Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
Gerani kembali


__ADS_3

Justin sampai di halaman rumah sakit, hingga tidak lama Andini tiba-tiba saja datang menghampiri nya.


" Selamat pagi dokter Justin"sapa Andini


" Pagi" balas cuek justin


" Ini ada formulir pemegang saham, dua Minggu lagi akan di adakan pemilihan pemegang saham rumah sakit Mahendra. Harusnya Rani yang menjabati posisi itu melihat Rani masih dalam keadaan tidak stabil maka untuk tahun ini pengalihan akan berada pada saya" jelas Andini.


" Lalu?"


" Ini formulir yang akan di isi oleh Rani untuk menyetujuhi pengalihan pemegang saham rumah sakit, tolong berikan yah!" Pinta Andini.


" Maaf sebelumnya, tapi saya dengan Rani ada masalah jadi saya tidak bisa" lanjut Justin lalu pergi meninggalkan Andini.


Baguslah, kalau begitu mudah bagiku melenyapkan anak sialan itu. Batin Andini tersenyum licik.


Justin melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja Justin, dan di sana kedua sahabat Justin masih setia menunggu.


" Akhirnya kau datang juga, aku hampir mati kelaparan" ujar angkasa


" Berisik!!" Sahut Justin acuh sembari melangkah duduk di sofa.


" Sekarang kalian berdua harus mengawasi Andini"


" Aku tahu, dan orang-orang ku sudah memantau. Barusan aku mendapatkan beberapa berita dari orang terpercaya ku beserta beberapa bukti" jelas Hendra


" Nah sekarang tugas kita lebih mudah, karena dia fikir kita tidak tahu semua keganjalan ini"lanjut angkasa

__ADS_1


" Baguslah, untuk sementara ini aku akan menjauh dari Rani"


" Kapan rapat pemegang saham di adakan?" Tanya Hendra


" Rapat??" Kata justin binggung, " rapat apa yang kalian maksud?" Lanjutnya.


" Astaga bodohnya teman kita" balas angkasa menepuk bahu Hendra, kemudian menggeleng gelengngkan kepala.


" Jaga bicaramu!!" Bentak Justin.


" Memang kau yang bodoh!! Kau tidak tahu motif dari semua ini? Jelas Andini itu ingin menguasai rumah sakit ini. Makannya dia segera mengadakan rapat pemegang saham untuk pemimpin rumah sakit yang baru" jelas angkasa, lalu Justin menepuk keningnya karena lupa akan hal tersebut setelah mendengar perkataan angkasa.


" Aku lupa, sepertinya rapat itu di akan Senin depan"


" Bagus kita akan bongkar semuanya pada hari itu" kata angkasa.


" Baiklah mari kita susun rencana untuk Minggu yang akan datang" lanjut Hendra.


——


Gerani masih berada di dalam kamar pamannya hingga tanpa sadar Gerani tertidur di kamar pamannya, hingga tidak lama Aurel datang dengan cukup emosi.


Brukk


Aurel membanting pintu kamar dengan cukup kuat, menimbulkan suara gaduh hingga membuat Gerani terbangun dan merasa kaget.


" Ran kamu mau gini terus sampai mati!! Kamu pikir semua orang tidak akan mati dan meninggal ha? Kamu pikir kamu yang paling sedih dan merasa kehilangan Iyah? Cukup dan jangan gini terus. Open your eyes!! Paman mu sudah bahagia di sana satu hal yang perlu kamu ingat lagi, kalau kamu juga bakalan nyusul mereka tapi tidak sekarang" amarah Aurel memuncak dengan nada tinggi Gerani hanya diam dan tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


" Kenapa diam? Sadar gak sih ran? Ada aku di sini!! Aku sahabatmu, kamu enggak ngangeo aku Iyah? Kamu itu udah kayak saudara aku Rani. Kamu sendiri kan yang selalu semangati aku tapi kenapa kamu malah jadi kaya gini? Kenapa? Please ran aku sayang kamu" ucap Aurel kini dramatis hingga mengeluarkan sedikit air mata


Gerani terdiam membisu mendegar ungkapan Aurel, hatinya bagaikan tertusuk jarum selama ini gerani hanya mementingkan egonya dan melupakan orang di sekitar nya.


" Maafin aku rel" ucap Gerani berlari memeluk Aurel.


" Ada aku ran jangan ngerasa sendiri. Aku ngerasa gak guna lagi" ucap Aurel membalas pelukan Gerani erat.


" Sekarang kami siap-siap kita bakalan makan malam di restoran kesukaan kita, jangan sedih lagi oke?" Aurel menyodorkan jari kelingkingnya dan Gerani membalas dengan jari kelingkingnya hingga membuat tautan perjanjian.


Kini mereka tersenyum bahagia, aurem merasa bahagia bisa menyadarkan sahabatnya hingga lepas dari keterpurukan. Hingga mereka kembalj bernostalgia di salah satu restoran yang dahulu mereka kunjungi ketika tepat pada satu hari sebelum kelulusan SMA mereka dengan pacar pertama mereka.


" Mbak cheese cake nya dua sama jus lemon dua" kata Aurel memesan makanan pada pelayan yang berada di sampingnya.


" Kamu ingat gak ran pertama kali kita double date?" Tanya Aurel antusias.


" Iyah dong first time tau" balas Aurel sumringah.


" Hahahaha Iyah dong siapa dulu seniornya" Aurel membanggakan dirinya.


" Senior yang sering di sia-siain?" Sindir Aurel.


" Maybe" Aurel memilih menanggapi acuh, karena itu sebuah candaan ringan.


Keduanya tertawa bahagia hingga Gerani lupa akan segala dukanya, Aurel merasa bahagia bisa membawa Gerani bangkit dari lubang keterpurukan.


Keduanya menghabiskan waktu bersama hingga tengah malam hanya sekedar bercanda tawa, bernostalgia pada masa-masa SMA mereka yang begitu indah.

__ADS_1


Pada akhirnya senyum Gerani kini berhasil kembali lagi pada tempatnya, sebuah senyuman yang telah lama hilang.


***


__ADS_2