Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
rencana 2


__ADS_3

Keesokan harinya Gerani memilih menyendiri di dalam kamarnya, entah kenapa perasaannya begitu kacau setelah mendapatkan kirimam tersebut ada rasa cemburu yang begitu besar.


Gerani takut untuk kehilangan orang yang di sayang untuk kesekian kalinya, tapi Gerani tetaplah seorang manusia yang mempunyai rasa letih.


Tok....tok...tok.....


" Non sarapan dulu" ucap asisten rumah tangga Gerani.


" Iyahudah bi siapain aja di meja, bibi boleh pergi" teriak Gerani tanpa membuka pintu.


Tiada keinginan Gerani untuk bangkit Gerani malah kembali berbaring di atas ranjang empuknya.


Drrrttt


"Paman??" Ucap gerani ketika melihat nama pamannya terpampang jelas di layar handphone.


" Halo paman ada apa?" Tanya Gerani


"........."


" Maaf paman Rani enggak bisa, Rani lagi enggak enak badan. Ahh kenapa tiba-tiba paman rindu padaku? Atau paman di tinggal oleh pacar paman lagi?" Goda Gerani.


"......."


" Hahahah baiklah paman, Rani istirahat" kekeh Gerani.


" Ah pamanku ada-ada saja" monolog Gerani ketika panggilan usai.


———


" Halo Rani" ucap Robert dari sebrang sana.


"......."


" Ran bisa ke rumah sakit? Paman hari ini akan ke luar kota selama 3 bulan, tiba-tiba paman rindu dengan mu" ungkap Robert.


"......"


" Kamu ini paman hanya berfikir tidak pernah memperhatikan keponakan paman yang tercinta, kalau begitu istirahat" petuah Robert ketika panggilan usia.


" Entahlah mungkin aku hanya terlalu banyak fikiran" ucap Robert membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


Tok....tok....tok...


" Masuk"


" Maaf pak, sebentar lagi kita akan berangkat karena kita bisa telat sampai bandara" ucap sekertaris Robert.


" Baiklah kita berangkat sekarang" Robert kini bangkit di ikuti oleh sekertaris nya menuju mobil yang akan mereka Naoki menuju Bandara.


Selama dalam perjalanan Robert di sibukan mengurus berkas-berkas pekerjaan nya di dampingi sekertaris Robert.


Tiba-tiba mobil yang di bawa oleh supir Robert hilang kendali ketika memasuki jalan berbelok yang curam.


" Ada apa ini?" Tanya Robert khawatir.


" Sepertinya remnya blong pak" ucap supir tersebut was-was.


" Awaaaasssssss............" Teriak Robert.


Brukkk.....


Mobil yang di Kendari Robert menabrak pembatas jalan hingga terjatuh pada jurang yang curam.


" Rencana kita berhasil bos, mereka sudah mati" ucap seseorang di seberang sana. Mobil hitam tersebut sedari tadi telah mengikuti laju mobil Robert dari rumah sakit hingga memantaunya mengalami kecelakaan.


Usai dengan laporan tersebut, mobil hitam itu membalikkan arah lajunya pergi meninggalkan tempat kejadian tersebut.


" Astaga ada kecelakaan..." Ucap seorang pengemudi yang langsung menghubungi polisi beserta ambulan.


" Halo pak ada kecelakaan di jalan kemuning"


"......."


" Baik pak segera di tunggu" ucap panik seseorang tersebut.


Sesaat kemudian polisi berdatangan beserta dengan ambulans, seketika suasana menjadi mencekam banyak orang yang menyaksikan kecelakaan tersebut.


" Maaf apa bapak tadi yang melapor? Apa bapak tahu bagaimana bisa terjadi kecelakaan tersebut?" Tanya seorang polisi tersebut pada pelaporan.


" Saya tidak tahu pak, tiba-tiba saya melintas sudah ada kecelakaan tersebut. Tapi yang saya tahu mobil tersebut milik ketua rumah sakit Mahendra" jelas saksi tersebut.


" Baiklah, terimakasih atas informasinya. Selamat pagi".

__ADS_1


Sejumlah polisi masih berusaha mengangkat mobil tersebut dengan alat berat, hingga beberapa waktu mobil tersebut berhasil di evakuasi beserta para korban. Polisi langsung menkonfirmasi korban setelah mengetahui identitas resmi yang ada pada korban.


" Bagaimana dengan identitas korban? Apa ada yang bisa di hubungi?" Tanya polisi tersebut pada rekannya.


" Silahkan hubungi rumah sakit Mahendra saja, kami sudah memverifikasi identitas korban"


" Baiklah"


Polisi tersebut memberikan laporan pada rumah sakit Mahendra, dan benar bahwa itu adalah Robert Mahendra pemilik rumah sakit Mahendra.


Setelah usai mengkonfirmasi, korban langsung saja di bawa menuju rumah sakit Mahendra untuk penanganan intensif namun sayang dalam perjalanan Robert sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Drrttttt.....


" Halo ada apa?" Tanya Gerani ketika terdapat panggilan dari rumah sakit.


"........."


" Apa??? Ka...ka...kamu jangan bercanda" seketika gerani bergemetar hingga menitihkan air matanya.


"Paman...paman...." Lirih Gerani mengabaikan panggilan telepon, dan langsung beranjak pergi menuju rumah sakit.


Dengan deraian air mata Gerani mengendarai mobil dengan cukup tinggi, menembus keramaian kota Jakarta beriring air mata sekelebat bayangan kata-kata Pamannya mengatakan rindu terus terngiang di kepalanya.


Gerani begitu terpukul, apakah untuk kesekian kalinya Gerani harus kehilangan lagi? Ada rasa bersalah ketika Gerani tidak bisa menuruti permintaan pamannya pada detik-detik terakhir hanya demi ego Gerani sendiri.


Sesampainya di halaman rumah sakit Gerani langsung menuju ke dalam rumah sakit. Dan di sana Pamannya sudah berada di dalam ruangan ICU dengan kain putih menutup seluruh tubuh pamannya.


" Pa..paman..... jangan tinggalin Rani paman" tangis Gerani pecah ketika berhadapan langsung dengan jasad pamannya.


Disana terdapat Aurel, Justin dan juga Andini yang hanya bisa berdiam menatap iba Gerani mereka tahu bagaimana perasaan Gerani terlebih lagi Andini yang mencoba menahan tangisnya.


" Paman Rani di sini paman please paman wake up" ucap Gerani menitihkan air matanya tiada henti.


Andini mengambil jarak mendekati Gerani memeluk bahu Gerani dari belakang, berharap Gerani akan tenang dengan sentuhan tersebut.


" Sudah ran sudah pamanmu sudah tenang, ada bibi di sini yang akan menjagamu" ucap Andini.


Gerani langsung berhambur pada pelukan Andini ketika mendengar perkataan tersebut.


" Bi Rani enggak mau kehilangan paman, Rani enggak mau" lirih Gerani.

__ADS_1


" Sudah sayang, pamanmu sudah tenang ikhlaskan kepergian pamanmu" ucap Andini sembari mengelus punggung Gerani.


__ADS_2