Lucifer A Guardian Vampire

Lucifer A Guardian Vampire
Pertukaran


__ADS_3

Zuan menyentak tubuh Naeun, putrinya sendiri ke dalam kamar. Diikuti Agas yang tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Yang bercinta dengan dirimu malam itu adalah dia."


Perkataan Nara membuat Zuan dan Agas terkejut. Bagaimana bisa, Agas malah meniduri putri Zuan. Bisa dibayangkan bagaimana marahnya Zuan dan kesalnya Agas.


"Bagaimana bisa kau berada di kamarnya?"


Bentak Zuan. Nafas pria itu menggebu. Tak pernah dia bayangkan kalau putrinya sendiri yang merusak rencananya. Sedang Agas masih bergeming. Berusaha mengingat siapa wanita malam itu.


"Aku tidak tahu bagaimana bisa pindah ke sana. Tahu-tahu aku sudah di sana. Dan dia meniduriku."


Agas tersentak saat Naeun menunjuk dirinya. "Aku...aku...tidak tahu siapa itu."


"Tapi aku melihat dengan jelas siapa kau. Kau menyentuhku, kau melakukannya padaku."


Naeun berteriak histeris. Dia terkejut ketika tanpa basa basi Agas menyerangnya malam itu. Mendengar teriakan Naeun, Agas jadi serba salah. Sebab dia tahu benar kalau dia adalah yang pertama untuk Naeun. Ya, Naeun masih perawan ketika Agas menerobos masuk milik wanita itu.


Melihat Agas yang hanya diam. Naeun sungguh terluka. Dia tidak tahu kenapa ada di kamar tuan putrinya malam itu. Tahu-tahu dia sudah berada dalam kungkungan Agas yang memaksanya. Meski pada akhirnya Naeun pun menikmati sesi panas mereka. Karena pada dasarnya, Naeun menyukai Agas.


Zuan seketika berteriak frustrasi. Rencananya gagal total. Ditambah sekarang justru sang putri yang ketahuan telah melakukan hal kotor bersama Agas di kamar tuan putri mereka. Selain itu keinginan Nara yang dengan tegas menginginkan pernikahan dengan pengawal pribadinya. Kepala Zuan rasanya mau pecah.


"Aku akan bertanggung jawab."


Zuan membalikkan badan, menatap tidak percaya pada Agas. Apa maksud perkataan pria itu.


"Karena aku yang telah mengambil kesucian putrimu aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahinya."


Duarrrrr


Petir serasa menyambar Zuan, mendengar Agas mengungkapkan keinginannya. "Apa kau sudah gila?!" Tanya Zuan tidak percaya.


"Aku memang brengsek. Tapi aku masih punya nurani. Aku tidak akan lari dari tanggung jawabku. Aku meniduri gadis baik-baik." Agas berkata sambil menatap wajah Naeun yang perlahan mengangkat wajahnya. Perlahan Agas mulai ingat. Wajah itulah yang meringis penuh kesakitan saat dia berusaha membobol gawang Naeun. Wajah itulah yang pada akhirnya ikut mendesaahhh nikmat bersama dirinya untuk merasakan surga dunia.


Zuan menggeram marah. Kini semua rencananya berantakan. Pria itu pikir tidak ada cara lain untuk merebut tahta kerajaan Fatian selain perang terbuka. Ambisinya tidak bisa diredakan lagi. Bertahun-tahun dia memegang tampuk kekuasaan tertinggi Fatian. Dia tidak sudi menyerahkan tahta Fatian pada Nara. Meski tahu Nara pemilik sah tahta Fatian.


Sementara itu. Tetua Adgar, Yuan dan Xazian tersenyum lebar saat mendengar keinginan Nara yang ingin "menikah" kembali dengan sang suami.


"Putrimu rupanya dendam padaku. Kalau ingin pesta kenapa tidak bilang. Aku sanggup mengadakan pesta untuknya. Tidak perlu naik ke sini untuk merayakan pernikahan."


Gerutu Lucifer pada Hans. Sementara yang dilapori hanya tersenyum. Kemampuan materi Lucifer, Hans tidak meragukan. Hanya saja mungkin baru sekarang mereka diberi waktu untuk merayakan pernikahan keduanya.

__ADS_1


Dari perbincangan singkat mereka. Maka diputuskan kalau pesta pernikahan Nara dan Lucifer akan dihelat dua minggu lagi. Cukup singkat waktu yang tersedia untuk persiapan tapi itu tidak jadi masalah. Sebab ini hanya pesta intern kerajaan Fatian. Berbeda jika Lucifer menggelar pesta pernikahannya di kota. Mereka akan lebih ribet dengan persiapan pernikahan. Sebab Lucifer CEO VR Companya. Tentu banyak relasi dan rekan bisnis yang akan diundang ke pesta mereka.


Malam menjelang, sejak kejadian pagi itu. Lucifer tak lagi segan keluar masuk kamar Nara. Seperti malam itu, mereka tidur bersama seperti biasanya. Setelah Nara tidur dalam pelukannya. Pria itu perlahan melepas belitan tangan Nara di pinggangnya. Lantas mencium kening Nara, perlahan Lucifer keluar dari kamarnya. Sebuah panggilan masuk ke kepala Lucifer.


"Aku ingin bicara."


Lucifer menghilang, lantas muncul di sebuah tempat di tepi jurang, di mana wujud manusia Galbathoriq telah menunggunya.



Kredit Pinterest.com


"Jadi kau yang membawanya pergi malam itu?"


Lucifer bertanya setelah menemukan aroma yang menempel di tubuh Nara pagi itu. Aroma Galbathoriq. Pria itu tersenyum.


"Indera penciuman kaum vampir memang luar biasa. Aku memang yang membawanya. Aku mencoba membangunkannya tapi dia tidak mau bangun."


"Dia ngebo kalau tidur."


Keduanya terkekeh. Mengingat satu wanita itu. Hening sejenak. Hingga Lucifer bertanya. "Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Ini soal hubunganku dengan Nara, istrimu. Kau tahu kan kalau aku dan dia punya ikatan mate. Terus terang aku sudah menandainya, maaf."


Galbathoriq menundukkan wajahnya saat mengatakan sudah menandai Nara. Lucifer menghela nafasnya. Dia tahu cara menandai ala Galbathoriq.


"Lalu?"


Galbathoriq mengangkat wajahnya. Melihat ekspresi biasa dari Lucifer. "Kau tidak marah?"


"Marahlah. Kau menciumnya kan?"


Galbathoriq menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sudahlah. Kau cari tahu sendiri di kepalaku."


Lucifer terkekeh. "Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?"


"Aku mungkin jatuh cinta pada istrimu."


Perkataan Galbathoriq terjeda sebentar, untuk melihat bagaimana reaksi Lucifer. Tapi suami Nara itu hanya diam, wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Tapi aku menghormati pernikahan kalian berdua. Terlebih dia sangat mencintaimu. Aku tidak punya hak memaksakan hubungan ini. Karena itu aku ingin memperjelas, kalau hubungan kami hanya sebatas pelindung dan tuannya."

__ADS_1


Hening sejenak.


"Karena itu untuk kali ini aku akan mundur. Aku tidak akan mengejar meski aku punya hak sebagai mate-nya. Tapi jika anak kalian ada yang perempuan....."


Lucifer memicingkan mata. Sedikit curiga dengan perkataan Galbathoriq. "Apa maksudmu?"


"Jika kalian memiliki anak perempuan, aku akan memintanya menjadi pasanganku."


Lucifer hampir melayangkan pukulan pada Galbathoriq. Tapi pria itu menahan pukulan Lucifer. "Kau tahu kan keturunanku akan memiliki darah vampir murni. Itu berlawanan dengan aturan kalian. Dia akan mengalami kesulitan karena itu."


"Kau pikir aku tidak bisa melindunginya? Terlebih putrimu adalah putri Nara. Ratu Fatian. Siapa yang akan protes dengan pilihannya?"


Lucifer menarik tangannya dari cekalan tangan Galbathoriq. "Aku tidak menjual putriku!" Ketus Lucifer.


"Aku tidak membeli putrimu. Aku ingin dia jadi pasanganku. Aku akan mencintainya."


Lucifer terbahak. "Lahir saja belum. Kau sudah bilang bisa mencintainya. Aneh sekali kau ini."


Galbathoriq terdiam. Pria itu menatap Lucifer dengan mata birunya. Mata yang mampu menenggelamkan perasaan wanita dalam pesonanya.


"Apa kau percaya kalau aku bisa melihat masa depan?"


Lucifer memundurkan langkahnya. "Jalan putrimu di masa depan tidaklah mudah. Dia akan mengalami ujian berat dalam hidupnya. Itu akan membuatnya menderita."


"Kau jangan mengada-ada. Putriku...."


"Aku akan menemaninya melewati ujiannya."


Potong Galbathoriq cepat. Lucifer menatap tajam pada pelindung Nara itu.


"Ini bukan pertukaran. Tapi permintaan. Aku meminta putrimu menjadi pasanganku. Dan aku akan melepaskan perasaanku pada Nara."


"Itu sama saja, Naga!" Geram Lucifer kesal. Bagaimana bisa dia menukar Nara dengan putrinya di masa depan. Ini pertukaran paling gila yang pernah dia dengar. Entah keputusan apa yang akan dia ambil.


***


Up lagi readers,


Ritual jempolnya jangan lupa....


****

__ADS_1


__ADS_2