
Gerani masih terdiam di cafe, tubuhnya bergetar hebat mendegar perkataan Kayla. Gerani takut jika Justin akan meninggalkan dirinya setelah kehadiran Kayla kembali.
Tidak lama ponsel Gerani.
Justin dan Gerani kini bertemu di cafe tersebut, cafe yang tadi Gerani datangi bersama dengan Kayla.
" Udah dari tadi ran?" Tanya Justin sesaat tiba dari sana.
" Hmm"
" Aku mau jelasin semua ran, kalok kayla kembali dan dia hari itu sempat hilang ingatan jadi aku mohon kamu jangan salah paham ran" ucap Justin menjelaskan.
" Iyah aku ngerti, tapi ada satu hal yang harus kamu turutin untuk aku" pinta Gerani.
" Iyah sayang apa pun itu" ucap Justin.
" Aku mau kamu harus percaya semua omongan aku" pinta Gerani
" Iyah sayang, kamu mau pesen apa?"
" Enggak usah, aku pulang" Gerani langsung pergi meninggalkan justin.
" Ran...Rani....." Pekik Justin ketika Gerani pergi begitu saja, namun Gerani tidak menanggapi panggilan Justin dan hanya fokus keluar cafe tersebut dengan hati yang sudah hancur berkeping.
Gerani memacu mobilnya menuju rumah Aurel dengan kecepatan tinggi, air matanya tidak terbendung lagi hatinya sakit seperti tiada lagi harapan di dunia.
Brukk.....
Gerani meluapkan emosinya dengan membanting pintu kamar Aurel, sontak Aurel yang sedang di dalam kaget bukan kepayang.
" Apaan sih ran? Hancur sudah" petuah Aurel
" Ya Allah banjir lagi" lanjut Aurel melihat Gerani menangis
__ADS_1
" Sekarang drama apa lagi ini?"ucap Aurel mengintrogasi sementara Gerani membaringkan wajahnya di atas ranjang sembari menangis.
" Aku hanya pemeran pengganti saat pemeran utamanya sudah kembali rel" ucap Gerani bangkit.
" Maksudnya?" Tanya Aurel binggung.
" Kayla cinta pertama justin kembali lagi, dan dia ngancem aku buat ninggalin Justin secara tidak langsung"
" What? Are you sure baby?" Kaget Aurel, sementara Gerani mengangguk mengiyakan perkataan Aurel.
" Aku punya ide ran" ucap Aurel tersenyum manis.
" Apa?"
" Yang kau butuhkan cuman pura–pura Nerima Kayla, dan jangan kelihatan rapuh di hadapan Kayla satu lagi kau harus buat Justin perlahan tidak akan ada kesempatan Kembali sama Kayla"
" Aku gak nyangka sahabatku hebat" pekik gerani memeluk Aurel, merasa terharu mendengar ulasan bija dari Aurel.
" Drama dimulai" ucap Aurel dan Gerani bersamaan.
Keesokan harinya semua berjalan dengan normal Gerani mulai bekerja seperti biasa sama dengan Justin.
Hari ini jadwal operasi sedikit kosong hingga Justin hanya berada di ruangannya sembari menyantap makan siangnya.
Tok...tok...tok
" Masuk" titah justin, dan orang itu adalah Gerani.
" Kenapa kangen sama aku?" Goda Justin dan benar saja Gerani langsung memeluk justin dengan manja.
" Ada apa hmm?" Ucap Justin membelai rambut Gerani.
" Hanya rindu saja denganmu"
__ADS_1
" Sekarang kau meng–"
Cup
Belum selesai justin melanjutkan perkataannya Gerani langsung mencium pipi Justin Membuat Justin tersenyum manis.
" Sekarang kau mulai nakal dokter Gerani kau lupa dengan siapa sekarang? Aku manajermu" ucap justin menyentil hidung Gerani.
" Iyah manajer cintaku" goda Gerani.
" Kau sudah makan siang ran?" Gerani menggeleng.
" Ini aaaaakkkkk"
Tapi Gerani malah menutupi mulutnya dengan kedua tangannya, seketika Justin meletakan kembali sendok yang di tuju untuk Gerani.
" Ada apa hmm?"
" Aku hanya rindu" ucap Gerani lagi memeluk tubuh Justin menenggelamkan wajahnya.
" Ahh kau manja sekali dokter Gerani, aku jadi ingin membedahmu" goda Gerani.
" Dasar dokter mesum" hardik Gerani.
" Diamlah, aku hanya ingin seperti ini jangan sampai macam–macam aku bawa pisau bedah di saku ku" peringat Gerani.
" Wahh aku takut" goda Justin bermaim–main dengan ucapan Gerani.
Gerani tetap dengan posisi memeluk tubuh Justin, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Justin tanga kekar Justin membelai rambut Gerani sesekali mencium pucuk rambut Gerani dengan penuh kasih sayang.
Hingga pada akhirnya Gerani tertidur pulas di pelukan Justin.
" Bersabarlah sayang aku akan bongkar semuanya, sakitlah untuk sementara" ucap justin menyeringai.
__ADS_1
***
Lah lah apa maksud Justin? Tahu gak apa yang Justin maksud? Ya ampun gemes banget sama Kayla calon pelakor nih guys yah gini wkwkwkw.