Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
Aurel marah


__ADS_3

Setelah usai candra dengan pengakuan perasaannya, Aurel memilih pamit pergi dari situ karena alasan Aurel ingin segera mandi.


Setelah Candra mengantarkan nya kembali ke medicube, Aurel langsung menuju ketempat Gerani.


" Ekhem " sapa Aurel berdecak pinggang.


" Aurel? Kenapa di situ makan sini" ajak Gerani.


" Jadi gimana? Udah sampai mana ceritain aku ke Candra" ujar Aurel sedikit cemberut.


" Ahh itu...." Kata Gerani kikuk tidak bisa melanjutkan perkataannya, wajahnya kini Semerah tomat sementara Justin yang juga berada di sana ikut memanasi air yang sudah mendidih.


" Ah itu rel jadi Rani itu udah mau nyomblangi kamu sama Candra iyakan sayang?" Kata Justin melirik Gerani, yang dilirik malah balik memelototi.


" Ihhh nyebelin banget. Terus gimana coba kalok akhirnya aku nyakitin Candra" sarkas aurel tak bisa lagi menahan bendungan kekesalannya.


" Bukan begitu rel, aku hanya tidak ingin kau terus tersakiti karena mengingat Leon" nasehat Gerani.


" Tapi enggak kayak gini ran! Aku enggak siap buat ngasih hati aku lagi bahkan enggak bisa ran" ucap Aurel marah membuat Gerani semakin merasa bersalah. Lalu pergi meninggalkan Gerani.


" Rel....tungguu"ucap Gerani ingin mengejar, namun di cekal oleh Justin.


" Biarkan dia sendiri sayang dia butuh waktu" nasehat Justin.


" Ini semua jugak gara–gara kamu" sarkas Gerani menepis tangan Justin.


" Hah kok aku?" Kata Justin binggung.


" Kalok enggak kamu panasin kek tadi gak bakal gini. Udah ah aku gak mau ketemu kamu" ucap Gerani kesal kemudian pergi meninggalkan justin.


" Kok aku jadi ikutan sih?" Lirih Justin.


Kini aurel menyindir di sebuah batu besar yang tidak jauh dari tempat markas mereka.

__ADS_1


Bulir air matanya terjatuh mengingat kala Leon begitu jahat menoreh luka pada hatinya.


" Leon kenapa kau tega sama aku?"


Flashback on


Leonardo alaskan atau di sebut Leon dia adalah kekasih Aurel yang sudah menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya.


Hari ini Aurel begitu bahagia pasalnya Leon akan segera menikahinya setelah beberapa waktu lalu Leon melamarnya begitu romantis.


" Leon kan baru balik hari ini dari ilati, aku kasih kejutan aja deh" monolog Aurel kini melakukan mobilnya ketokoh roti langgang aurel.


" Mbak roti coklat seperti biasa" kata Aurel seperti sudah akrab dengan tokoh itu.


" Siap mbak segera meluncur" balas karawan itu.


Selang beberapa detik sebuah paperbage berisi roti coklat special siap .


" Ini mbak"


Aurel kini kembali ke mobilnya, melanjutkan perjalanan menuju apartemen.


Setibanya di sana Aurel langsung saja masuk karena dirinya sudah mengetahui password sparepart calon suaminya itu.


" Kok sepi sih? Bukannya udah pulang yah?" Lirih Aurel.


Namun kini matanya melirik ke arah pintu kamar Leon yang sedikit terbuka.


Betapa terkejutnya Aurel mendaoti Leon sedang bersama wanita.


" Leon....."ucap Aurel kaget kemudian menjatuhkan paper bag yang di bawanya.


" Aurel... Aku bisa jelasin!!!" Kata Leon.

__ADS_1


" Tega kamu Leon!!" Kata aurel menahan Isak tangisnya.


" Mulai sekarang kita gadak apa–apa lagi!" Lanjut Aurel kemudian pergi meninggalkan Leon.


Air mata Aurel tidak bisa tertahan lagi, deraian air mata mulai bercucuran ketika keluar dari apartemen Leon.


" Tega kamu Leon" lirih Aurel memukul stir mobilnya.


Flashback off.


" Rel kamu kenapa nangis?" Suara tersebut membuat Aurel refleks menghapus jejak air matanya.


" Ah enngak kok, gak papa"elak Aurel.


" Udah jangan di pikiran lagi, sekarang berjalan lah kedepan rel jangan menoleh kebelakang" petuah Candra kemudian ikut duduk di sebelah Aurel.


" Aku tidak apa-apa" balas Aurel.


" Aku permisi dulu mau mandi!" Seru Aurel pamit pergi.


" Aku pasti akan mendapatkan mu rel" monolog Candra menatap punggung kepergian Aurel.


Sementara Gerani menuggu Aurel di medicube Aurel, namun tak ada keberadaan Aurel jadi Gerani memutuskan menunggu.


" Rel maafin aku, aku cuman gak mau kau lama–lama terpuruk" kata Gerani ketika mendapati kedatangan Aurel.


" Enggak papa ran aku ngerti, aku juga minta maaf tadi marah sama kamu" ucap Aurel sedetik kemudian memeluk tubuh Gerani.


" Maaf kalok aku ngambil keputusan yang salah"



" Bos bagaimana rencana mu selanjutnya? Sekarang dia begitu di jaga ketat" kata orang itu melapor.

__ADS_1


" Biarkan saja mereka bahagia di sana, aku punya kejutan yang lebih menarik lagi" ucap seseorang itu tersenyum sinis.


                             ***


__ADS_2