Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
rencana 1


__ADS_3

Seorang wanita tengah duduk di kursi kebesarannya, menunggu sebuah panggilan telepon di angkat dari sebrang sana.


" Jangan banyak basa-basi!! Lakukan sekarang rencana kita aku muak terlalu lama menunggu"


"........"


" Aku tunggu segera"


" Ahh sunggu buang–buang waktu" ucap wanita itu.


" Sabar bos kita akan segera sampai pada tujuan kita" ucap bawahannya.


" Sedikit lagi, dan yah aku sangat tidak sabar kerja mereka sungguh lelet"


" Sekarang antarkan aku untuk akting di rumah sakit"


" Baik bos"


——


Kali ini gerani datang di rumah sakit bersama dengan Justin, karena geranilah meminta dirinya untuk di jemput.


Sesampainya di halaman rumah sakit, tampak mereka berjalan berdua menuju rumah sakit bergandengan tangan begitu mesra hingga Aurel melihat dua pasang insan itu dan menemuinya.


" Wah pagi–pagi gini udah mesra aja" goda Aurel.


" Kau sibuk sekali!! Ayo sayang" sarkas Justin pergi meninggalkan Aurel menarik tangan Gerani.


Sementara Aurel sangat kesal mendapatkan perlakuan Justin, hingga berteriak menyupah serapahi Justin.


" Dasar dokter dari kutub Utara...." Teriak Aurel.


Dengan kesalnya Aurel memasuki rumah sakit menyusul para dokter yang tidak tahu berterima kasih tersebut siapa lagi jika bukan manusi kulkas Justin.


Gerani dan Justin pagi–pagi sekali sudah di sibuki oleh jadwal operasi yang langsung menyambut pagi mereka.


Hingga jam makan siang berlalu mereka telah selesai dengan urusan operasi, kini Gerani berada di ruangan Justin menikmati makan siang bersama.


Tok...tok...tok....

__ADS_1


" Masuk" titah Justin.


" Bibi?" Pekik gerani langsung memeluk Andini, " aku rindu sekali bi" lanjut Gerani.


" Kau ini!! Rindu tapi asik berpacaran Dengan manajermu" sarkas Andini melepaskan pelukan Gerani.


" Hehehe" cengenges Gerani menggaruk tenguk yang tidak gatal.


" Bibi kemari karena pamanmu akan ke luar kota 3 bulan karena akan ada pekerjaan disana, sementara bibi akan pulang kampung karena saudara bibi akan menikah" jelas Andini kemudian menatap Justin, " dokter Justin saya titipkan keponakan saya ini, jewer saja telinganya jika dia tidur belum gosok gigi" lanjut Andini membuka aib Gerani.


" Bibiiiii....." Pekik gerani malu.


" Tenang saja, akan ku pastikan tangannya sampai pegal menyikat gigi–gigi jeleknya itu" balas Justin meledek Gerani.


" Hahahaha baguslah, kalau gitu bibi permisi jaga dirimu sayang" pamit Andini.


Gerani kembali duduk, sembari mengerucutkan bibirnya.


" Apa bibirmu juga ingin aku sikati hmm?" Goda Justin.


" Hahaha sepertinya Iyah" tantangan Gerani tertawa meremehkan.


Drrrttt


" Ada apa ?" Tanya Gerani mendapati perubahan ekspresi wajah justin.


" Aku harus pulang dulu ran, ada urusan di rumah kau tidak apa kan pulang sendirian?"


" Tidak, iyahudah pergilah"


Cup


" Aku pergi sayang jaga dirimu" pamit justin mengecup kening gerani.


" Aku ngatuk sekali, daripada aku pulang lebih baik aku istirahat di sini" ucap Gerani kemudian merebahkan tubuhnya di sofa sesaat dalam hitungan detik Gerani sudah menjelajahi alam mimpi.


Satu jam sudah Gerani terlelap hingga ketukan pintu berhasil mengusik tidurnya.


Tok...tok....tok....

__ADS_1


" Aduh siapa sih!!" Keluh Gerani masih dengan mata tertutup.


Ceklek....


" Astaga aku cariin kemana–mana malah molor di sini!!" Ucap Aurel ketika membuka pintu tersebut.


Gerani langsung terbangun dari tidurnya.


" Hehehe sorry tadi ngantuk, iyaudah yuk kita pulang sekarang" ajak Gerani kemudian mereka berjalan menuju parkiran.


" Rel...Aurel....." Panggil seseorang dari belakang, dan mereka langsung menoleh kearah suara.


" Leon?" Lirih Aurel.


" Ada apa lagi kamu kesini!! Kita gadak urusan!!" Kata Aurel sinis ketika lelaki itu mendekat.


" Kamu???" Pekik gerani, " kalian saling kenal?" Lanjut Gerani.


Gerani memang tidak tahu pacara Aurel, karena Leon tinggal di luar negeri sebelumnya.


" Udah gak usah di urusin orang seperti dia ran" kata Aurel menarik tangan Gerani masuk kedalam mobil.


" Rel aku bisa jelasin semuanya, ini semua jebakan rel aku mohon rel" ucap Leo memukul–mukul kaca mobil yang perlahan menjauh.


" Arrrghhhh" Leon menerpa kasar rambutnya frustasi.


Sementara di dalam mobil Gerani tidak berbicara sama sekali, Gerani tahu bahwa sahabatnya sedang butuh waktu sendiri hingga sampai di rumah gerani wajah Aurel tampak begitu marah.


" Thanks rel" kata Gerani kemudian memasuki rumah dengan merasa khawatir pada Aurel.


Perlahan Gerani membaringkan tubuhnya di atas ranjang menikmati kenikmatan sesaat.


Drrrttt.


Gerani langsung mengambil handphone yang berada di tasnya, membuka satu pesan dari nomor yang tidak di kenal.


Dan di situ terdapat fotot Justin tidur bersama Kayla dengan isi pesan yang mampu melukai hati Gerani.


                              ****

__ADS_1


__ADS_2