Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
Khawatir


__ADS_3

Keesokan harinya Gerani tengah uring–uringan kesan kemari, Aurel yang melihat sahabatnya itu seperti kebakaran merasa risih melihat tingkah laku Gerani.


" Aduh ran pusing aku liatnya" seru Aurel akhirnya angkat bicara tidak tahan dengan sikap Gerani.


" Ya ampun rel gimana coba aku gak khawatir? Aku SMS gak di balas telepon juga gak diangkat-angkat" balas Gerani. Sudah seperti lagu ayu tingting saja.


" Disana sama di sini kan beda waktu Gerani, mungkin aja dia lagi istirahat" Aurel mencoba meyakinkan Gerani.


" Iyah tapi kan setidaknya dia ngabarin aku, atau basa basi rel" pungkas Gerani masih asik mondar-mandir sana sini.


" Iyaudah sekarang periksa dulu barang–barang kita mana tau ada yang ketinggalan" Aurel menarik tangan Gerani hingga terduduk dengannya.


Tiba-tiba Candra datang dengan lari tergesa-gesa menuju medicube mereka.


" Ada pak kok kayak abis lari marathon?" Tanya Aurel melihat candra, sementara Candra masih mengatur nafas sebelum menjawab pertanyaan Aurel.


" Angga memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh tim medis" lanjut candra.


" Emang ada apa pak?" Tanya Gerani merasa penasaran.


" Entahlah aku juga tidak tahu, lebih baik kalian bergegas" kata Candra kepada mereka," kalau gitu aku permisi" lanjut candra kemudian pergi meninggalkan mereka.


Selang beberapa detik langkah Candra meninggalkan mereka, Gerani dan Aurel bergegas pergi menuju lapangan di sana juga sudah berkumpul sebagai relawan yang akan pulang hari ini.


" Mungkin ini ada pengarahan buat kita terbang nanti ran" ungkap Aurel merasa binggung.


" Maybe" balas Gerani menaikan bahunya.


Kini mereka semua sudah berkumpul di lapangan, dan juga Angga sudah hadir di sana.


" Baiklah langsung saja saya di sini membawa sedikit berita buruk, bahwa kalian tidak jadi pulang hari ini" ucap Angga memulai pembicaraan dengan nada lirih.


Sontak Gerani membulatkan matanya, tidak percaya dengan semua ini.


" Itu karena tim medis yang menggantikan kalian mengalami beberapa masalah, untuk sementara kalian akan di sini selama dua hari dan sebagai gantinya kalian akan diantarkan menggunakan helikopter menuju bandara" lanjut Angga.


Selesai dengan perkataan candra membubarkan para tim medis, Gerani langsung berlari menuju medicubenya.


Sementara Aurel merasa khawatir langsung berlari menyusul Gerani takut terjadi apa-apa.


" Ran yang sabar yah jangan kayak gini dong, mungkin Justin lagi sibuk di sana" seru Aurel menasehati Gerani yang tengah menekuk wajahnya.

__ADS_1


" Tapi rel udah dari kemarin dia gadak kabar" pungkas Gerani lirih.


" Oke ini kan baru kemarin dia pulang mungkin jadwal operasi dia penuh, kita tunggu besok aja kalau gadak kabar baru" kata Aurel meyakinkan Gerani.


" Oke rel, terus kalok sampai besok dia gadak ngasih kabar gimana rel?" Gerani ragu menanyakan hal yang sama lagi pada Aurel.


" Positif thinking ran kalian udah sama–sama dewasa" ucap Aurel begitu bijak.


" Iyah Iyah Aurel ku sayang" Gerani langsung merangkul Aurel.


" Le...pa...si...n ran...." Ucap Aurel terpotong–potong kala Gerani mendekapnya begitu erat hingga susah untuk bernafas.


" Upss soryy kekuatan meluknya heheheh" cengenges Gerani.


" Kalau aku mati gimana? Bisa jadi hantu perawan yang terus ngehantui kau ran" balas Aurel mengatur nafasnya.


" Lebay amat"


" Permisi" tegur Candra yang datang.


" Ada pak?" Tanya Aurel.


" Kayaknya butuh privasi, aku pergi dulu yah rel" goda Aurel melirik Candra.


" Gak mau jadi orang ketiga" seru Gerani mengedipkan sebelah matanya pada Aurel.


Untung gerani peka. Batin Candra.


" Boleh duduk?" Tanya Candra.


" Ee...ehh i...Iyah pak" kata Aurel gugup.


Duh kok jadi gugup ginisih, malu–maluin aja. Batin Aurel.


Candra langsung duduk di sebelah Aurel.


" Ini aku bawa sandwich. Kamu pasti belum sarapan kan?" Tanya Candra.


" Belum pak, makasih yah pak ngerepotin jadinya saya" Aurel merasa segan ketika Candra terus menerus memperlakukan Aurel begitu istimewa.


" Gak papa. Ini saya yang buat cobain deh" Candra menyodorkan satu buah sandwich dan langsung Aurel terima.

__ADS_1


Aurel menikmati sandwich yang diberikan Candra, rasanya begitu menggugah selera hingga tanpa sadar Aurel terus menikmatinya.


Sementara Candra menunggu komentar dari Aurel.


" Rel gimana rasanya?" Tanya Candra memasang wajah khawatir.


" Sumpah ini enak banget" balas Aurel tersenyum manis. Melihat reaksi Aurel, Candra begitu bahagia mendapati seorang gadis yang disukainya menyukai masakannya.


Tunggu sebentar lagi rel. Batin Candra.


" Kok bisa sih pak jadi tentara? Kenapa gak jadi chef aja?" Ucap Aurel menikmati sandwich.


" Hobby bukan berarti jadi profesi" balas singkat Candra.


" Entar kalau bapak nikah, pasti istri bapak beruntung punya suami bisa masak jadi bisa di ajarin kalau enggak bisa diandelin" seru Aurel memuji Candra.


" Kenapa enggak kamu aja yang jadi istri saya? Biar bisa menjadi apa yang kamu bilang tadi"


" Uhuk...uhuk...uhuk..." Aurel tersedak makanan setelah mendengar perkataan candra yang mengagetkan.


" Ya ampun rel ini minum dulu" Candra menyodorkan segelas air yang langsung diminum Aurel, sementara tangan Candra menepuk-nepuk punggung Aurel.


" Lain kali kalau makan hati–hati" petuah candra ketika melihat Aurel usai meminum.


" Sekaget itu kamu aku ajakin nikah? Baru gitu gimana nanti kalau aku lamar tiba–tiba kerumah kamu" Goda candra, " mungkin kamu udah stroke" lanjut Candra dengan nada mengejek Aurel.


" Gak lucu yah pak" kesal Aurel menatap tajam Candra.


" Kan saya enggak neglawak, yah jadi gak lucu dong" jawab Candra yang menambah Aurel semakin panas.


Mereka menikmati obrolan mereka dengan canda tawa, sementara Gerani menyendiri memikirkan Justin ada rasa khawatir yang tidak biasa di rasakan Gerani sebelumnya.


" Semoga kau tidak meninggalkan ku" monolog Gerani menatap langit.


                         ****


Happy reading ♥


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, saran, dan juga bintang lima nya yah😊


Biar semakin semangat author update cerita selanjutnya. Jangan lupa follow juga yah biar gak ketinggalan cerita selanjutnya atau or pengumuman.

__ADS_1


Follow Instagram author: mayadasaptyani38


See you next time ❤ bye bye😘


__ADS_2