Lucifer A Guardian Vampire

Lucifer A Guardian Vampire
Serangan


__ADS_3

Alilee menatap Hans yang memandang dirinya penuh tanda tanya. Kerinduan itu jelas terpancar di mata Ailee. Berbeda dengan Hans yang melihat Ailee tanpa ekspresi. Dia tidak asing pada sosok perempuan yang berdiri di depannya. Ada rasa hangat menjalar di hati Hans kala pria itu melihat ke dalam mata Ailee. Tapi Hans tidak mengenali wajah Ailee yang sekarang memakai wajah samaran Anaki.


"Aku pikir kau bisa melepasnya sekarang."


Suara Yuan membuat Ailee tersadar dari rasa bahagianya bisa bertemu sang suami. Perlahan mantra itu mulai memudar, hingga nampaklah wajah Ailee. Hans sangat terkejut tapi itu tidak berlangsung lama. Karena detik berikutnya, pria itu sudah berlari. Memeluk Ailee dengan jutaan rasa bahagia dan kelegaan yang memenuhi relung hatinya. Dadanya serasa bisa bernafas dengan bebas. Tidak ada lagi batu besar yang serasa menghimpit dirinya.



Meet Hans dan Ailee


"Aku tidak menyangka akan menemukanmu di sini, By."


"Bukankah kau bilang akan kembali dan menemukanku."


Hans menatap dalam wajah Ailee.


"Kau mendengarnya?"


"Aku dengar, tapi tidak bisa memberitahumu. Kau tahu, rasanya aku ingin berteriak saat tahu kalau kau ada di luar sana. Tapi aku...."


Semua orang langsung memalingkan wajah saat Hans tanpa segan mencium bibir Ailee di depan mereka. Untung hanya sekilas, karena deheman Lucifer membuat adegan uwu itu terganggu. Diikuti sebuah kalimat yang membuat Hans mendelik, dan Ailee melotot tidak percaya.


"Maafkan ayah dan ibu mertua saya ya, Paman."


"Dasar mantu laknattt!"


Maki Hans. Sementara yang lain saling pandang, dengan Ailee yang melangkah mendekati Lucifer. Ailee tahu benar siapa Lucifer. Putra Luis dan Ara. Pria yang menempati urutan kedua calon pemimpin Black Castle.


"Lucifer...apa yang kamu lakukan di sini?"


Ailee seketika memejamkan mata. Tahu jika pertanyaannya salah. Seharusnya dia sudah bisa menduga siapa Lucifer.


"Apa lagi... njagain istri Luciferlah."

__ADS_1


Jawab putra Luis itu santai. Mendengar ucapan Lucifer, Ailee berbalik lantas melihat pada Hans.


"Iya, dia suami Nara. Dia Yang Terpilih."


Ailee kembali memandang Lucifer, cukup lama. Hingga akhirnya wanita itu menghela nafasnya. Setidaknya Lucifer punya nilai plus di matanya. Putra Luis itu memang terkenal anteng dan tidak aneh-aneh. Kecuali di medan perang.


Melihat reaksi datar dari Ailee, Lucifer menghela nafasnya. Apa Ailee tidak menerima dirinya menjadi suami Nara. Kalau iya, gawat. Hans mungkin mudah ditangani, tapi Ailee.


"Jaga Nara untukku."


Satu kalimat membuat Lucifer mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk saat melihat reaksi wajah Ailee. Saat itu Lucifer melihat Ailee berdiri tepat di depannya.


"Setidaknya itu kau. Bukan Lucio atau yang lainnya." Kata Ailee tersenyum. Senyum Lucifer mengembang seketika. Pria itu jelas bahagia, Ailee merestui hubungannya dengan Nara. Bodo amat dengan Hans.


"Lucio sudah menikah, Tan. Aro dengan Lucy. Dominic dengan Xinyan. Dan Excel otewe dengan Abel."


Ailee setengah tidak percaya. Kepergiannya membuat dia melewatkan banyak hal. Bahkan dia nyaris tidak mengenali Nara. Sang putri banyak berubah sejak terakhir kali mereka bertemu. Nara jelas lebih tangguh, lebih berani.


Setelah pertemuan mengharukan itu, Yuan dan Xazian akhirnya tahu siapa Hans dan Lucifer. Mereka cukup terkejut melihat dua petinggi klan vampir ada di hadapan mereka. Terlebih setelah tahu siapa Hans dan Lucifer. Suami dari keturunan terakhir kerajaan Fatian. Lebih gawat lagi mereka dari klan vampir. Ini cukup meresahkan.


Mereka berdiskusi cukup lama. Saling bertukar pikiran. Maklum, suku tanah utara termasuk suku yang cukup tertutup dari dunia luar. Hingga mereka kurang mengikuti perkembangan zaman. Tidak tahu jika dunia di luar sana sudah berkembang sangat maju.


Yuan dan Xazian baru tahu jika kesulitan pangan mereka selama ini bisa diatasi dengan teknologi. Penemuan ilmiah yang membuat semua orang merasa kagum dengan kemampuan Ailee.


"Mereka mengira ilmu sihir Tante tinggi? Tidak masuk akal."


Lucifer terkekeh mendengar cerita Ailee soal penduduk yang banyak memujinya. Memujanya bak dewa yang diturunkan Galbathoriq untuk menyelamatkan mereka.


"Padahal Tante gak bisa apa-apa lo? Cuma ingat pernah buat serum untuk menggandakan tanaman dan hasilnya. Eh Tante sudah dipuja kek dewa."


Hans tersenyum puas. Dia memang sering mengajak Ailee masuk lab waktu dulu. Hanya sekedar menemani, sebab tangan Ailee jenis rusuh. Senggol sedikit bisa meledak lab Hans. Dia tidak menyangka jika sekarang sang istri bisa menyelamatkan suku tanah utara dari kelaparan. Hans jelas bangga.


Selanjutnya yang mereka bahas adalah cara untuk menggulingkan Zuan. Pria itu sudah banyak membuat rakyat menderita. Zuan bukannya memikirkan kesejahteraan rakyat tapi sebaliknya. Pria itu justru sibuk memperkaya diri, dengan menarik upeti dari tiap keluarga di suku utara. Padahal jumlah penduduk mereka semakin lama semakin berkurang. Mereka banyak yang meninggal karena kelaparan atau menjadi umpan bagi Ragnarok, naga pelindung milik Zuan.

__ADS_1


Padahal di zaman dulu, turun temurun tidak ada tradisi mengumpankan manusia untuk dijadikan santapan bagi naga pelindung mereka. Galbathoriq tidak pernah meminta tumbal manusia semasa dia menjadi naga pelindung bagi keturunan Fatian.


"Apa dia sudah gila?"


"Hampir."


Jawab Ailee. Wanita itu sedikit banyak mulai membaca situasi. Zuan sendiri menguasai pasukan Fatian. Semua jenderal tunduk dibawah perintah Zuan. Ini yang sangat dikhawatirkan oleh Tetua Adgar. Jika mereka memaksa mengkonfrontasi Zuan di medan perang. Mereka jelas kalah jumlah. Mereka yang setia pada pemerintahan lama hanya beberapa orang jumlahnya. Tidak mungkin mengalahkan pasukan Zuan.


"Oke itu kita pikirkan besok. Sekarang antarkan aku ketemu istriku. Eh...tuan putri kalian."


Lucifer berucap dengan gaya tengilnya. Hingga Ailee menyenggol lengan Hans sambil berbisik. "Kau yakin memberikan putriku padanya."


"Mau bagaimana lagi, dia yang berhasil menyelamatkan putrimu. Aku bisa apa."


Jawab Hans pasrah. Meski dalam hati, pria itu mengakui kesungguhan Lucifer dalam mencintai dan menjaga Nara.


Hampir tengah malam, ketika Lucifer diantar ke kamar Nara. Setelah terlebih dulu wajah Lucifer disamarkan seperti Hans dan Ailee. Hans dan Lucifer terpaksa diubah wajahnya karena Yuan mengatakan sudah membunuh dua tahanan yang datang bersama Nara.


"Ini kamarnya?"


Yuan mengangguk, lantas meninggalkan Lucifer. Lucifer sendiri langsung masuk ke kamar Nara tanpa mengetuk pintu dulu. Saat dia masuk, pria itu di sambut kegelapan yang mewarnai kamar Nara.


"Kenapa dia jadi suka gelap begini."


Gumam Lucifer, seingatnya sang istri tidak menyukai kamar gelap saat tidur. Ketika dia melangkah semakin jauh ke dalam kamar Nara, satu serangan Lucifer dapatkan. Pria itu jelas terkejut. Saking terkejutnya, dia kehilangan kewaspadaannya, hingga sebilah pedang berhasil melukai lengannya.



Ada yang rindu dengan mereka?


***


Up lagi readers,

__ADS_1


Jangan lupa ritual jempolnya.


****


__ADS_2