
Gerani kini sudah tertidur di atas sofa Justin, sementara Justin melanjutkan aktivitas di depan laptopnya tepat berada di sebelah sofa yang Gerani tiduri.
" Udah bangun?" Tany Justin ketika melihat Gerani bergeliat.
" Iss kok aku di pindahin" cemberut Gerani.
" Kan aku masih lanjut kerja lagi sayang"
" CK" decak Gerani, " apa belum selesai? Kan udah jam pulang" lanjut Gerani.
" Sedikit lagi sayang, sabarlah nanti kita jalan–jalan sebelum pulang mau?" Tawar Justin.
" Mau dong" ucap Gerani kembali memeluk Justin.
Drrrttt....
" Halo"
"......"
" Baiklah saya segera kesana"
" Telepon dari siapa?" Tanya Gerani ketika Justin menyudahi panggilan.
" Kayla pingsan, kamu mau ikut gak ke apartemen aku? Jangan cemburu sayang aku gak satu apartemen sama dia aku bakalan tidur di rumah" jelas Justin ketika melihat perubahan ekspresi di wajah Gerani.
__ADS_1
" Baiklah aku ikut" balas Gerani dengan datar.
Mereka bersiap-siap berangkat menuju apartemen Justin, perjalanan yang dekat membuat mereka cuku lama sampai karena dilanda kemacetan yang sudah menjadi soulmate kota Jakarta.
Tiba beberapa jam Justin sudah sampai, tidak lupa dengan beberapa peralatan obat yang di bawa oleh Justin.
" Kayla dimana bi?" Tanya Justin.
" Di kamar den masih pingsan"
" Iyaudah bibi tolong ambilin air putih bi" titah Justin kemudian memasuki ruang kamar tamu di ikuti dengan Gerani.
" Biar aku aja yang memeriksa " ujar Gerani, tetap saja Gerani tidak rela jika Justin menyentuh wanita jahat seperti Kayla.
" Baiklah"
Beberapa detik setelah Gerani memeriksa kondisi Kayla, akhirnya Kayla sadarkan diri dan meminta di buatkan bubur oleh Justin baru dirinya akan makan, hingga akhirnya Gerani membantu Justin membuat bubur bersama.
" Ini udah siap buburnya, sini aku suapin" tawar Justin.
Pasti dia cemburu, lihat saja sebentar lagi kau akan di buang. Batin Kayla bahagia.
Kayla menerima suapan bubur dari Justin dengan sangat bahagia, senyuman Kayla tidak pernah pudar hingga bubur itu mendarat di wajahnya merubah raut ekspresinya.
" Kenapa gak enak yah?" Tanya Justin mendapati ekspresi wajah Kayla berubah.
__ADS_1
" Eh....eng...eng...enggak kok, enak kok Justin" gugup Kayla.
" Bagus, ini aku suapin sampai habis biar kamu sehat" ucap justin menyodorkan kembali bubur tersebut dengan kayla, dengan ragu Kayla menerima suapan dari Justin.
******! Untung aja aku udah nuangim garam satu toples. Batin Gerani bersorak gembira mendapati Kayla terkena perangkapnya.
" Aku udah kenyang Justin" tolak Kayla karena sudah tidak tahan dengan rasa gila bubur tersebut.
" Iyah sudah sekarang kamu istirahat. Aku antar Gerani pulang duluan" pamit Justin.
" Aku pulang Kay, lekas membaik jangan lupa sarapan bubur lagi agar lekas membaik" pamit Gerani dengan senyuman licik.
Gerani dan Justin telah meninggalkan ruangan Kayla, detik itu juga Kayla berlari ke kamar mandi memuntuhkan isi bubur dengan rasa asin yang benar-benar gila.
Gerani begitu bahagia hari ini karena hari ini gerani mampu mengerjai Kayla, saat ini juga Gerani memutuskan untuk menjadi orang yang tidak mau di injak-injak dan tinggal diam dirinya harus kuat.
Sampai akhirnya Justin mengantarkan Gerani sampai rumah, kaki Gerani langsung melangkah ke kamar nya membanting tubuh Gerani yang memang sudah lelah dengan keadaan hidupnya.
" Hari yang melelahkan, besok ada apa lagi?" Lirih Gerani
" Mama papa Rani rindu banget" monolog Gerani berbicara menatap lekat langit-langit kamarnya hingga menitihkan air matanya.
Bagaimana pun juga Gerani tetaplah seorang wanita yang mempunyai kesedihan, adakalanya batin Gerani terasa sesak tiada tumpuan arah jalan yang tenang.
***
__ADS_1