
Keesok harinya Justin begitu bahagia ketika mendapat kabar dari Aurel bahwa Gerani sudah lepas dari keterpurukan. Langkah Justin semakin mudah untuk melanjutkan rencana membongkar siapa dalang di balik semua kecelakaan tersebut.
Hari ini seperti biasa Gerani sudah bekerja di rumah sakit, bahkan Gerani tidak mengabaikan keberadaan Justin yang berada di sekitarnya atau bahkan ingin sekedar menyapa maupun mengobrol tentang pekerjaan.
" Ran apa ada jadwal operasi lagi?" Tanya Justin ketika sudah memasuki ruangan.
" Tidak pak, yang tadi itu operasi terakhir kita." Seru Gerani sebelumnya memeriksa dokumen.
" Kalau begitu saya permisi pak" lanjut Gerani.
" Tunggu..." Teriak Justin, langsung berjalan mendekati Gerani yang berada di ambang pintu.
" Ran aku minta maaf, satu hal yang perlu kamu tahu. Kalau aku cinta sama kamu sampai kapanpun" Justin memegang tangan Gerani."
Gerani terdiam, dan langsung melepaskan tangan justin secara perlahan.
" Maaf pak, ini masih jam kerja." Ucap Gerani sopan.
" Kalau begitu, aku ingin berbicara setelah selesai sekalian makan malam. Bagaimana?" Tanya Justin ragu, Gerani tampak terdiam memikirkan sejenak kemudian pergi setelah mengganggukan kepalanya.
Gerani langsung pergi berlari air matanya tidak terbendung lagi, masih ada rasa kecewa yang Gerani rasakan saat ini.
Sementara di dalam sana Justin menghela nafas, hari ini Justin berniat akan membongkar semuanya setelah mendapatkan bukti-bukti yang kuat. Kelak Gerani pasti paham dari semua perlakuan Justin hanya untuk melindungi Gerani.
" Halo dara, siapkan semua bukti. Malam ini kalian berdua ikut aku makan malam" ucap justin melalui handphone nya. Belum lagi Hendra membalas sudah dimatikan
Tut
—
" Ngapain sih nelpon segala!! Belum juga ngomong satu katapun udah di matikan" decak Hendra kesal.
" Hahahaha" tawa angkasa pecah.
" Kau tidak tahu saja bagaimana dia" lanjut angkasa.
" Aku bosan berada di cafe saja, bagaimana mana kalau kita cari suasana yang lebih panas" ujar angkasa. Seakan tahu maksud angkasa Hendra langsung menyetujui dan langsung pergi mengendarai mobilnya.
Setibanya mereka di depan salah satu club, mereka melihat Aurel. Ya dan angkasa mengenalnya.
" Ngapain dia di sini?" Monolog angkasa melihat Aurel di depan club namun tampak ragu untuk masuk.
Mereka berdua turun menghampiri Aurel dan langsung menyapanya.
" Hai sedang apa kau di sini?" Tanya angkasa.
__ADS_1
" Kau siapa? Jangan macam-macam yah!!" Sarkas aurel ketakutan.
" Aku angkasa teman Justin, kau lupa?"
" Ah Iyah aku lupa, maafkan aku!!"
" Kau kenapa nona?" Tanya Hendra.
" It...itu..itu..." Balas Aurel gugup.
" Itu apa rel?" Tanya angkasa mengerutkan keningnya.
" Itu sepupuku ku gagal menikah karena pacaran selingkuh" jelas aurel.
" Lalu?"
" Dan sekarang dia mabuk, aku takut untuk masuk menjemput nya. Mata mereka seperti mau copot melihat ku" ujar jujur Aurel dengan ketakutan.
"Pfftt" Hendra dan angkas menahan tawanya.
" Kalian ini!!" Decak Aurel kesal mengetahui mereka menertawakan, " lebih baik bantu aku sekarang" lanjut Aurel.
" Ada syaratnya"
" Oh, ayolah kau perhitungan sekali. Lihatlah temanmu ini" adu Aurel pada Hendra menunjuk angkasa.
" Ahh teman ku ini, pintar sekali"ujar angkasa merangkul bahu Hendra.
" Ah sudah tuan-tuan! Sekarang kita harus mencari sepupu ku, soal itu aku turuti. Asalkan jangan yang macam-macam awas saja habis kau ku sembelih dengan Pisau bedahku" ancam Aurel.
Senyum angkasa terbit mendegar penuturan Aurel.
" Baiklah kita cari dia"
Mereka bertiga masuk ke dalam club mencari keberadaan sepupu Aurel. Mereka mencari-cari sedari tadi namun belum juga mendapatkan, mungkin karena banyak orang-orang di sini menjadi susah.
Langkah Aurel terhenti ketika pandangan nya memperlihatkan dua orang yang sangat Aurel kenal, sementara Hendra dan angkasa juga ikut berhenti melihat pandangan Aurel menuju ke mana. Hingga Hendra dan angkas dapat melihat Aurel sedang memperhatikan dua orang lelaki dengan banyak wanita di samping nya.
" Bagaimana kau dengan Aurel?" Tanya Leon pada Candra.
Iya mereka berdua adalah Leon dan candra.
" Susah sekali mendapatkan gadis itu, sok jual mahal padahal aku sudah merayunya" jelas candra kesal.
" Hahahahaha pelan-pelan saja, selam dia bersama ku saja aku belum merasakan tubuhnya. Kau pelototi saja dulu dia, dia anak pengusaha kaya atau kau menikah saja untuk mendapatkan hartanya" lanjut Leon tersenyum nakal.
__ADS_1
" Mungkin, yang jelas aku akan menikmati tubuhnya karena dia sudah sok jual mahal. Menghabiskan waktu ku saja" decak Candra kesal.
" Baiklah silahkan nikmati waktu mu tuan Candra bersama dia di ranjang. Hahahahaha" tawa Leon pecah.
Aurel menutup mulutnya tidak percaya, air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Tubuh Aurel gemetar hebat hingga mundur beberapa langkah dan angkas memegang tubuh Aurel.
" Rel kau tidak apa-apa" tanya angkasa khawatir.
" Mereka...mereka jahat sekali, apa salahku"ucap Aurel berhemat.
" Udah sekarang kita cari sepupu kamu aja" angkasa membawa pergi Aurel dari tempat tersebut.
Tidak beberapa lama Aurel dapat melihat gadis bertubuh tinggi tengah tertidur di atas meja. Mereka menghampiri gadis itu, dan itu cantika sepupu Aurel.
" Hen tolong kau gendong dia" titah angkasa.
" Aku???" Balas Hendra kaget, " baiklah" lanjut Hendra dengan senang hati sementara angkasa hanya geleng-geleng saja.
Hendra membawa Cantika masuk ke dalam mobil, sementara Aurel masih terdiam dan angkasa masih setia memapah tubuh Aurel sampai ke dalam mobil. Angkasa tahu bahwa gadis yang tengah berada di dekatnya ini sedang menangis tanpa suara.
" Hend kau antar gadis itu pulang, biar aku dengan Aurel naik mobil ku saja" kata angkasa.
" Mobilmu? Kau kan tidak bawa mobil CK dodol " desis Hendra.
" Aku sudah menelepon supir ku untuk datang, dan alamat gadis itu aku share nanti. Cepatlah sana pergi" usir angkasa.
Kini angkasa dan Aurel duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari sana, Aurel masih diam sambil meneteskan air matanya.
" Dia Leon mantan pacar ku" Aurel membuka pembicaraan, matanya masih mengalir air mata pandangan nya lurus ke depan.
" Kami pacaran sudah tiga tahun, hari berikutnya kami akan tunangan dan dia tidak datang. Saat itu aku datang ke apartemen nya tapi aku malah melihat dia sedang bermain dengan wanita lain" lanjut Aurel mengenang masa lalunya.
"Dan dia Candra. Aku hampir membuka hatiku untuknya, dia baik selama kami di URK dia pandai memasak dan aku suka masakan dia. Tapi nyatanya mereka menjebak ku! Apa salahku? Mereka...mereka jahat" ucap Aurel terbatah-batah dan terdengar lirih, Aurel tidak bisa menahan air matanya hingga akhirnya air matanya semakin deras.
Angkasa menarik tubuh Aurel untuk memberikan kehangatan, angkasa mengelus pucuk rambut Aurel.
" Sudahlah rel jangan tangisi mereka lelaki brengsek, kau harus kuat walaupun aku tahu itu pasti sakit. Tapi jika kau terus seperti ini mereka akan merasa menang, aku yakin perlahan hatimu akan membaik dengan tidak memikirkan mereka" petuah angkasa. Aurel langsung menarik tubuhnya dari pelukan angkasa menatap lekat wajah angkasa.
" Kau benar. Aku Aurel harus kuat" lanjut aurel menghapus kasar air matanya.
" Gitu dong" angkasa mengacak rambut Aurel, " gimana kita ke kedai es krim"lanjut angkasa.
" Tapi kau traktir kan?" Tanya Aurel.
" Hahahaha pasti, aku tidak mau memeras orang yang sedang patah hati" ejek angkasa.
__ADS_1
"Ck CK" decak Aurel kesal.
***