
Kini malam telah menyapa keindahan di URK, bintang–bintang menyala begitu indah di keindahan malam.
Kini mereka semua tengah berkumpul, di lapangan menikmati pesta barbeque sementara para tentara–tentara sibuk memanggang dan para tim medis sudah duduk di bangku panjang dengan sebuah meja besar terpanjang.
" Makanan siap" kata salah satu pasukan khusus.
Para tim medis kini bersorak bahagia, dan para pasukan tentara kini tengah berkumpul juga bersama tim medis.
" Baiklah sekarang aku ingin mengadakan tantang untuk wakil ketua kita" ucap Angga memberikan informasi.
" Wah sepertinya seru kalau makan dengan sedikit menantang adrenalin" seru perawat Roy merasa setujuh dengan perkataan Angga.
" Iyah aku setuju" lanjut perawat chai.
" Baiklah aku setujuh" kata Gerani menyetujui permintaan mereka.
" Kau yakin? Bagaimana kau tidak sanggup?" Bisik Justin tepat berada di samping Gerani.
" Jika aku tidak sanggup maka akan ada ksatria hitam menggantikan ku" balas Gerani juga ikutan berbisik di telinga Justin.
" Sekarang aku tantang kau habiskan makanan ini" Angga menyodorkan makanan pada wadah begitu besar dengan aneka jenis seafood.
Aku sangat sangat sangat sanggup. Batin Gerani.
" Kalian yakin?" Kata Gerani menanyakan hal itu, kini mereka mengangguk menyetujui pertanyaan Gerani. Berbeda dengan Justin menatap maul pada pandangan makanan yang begitu banya tersaji di depan hadapan Gerani.
" Aku tidak sanggup melihat perutmu meledek Rani" bisik Justin lagi.
" Jika perutku meledek jangan lupa kau menjahitnya ya sayang" Gerani membalas bisikan Justin begitu tenang.
Kini dengan santai gerani menyantap makanan dengan begitu lahap, sementara mereka semua menatap Gerani meremas sendak dan pisau yang tengah mereka pegang.
Berbeda dengan Aurel yang tampak biasa saja. Perlahan tapi pasti kini makanan di hadapan Gerani sudah hamipr habis sementara Justin membulatkan mata tidak percaya gadis kecilnya mampu menghabiskan makanan begitu banyak.
Dan akhirnya makanan yang di hadapan Gerani sempurna tiada tampak lagi.
__ADS_1
" Bagaimana? Apa orang yang ingin membuat perutku tidak bisa menampung makanan lagi masih ingin memberikan makan lagi?" Kata Gerani menyindir Angga sembari meliriknya.
" Jujur saja aku masih kurang, wahh rasanya begitu nikmat" lanjut Gerani.
" Jika kalian tidak ingin kelaparan malam ini, aku sarankan untuk berhenti"potong Aurel memberikan informasi.
Kini mereka mengambil daging yang masih tersedia di hadapan mereka, takut jika piring kedua ini di habiskan dengan Gerani. Dengan cepat mereka mengambilnya dan menghabiskan tanpa sisa.
" Apa aku boleh minta?" Tanya Gerani memasang wajah melas.
" Tidak" balas mereka kompak dengan sengit.
" Padahal aku masih lapar" lirih Gerani memanyungkan bibirnya.
" Apa kau cacingan sayang?" Bisik Justin.
" Maskudmu apa?" Gerani mengerutkan keningnya.
" Porsi makan dan tubuh mu tidak seimbang"ucap Justin tidak menyangka sisi Gerani.
" Mungkin" balas Gerani bangkit kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan meja makan besar itu.
" Ngapain ngikutin?" Tanya gerani mendegar suara langkah kaki.
" Aku ingin berduaan dengan mu"balas justin tersenyum genit.
" Maaf tapi aku sedang ingin sendiri" tolak Gerani yang masih melanjutkan langkahnya. Namun dari arah belakang Justin malah memeluk Gerani dengan erat.
" Justin lepasin!! Nanti kelihatan orang kan malu" tolak Gerani memukuli tangan Justin, sedangkan yang di pukuli malah asik meletakan kepalanya di bahu Gerani.
" Siapa peduli?" Balas Justin acuh tidak memperdulikan perkataan Gerani.
" Jika seperti ini terus ingin rasanya aku lempar kau ke sungai Amazon"
" Yakin? Limited edition loh yang beginian" goda Justin lagi.
__ADS_1
Justin membalikkan tubuh Gerani hingga kini mereka berhadapan.
" Kamu tahu ran? Kamu orang pertama yang bisa buat aku manja seperti ini" kata Justin menatap lekat maniak Gerani.
Pipi Gerani sudah Semerah tomat mendengar perkataan Justin yang begitu tulus.
Wajah mereka kini Mendekat, hampir tiada jarak di antara mereka.
Dan.....
" Ehemz" teguran suara itu menghancurkan semuanya.
Sial Angga kenapa muncul sekarang! Umpat Justin dalam hati.
Matanya menatap tajam Angga, seolah mengerti tatapan Justin itu Angga malah tersenyum manis sementara Gerani? Jangan ditanyakan lagi sudah pasti pipinya Semerah tomat bahkan lebih merah karena malu tertangkap basah Angga.
" Apa!!"Kata Justin ketus.
" Santai dong bro" balas Angga menepuk bahu Justin malah ditepis pemiliknya.
" Ada apa pak? Apa ada masalah" kini Gerani lebih memilih mengambil ahli melihat kondisi Justin sangat tidak baik lebih tepatnya kesal.
" Jadi besok kalian tidak bisa berangkat pulang sekaligus, besok hanya sebagaian karena akan menunggu relawan yang belum datang kemari. Ini data langsung dari jendral" jelas Angga memberikan map merah pada Gerani.
" Nanti selesai pesta kamu sampaikan pada mereka, aku sendiri belum membacanya karena ini tugas kalian pada tim kalian. Kalau begitu aku permisi" lanjut Angga melambaikan tangan pada Justin kemudian mengedipkan sebelah matanya.
Mendengar itu Gerani kembali ke pesta barbeque dan membacakan jadwal siapa saja yang akan berangkat besok.
***
Dirumah aja luangkan waktumu untuk hal yang menyenangkan, membaca misalnya.
Semoga pandemi ini lekas membaik.
Happy reading 🎉
__ADS_1
Follow Instagram@mayadasaptyani
Jangan lupa vote, komen dan sarannya guys.