
Lucifer segera meraih tubuh Nara, mata gadis itu terpejam rapat. Ada rasa cemas luar biasa dalam hati Lucifer, untuk pertama kalinya Lucifer merasa takut kehilangan seseorang.
"Nara...Nara....bangun!"
Lucifer menepuk pelan pipi Nara. Tidak ada respon. Pria itu lantas menggendong tubuh Nara, menghubungi Hans, lalu menghilang. Dia muncul di laboratorium Hans. Bersamaan dengan Hans yang muncul di sana.
"Maaf Paman, aku tidak tahu ada misil yang datang."
Ucap Lucifer penuh rasa bersalah. Tubuh Nara sudah dibaringkan di kasur. Hans menurunkan alat scan, alat itu langsung memeriksa tubuh Nara. Semuanya terlihat di monitor besar di depan mereka. Tidak ada kerusakan apapun di tubuh Nara. Tapi keadaan Nara menurun drastis. Detak jantungnya semakin lemah, pun dengan kadar oksigennya yang menurun cepat. Selang oksigen bahkan sudah terpasang di hidung Nara.
Ditengah kebingungan dua orang itu, Excel menyela masuk ke pikiran Hans dan Lucifer.
"Maaf Lucifer, satu misil lolos dan aku gagal menghentikannya."
"Kau akan menerima hukuman dariku, putra Aiden."
"Iya, nanti aku terima hukumannya. Tapi sekarang ada masalah besar."
Hans dan Lucifer saling pandang begitu mendengar ucapan Excel. Tak berapa lama, Lucio dan Lucy muncul di sana.
"Ambil penawar di ruang brankas khusus. Suruh Excel membukanya. Berapa banyak yang terinfeksi."
"Belum tahu pasti. Tapi dari kekacauan yang timbul mungkin lebih dari seribu."
Hans mengepalkan tangannya, sembari memejamkan mata. Seribu....dia pikir serum penawarnya tidak akan cukup untuk menetralkan racun vampir sebanyak itu.
"Ambil semua yang ada, bawa ke sana. Aku akan memikirkan cara mendapatkan lebih banyak serum penawarnya."
Lucio dan Lucy menghilang. Sementara Hans langsung menggunakan dua tangan untuk menopang tubuhnya. Zat utama yang diperlukan dalam pembuatan serum penawar virus vampir adalah darah sang putri. 100 cc darah Nara mampu menghasilkan dua kali lipat serum penawar. Pria itu mengusak wajahnya kasar.
"Kita tidak punya pilihan."
"Paman jangan melakukan ini."
"Tapi mereka harus ditolong."
"Dengan mengorbankan Nara? Tidak!"
__ADS_1
Hans seketika jatuh berlutut, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Hingga satu bisikan masuk ke pikiran Hans. Lebih tepatnya satu komunikasi masuk ke benak Hans.
"Waktunya untuk merelakannya."
"Tidak Luis. Aku tidak bisa membiarkan Nara pergi."
"Kalau begitu hanya ada satu solusi."
Hans seketika menatap ke arah Lucifer. Pria itu mendekat ke arah Lucifer.
"Apa kau sudah mencintainya?"
Lucifer mengerutkan dahinya. Tidak tahu dengan perasaannya. "Satu-satunya cara untuk menyelamatkan Nara adalah dengan menandainya sebagai mate-mu. Mengubah Nara menjadi seperti kita sepenuhnya." Lucifer terdiam mendengar perkataam Hans.
Keadaan Nara semakin menurun dalam beberapa menit belakangan ini. Terlebih setelah Hans kembali mengambil 100 cc darah Nara. Menambahkan beberapa unsur kimia lainnya. Menjadikannya serum penawar yang segera di kirim ke taman kota.
Dimana kekacauan terjadi di seluruh tempat. Banyak orang bergerak liar, karena sudah terinfeksi virus vampir. Mereka memburu manusia yang belum terinfeksi. Menggigit mereka, berebut menghisap darahnya. Satu kata untuk suasana saat itu. Mengerikan. Tindakan vampir newborn ini benar-benar brutal.
Pasukan dari Black Castle sudah diturunkan, untuk membantu mengatasi kekacauan itu. Mereka membantu menyuntikkan serum penawar lantas mengevakuasi mereka menuju wilayah aman, sebelum semua vampir newborn itu bisa dikendalikan.
Seru Lucio. Pria itu langsung menyerahkan ratusan botol serum pada Aro, Dominic dan Lucy. Mereka semua langsung berjibaku menyuntikkan serum itu secara random.
"Hiiii, vampir newborn menjijikkan."
Teriak Lucy yang kesal karena ada vampir yang menggigit lengannya. Meski gigitan vampir newborn tidak akan berefek pada Lucy dan yang lainnya namun tetap saja, Lucy kesal dibuatnya. Sementara kekacauan masih terjadi di taman kota. Keadaan tak jauh berbeda juga terjadi pada Nara.
Saat ini, keadaan gadis itu sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya tanda vital yang menurun. Tubuh Nara juga mengalami demam tinggi. Hans panik dan takut. Dua pria itu saling pandang. Hingga tatapan Hans berubah serius pada Lucifer. Serius dan penuh permohonan.
"Lakukan. Aku mohon selamatkan putriku."
Hans menghiba pada Lucifer. Dia tarik semua perkataannya dulu, soal Lucifer yang tidak boleh menandai Nara sebelum ada cinta di antara mereka. Kali ini, Hans lebih mementingkan nyawa sang putri.
"Siap ni punya mantu aku?"
Bukannya menanggapi serius permintaan Hans. Lucifer malah meledek sang mertua. Hans meradang. Bisa-bisanya putra Luis itu bercanda.
"Mau atau tidak?"
__ADS_1
"Paman tahu kan resikonya jika dia sudah kutandai."
Pria itu melirik Nara yang tubuhnya bergetar hebat. Hans menghembuskan nafasnya kasar. Jika Lucifer sudah menandai Nara, keduanya tidak bisa dipisahkan lagi. Dan keduanya sudah menjadi sepasang suami istri yang diakui oleh empat dunia.
"Aiisshh, itu kita urus nanti. Sekarang selamatkan dia."
Hans sedikit mendorong gemas tubuh Lucifer. Mau bagaimana lagi, daripada dia kehilangan Nara. Lebih baik dia dapat menantu model Lucifer. Bolehlah.
Lucifer mendengus kesal. Dia tahu Hans belum rela Nara menjadi miliknya. Tapi melihat keadaan Nara, dia juga tidak punya pilihan lain. Pria itu menarik nafasnya dalam. Berdiri disamping tempat tidur Nara. Jari pucat dan panjang Lucifer perlahan terulur menyentuh pipi Nara.
Tidak Lucifer pungkiri. Lucifer mulai terbiasa dengan kehadiran Nara. Hatinya perlahan mulai menerima Nara. "Aku pikir mulai mencintaimu."
Hans mengembangkan senyum kala mendengar pikiran Lucifer. Seiring Lucifer yang melepas selang oksigen di hidung Nara. Pria itu menundukkan wajahnya, bersamaan dengan itu, sepasang taring mulai muncul di deretan gigi Lucifer. Mata Lucifer mulai berubah merah. Tangan Lucifer menyingkirkan helaiàn rambut panjang Nara di leher gadis itu. Dan.."jleb", taring Lucifer menembus kulit leher Nara. Menghisap darah Nara langsung dari nadi leher putri Hans. Lucifer sesaat memejamkan mata, merasakan betapa manis dan lezatnya darah Nara yang mengalir di tenggorokannya. Ditambah efek darah Nara membuat tubuh Lucifer bertenaga berkali-kali lipat.
Pria itu melepaskan gigitannya di leher Nara. Sesaat terdiam, pria itu lantas menggigit bibir bagian dalamnya. Mengumpulkan darah yang keluar dari luka yang dia buat. Setelahnya, Lucifer menangkup dua sisi wajah Nara. Lalu mencium bibir gadis itu. Atau lebih tepatnya, mengalirkan darahnya agar Nara menelannya.
Glek, terdengar suara Nara menelan darah Lucifer. Pria itu melepaskan tautan bibir mereka. Bersamaan dengan itu, sebuah tato mawar hitam terukir di belakang telinga Nara. Tato yang muncul sebagai tanda kalau dirinya adalah milik salah satu anggota kerajaan Black Castle. Nara berada dalam lindungan otoritas Black Castle
"Bangunlah."
Lirih Lucifer. Pria itu belum beranjak dari sisi Nara, sementara Hans mulai memeriksa keadaan Nara. Pria itu tersenyum kecut, keadaan Nara pulih dengan cepat. Penandaan itu benar-benar menyelamatkan keadaan sang putri.
"Aku sebenarnya benci untuk mengucapkannya. Tapi terima kasih sudah menyelamatkan Nara."
Senyum Lucifer mengembang sempurna. Meski Nara belum mau membuka matanya, tapi melihat keadaan Nara yang membaik, membuat Lucifer merasa lebih tenang.
"Tidak masalah papa mertua."
Balas Lucifer tengil. Dia tahu Hans belum mau mengakuinya sebagai menantu. Hans melengos mendengar panggilan Lucifer yang terdengar menggelikan di telinganya. Sekian lama biasa dipanggil paman, rasanya aneh jika sekarang dia disebut papa mertua oleh Lucifer. Putra sahabatnya menjadi suami putrinya.
****
Ritual jempolnya jangan lupa ya, mumpung lagi rajin ini.
Like, komen dan votenya ditunggu juga.
***
__ADS_1