Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
pdkt


__ADS_3

Keesokan paginya, Justin yang kemarin malam tertidur kini masih berada di medicube Gerani dengan posisi Justin memeluknya dan Gerani menenggelamkan wajahnya di dada bidang Justin.


Sontak Aurel yang memasuki medicube gerani kaget, niat hati ingin membangunkannya malah akhirnya di suguhi pemandangan yang menyakiti bagi jiwa-jiwa jomblo.


" Aaaaakkkkkkkk" teriak Aurel menjatuhkan mapnya kemudian menutup matanya.


" Ada apa rel?" Tanya Candra yang langsung berlari mendengar teriak Aurel.


Keributan itu berhasil membuat kedua insan itu terbangun. Gerani terbangun mengerjapkan matanya perlahan.


" Astaga Justin kenapa bisa di sini?" Tanya Gerani kaget.


" Maaf sayang aku juga ketiduran semalam malam, lagipula kita tidak macam-macam"ucap justin santai.


" Kalian ini malah asik sendiri, sudah tau ketangkap basah" seru Candra kesal melihat Justin biasa saja.


" Sudahlah kami juga tidak berbuat yang macam–macam" balas Justin.


Aurel membuka matanya yang tadi tetutup oleh tangan.


" Pantas saja gak bangun–bangun, biasanya kau kan yang selalu membangun kan aku ran?" Sindir Aurel.


Gerani yang mendengar itu hanya terdiam, menggaruk tungkuk lehernya yang tidak gatal. Gerani benar–benar begitu malu kali ini.


" Sudahlah kalian lanjut kan saja aktivitas kalian, kami pergi" ucap Candra kemudian menarik tangan Aurel pergi dari tempat itu, Aurel sedikit tercengang kaget ketika candar malah membawanya pergi dari situ.


Tinggallah gerani dan Justin berdua di sana.


" Aku mau mandi, kau pergi sana" ucap ketus Gerani.


" Sayang kok ngusir sih?" Justin berkata selembut mungkin, dirinya tau bahwa Gerani sedang berada dalam keadaan ngambek lebih tepatnya malu.

__ADS_1


" Garag–gara ulahmu aku jadi malu, sudahlah aku mau pergi mandi" kata Gerani bangkit dari ranjangnya.


" Enggak ma–"


" Berhenti menggoda ku atau ku jahit mulutmu" sarkas Gerani begitu kejam.


Sontak Justin langsung menutup mulutnya, kini Gerani pergi meninggalkan Justin sendirian.


Astaga dia lebih menyeramkan Daripada aku.batin justin.


Justin lebih memilih diam dan berada di medicube Gerani, dirinya sama sekali tidak ingin menggangu atau menggodanya.


Sekarang Gerani masih berada dalam mode senggol bacok, bisa bahaya kalau Justin di jauhin Gerani.


Sementara Candra masih menarik tangan Aurel hingga menjauh dari markas bahkan medicube di sana.


" Aduh pak kita mau kemana?kaki saya masih sedikit sakit kalau jalan jauh pak" seru Aurel meringis kesakitan, itu cuman tipu muslihat agar Candra berhenti menariknya.


" Kenapa tidak bilang?" Kata Candra langsung berhenti.


" Gimana mau bilang, bapak narik saya terus. Mau kemana sih pak" keluh Aurel sedikit cemberut.


Bukannya menjawab pertanyaan itu Candra malah mengangkat tubuh Aurel. Membuat Aurel sontak kaget bukan main.


" Pak...pak...turunin saya" tolak Aurel merasa segang diperlakukan seperti itu dengan candra.


" Sudahlah dia saja, ini agar kakimu tidak akan sakit" kata Candra membuat Aurel frustasi.


Ini namanya senjata makan tuan. Batin Aurel.


Aurel memilih diam saja berada di gendongan candra.

__ADS_1


Hingga akhirnya candra menurunkan Aurel pad suatu tempat.


" Mau ngapain sih?"tanya Aurel.


Candra menggerakkan bahu Aurel ke arah kanan," coba lihat itu" ucap Candra.


" Wah bagus banget mataharinya, indah yah di sini" kata Aurel tersenyum merentangkan tangannya menikmati pagi yang penuh dengan keindahan.


" Rel aku boleh ngomong sesuatu?" Kata Candra membuka pembicaraan.


" Ngomong aja pak gak usah minta izin segala" seru Aurel santai.


" Aku suka sama kamu" kata–kata yang di keluarkan oleh candra langsung membuat Aurel menurunkan tangannya, kemudian berbalik menghadap candra.


" Rel aku tahu bagaimana mana perasaan mu, aku tahu kau pernah terluka. Untuk itu..." Kata Candra mulai menggenggam tangan Aurel.


" Aku mau kita dekat. Aku mengerti perasaan mu pernah terluka tapi aku enggak bisa bohong dengan diriku, aku akan menunggumu rel" kata Candra begitu sungguh–sungguh. Aurel tertegun ketika menatap teduh mata Candra yang begitu meluluhkan hatinya.


" Rel gimana?" Tanya Candra melihat Aurel masih dia saja.


" Akan aku coba tapi jangan terlalu menaruh harapan. Aku tidak ingin di cap sebagai gadis PHP" jawab Aurel datar..


" Terimakasih rel" Candra langsung memeluk tubuh Aurel.


" Biarkan semua mengalir dengan apa adanya rel, seberjalan waktu luka itua akan tertutup" candra membisikan kata-kata lembut di sela pelukan Candra.


Membuat hati Aurel sedikit tenang mendengar perkataan candra begitu tulus dan mengerti keadaan Aurel sekarang.


Awas kau Gerani! apa saja yang udah kau kasih tau sama dia. Batin Aurel menyumpah serapah untuk Gerani.


                           ****

__ADS_1


__ADS_2