
Ruang perjamuan menjadi heboh, semua tidak menyangka akan keberuntungan Yun Xi. Ada beberapa selir yang mengepalkan tangannya dan ingin menghancurkan Yun Xi.
Ayah Yun Xi masih sibuk karena mendapatkan ucapan selamat dari para pejabat. Terlihat dia sangat bahagia dan melemparkan senyum terbaiknya.
Begitu juga Yun Xi, orang pertama yang mengucapkan salam dan memeluknya adalah Hai Xiaotang.
Awalnya Yun Xi meragukan ketulusan Hai Xiaotang . Bagaimanapun Hai Xiaotang dulu sangat mencintai putra mahkota Long Yue.
Namun setelah melihat ketulusan Hai Xiaotang, Yun Xi langsung membalas pelukannya.
" Nona Hai Xiaotang terimakasih .. ucapnya senang.
" Sama sama nona Yun, tolong jaga diri baik baik di istana. Walaupun nona Yun menguasai tekhnik bela diri, tapi tetap harus waspada.
" Baik nona Hai, sekali lagi terimakasih ucapnya lembut. Hai Xiaotang lalu melepaskan pelukannya, dan berjalan menuju ayahnya.
Sementara para selir dari pihak putra mahkota mau tak mau memberikan selamat kepada nona Yun yang baru saja diangkat.
Putra mahkota sangat terpukul akan keputusan ayahnya. Dia memasang wajah yang menunjukan berbagai pertanyaan pada ayahnya.
__ADS_1
Melihat putranya yang terlihat penuh tanda tanya, raja Long langsung memberitahukan dengan suara sedikit berbisik.
" Putraku kamu harus mengiklaskannya, karena nona Hai Xiaotang sudah di pinang oleh orang yang sangat hebat, serta kastanya lebih tinghi dari kita"
" Aaapaa?? ucap putra mahkota dan adik2nya yang terkejut. Mereka sekarang tak bisa menjangakau Hai Xiaotang.
" Tolong rahasiakan ini, kemungkinan nona Hai Xiaotang tidak mengetahuinya. ucap Raja Long.
Para putra raja Long akhirnya mengerti, dan mereka hanya bisa pasrah tak bisa memilikinya. mereka sama sama hanya bisa menatap Hai Xiaotang dari jauh.
Hai Xiaotang seperti biasa, dia ceria dan mendatangi ayahnya yang sedang cemas. Ayahnya langsung menyambutnya.
" Tentu saja aku baik baik saja ayah, syukurlah aku tidak terpilih. Dengan demikan aku bisa sedikit aman.
" Hmm ucapanmu benar putriku, lebih baik kita menghindari konflik agar kita bisa tenang. Baiklah ayoo kita pulang sayang, sambil menarik tangan putrinya menuju ke gerbong.
" baiklah ayah, kebetulan aku juga merasa lelah, nanti sampai rumah ayah harus janji memijat kakiku.
" Hohoho, putriku kamu sangat manja.. ucap ayah namun hatinya merasa senang akan kemanjaan putrinya.
__ADS_1
Merekapun pergi meninggalkan istana dengan kereta kuda. Kereta kuda Tuan Hai sangat mewah terlihat dari dekorasi keretanya. Di tambah Kudanya yang sangat tinggi dan kuat menambah kemewahan kereta Tuan Hai.
Perjalan kali ini terasa sangat bahagia, ayah dan putrinya saling bercanda. Para pelayan dan Kusir hanya bisa ikut tersenyum melihat tingkah laku tuannya.
" Ayah.. apa boleh kita mampir dulu ke pasar?
aku ingin melihat perkembangan toko pakaian kita.
" Jangan khawatir, toko kita sangat ramai pengunjung. Banyak pengunjung yang membeli ke toko kita."
" Tapi ayah aku ingin merubah dekorasi di etalasenya. Biar oarang tidak bosan melihatnya.
" Bukanya tadi putri ayah bilang kalo merasa lelah? sambil melirik putrinya dengan gemas.
" ouuuh aku lupa, baiklah besok saja kota ke pasar, sekarang aku ingin istirahat agar bisa bermain dengan adikku yang ganteng.
Deg, tuan Hai merasa khawatir lagi, bisa bisa ibu dan anak berebut adik kecil. Ini akan menjadi buah simalakama buat ayah.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya.