
Tiga hari berlalu, tiga hari pula tidak ada kabar dari Justin sama sekali. Membuat Gerani menjadi gelisah kemana hilangnya Justin?
Kini kekhawatiran Gerani tampak nya akan segera berakhir, pasalnya hari ini adalah hari kepulangan Gerani ke Jakarta.
Sebenarnya ada rasa kecewa ketika Gerani meminta justin untuk menjemput nya namun tak jua mendapatkan kabar dari lelaki itu.
" Gerani hati–hati, kau terburu-buru sekali" ucap Angga melihat Gerani berlari menuju helikopter.
" Aku sudah rindu bekerja Angga" seru Gerani.
" Kau rindu bekerja atau justin?" Goda angga.
" Sudahlah jangan mengejekku, atau aku tidak akan menjadi tempan mu lagi" hardik Gerani.
" Jadi kau mau berteman dengan ku?" Angga mendegar kata Gerani merasa bahagia.
" Iyah karena aku tau kau tidak punya teman pak tentara" goda Gerani mengedipkan sebelah matanya.
" Ran barang–barang yang lainnya sudah selesai" ucap Aurel yang tadi menaikan barang–barang bersama Candra.
" Baiklah ayo kita pergi" titah Gerani, " jangan menangis pak tentara nanti kau tidak punya teman karena cengeng" lanjut Gerani berbicara pada angga, melihat perubahan ekspresi wajah Angga membuat Gerani menggodanya.
" Baiklah aku tidak mau kehilangan teman ku ini" balas Angga.
" Rel hati–hati" petuah Candra.
" Iyah makasih buat semuanya, kami pamit kembali" balas senyum Aurel.
" Rel apa boleh aku memeluk mu?" Angga bertanya ragu–ragu takut Aurel tidak mau menuruti permintaannya.
Aurel mengangguk, itu pertanda bahwa Aurel menyetujuhinya. Dengan cepat Candra mendekap tubuh Aurel.
" Aku pasti merindukan mu rel" bisik candra.
__ADS_1
" Sudah–sudah jangan lama-lama, atau aku tinggal kalian" seru Gerani memberhentikan acara mereka.
" Udah seperti Teletubbies saja, berpelukan... berpelukan" lanjut Gerani dengan nada mengejek.
Candra melepaskan pelukan dari tubuh Aurel, kini mereka perlahan berjalan menuju helikopter.
Mereka hanya bisa melambaikan tangan dari bawah melihat kepergian mereka dari atas langit.
" Seperti masa tugas kita harus segera selesai bukan?" Goda Angga memeluk bahu Candra, malah dibalas tatapan sinis ke arahnya, lalu menepis tangan Angga meninggalkannya sendirian.
" Dasar bucin" monolog Angga.
Sementara di dalam perjalanan Gerani begitu bahagia karena akan segera bertemu dengan Justin.
Gerani benar–benar merindukan Justin, merindukan segala hal yang ada pada Justin. Hal–hal konyol terlintas di pikiran Gerani Membuat Gerani tersenyum sendiri.
" Ran kau tidak apa-apa?" Tanya Aurel mengerutkan keningnya.
" Tidak kok, aku hanya bahagia saja bisa pulang hari ini" ungkap Gerani Jujur.
Tidak ada henti-hentinya senyum Gerani terpampang jelas di wajahnya selama perjalanan, hingga ketika terlelap wajah Gerani melambangkan begitu damai dan bahagianya Gerani sekarang.
Detik terus berputar hingga tidak sadar malam menyambut, hari ini gerani Gerani telah tiba di Indonesia Bandra Soekarno Hatta.
Gerani langsung menuju rumahnya dan beristirahat untuk hari esok, hari dimana kegiatan seperti biasanya akan dimulai.
———
Pagi menyapa, perlahan Gerani membuka matanya yang terkena terpaan sinar matahari.
" Arghhhh" keluh Gerani bergeliat di atas ranjang.
Sedetik kemudian Gerani bangkit menuju kamar mandi, mempersiapkan dirinya untuk bekerja hari ini, setelah usai Gerani turun melaksanakan ritual sarapannya dengan singkat.
__ADS_1
Sesampainya di halaman rumah sakit, Gerani memakirkan mobilnya dan berjalan memasuki rumah sakit.
Namun langkahnya berbalik mengarah pada ruangannya, Gerani menuju ruangan Justin terlebih dahulu.
" Loh kok enggak ada? Apa dia belum datang?" Monolog gerani ketika membuka handel pintu dan nihil tidak ada orang yang ingin Gerani temui ada di situ.
Karena rasa penasaran Gerani bertubi-tubi, Gerani pergi bertanya pada rekan operasi yang lainnya mungkin saja mereka mengetahuinya.
" Tunggu Zahra" teriak Gerani mendapati Zahra baru saja melintas.
" Ada apa dok?" Tanya Zahra.
" Apa kau tidak lihat manajer justin?" Ucap gerani langsung.
" Dokter Justin mengambil cuti sejak dia kembali dari URK dok" jelas Zahra.
Dan lagi-lagi Gerani tercengang kaget, tiada kabar, tidak bekerja, lalu dimana Justin?.
" Ahh kalau gitu terimakasih" Gerani tersenyum kikuk.
Gerani berjalan gontai menuju ruangannya, hari ini benar-benar hari paling mengecewakan untuk Gerani.
Rasa khawatir dan penasaran Gerani bertubi-tubi, kemana saja Justin?.
Gerani meng-handle semua operasi hari ini dengan cepat hingga begitu selesai dengan semuanya Gerani bergegas menuju apartemen Justin walaupun malam sudah akan datang.
***
Hallo guys author up lagi maaf kalau banyak typo atau gak rajin up♥
Jangan lupa vote dan komentarnya yah guys.
Ini yah Gerani aku kasih tau, kalau Justin lagi selingkuh wkwkwkw 😅
__ADS_1
Fllwig Mayadasaptyani38