ambil pusing dengan kejadian itu, Aurel lebih memilih melanjutkan melanjutkan aktivitasnya.
__ADS_1
Kini para tim medis tengah usai membereskan seluruh barang–barangnya.
Sekarang mereka berkumpul di lapangan dengan membawa spanduk besar bertuliskan nama rumah sakit Mahendra. Kini mereka berfoto hampir satu jam lamanya.
" Aku tahu kau sedih" sapa Gerani menghampiri kedua lelaki itu. Candra dan Angga yang tengah berdiri menyaksikan sesi foto yang tadi telah selesai.
" Iyah aku memang sedih kau tahu saja" sambung Angga tersenyum genit.
" Ternyata ketua pasukan khusus seperti mu itu punya tingkat kepedean yang luar biasa yah?" Sindir Gerani.
" Aku tidak apa-apa ran, hanya saja aku tidak akan menyerah"lanjut Candra merasa perkataan itu tertuju untuk dirinya, sementara Angga cengengesan menyadari kesalahannya.
" Bagus" kata Gerani mengacungkan kedua jempol sembari memasang ekspresi lucu di wajahnya.
" Sudahlah ran jangan menghibur ku, aku tidak secengeng itu" balas Angga tersenyum melihat tingkah konyol Gerani.
" Hahahaha aku hanya bercanda, aku pergi dulu yah" pamit Gerani menepuk bahu Candra, " dan untuk pak Angga jangan lupa siapkan pesta barbeque yang enak karena aku suka makan" lanjut Gerani melihat Angga.
" Akan ku pastikan perutmu tidak bisa menampung makanan lagi Gerani" balas Angga memberikan tanggapan untuk Gerani.
" Baiklah buktikan itu nanti malam" ucap Gerani sedikit berteriak karena sudah melangkah beberapa langkah dari keduanya.
****
Halllo guys aku update lagi hari ini♥ semoga suka yah sama ceritanya.
Gimana nih pada suka gak kalo Candra sama Aurel? Atau mau di gantikan Aurel sama Hendra? Hehehe liat aja yah😅 atau Aurel lebih milih Leon?
Tunguin cerita selanjutnya, dan maaf karena ga rajin up berhubung persiapan ujian doain lancar biar author bisa lanjut up terus semangat deh.
See you next time bye bye ❤
__ADS_1
Saranghae ♥ nomu nomu saranghae.