
Gu Ana menempati rumah bekas pejabat yang sudah lama tak terpakai.
Konon Pejabat tersebut sudah meninggal dan semua keluarganya kembali ke kampung halaman.
Beruntung Gu Ana menempati rumah tersebut sudah di renovasi dan di bersihkan terlebih dahulu. Jadi rumah tersebut menjadi rapih dan nyaman di pandang.
" Nyonya kediaman utama ada di sebelah kanan, sebaiknya nona tinggal di sana agar lebih nyaman.
Disana tempatnya sangat luas, dan ada beberapa pohon yang rindang menjadikan tempat tersebut menjadi sejuk bila terik matahari," Ucap kepala pelayan yang bernama Wang Lie.
" Baiklah paman saya akan berada di sana saja, ucap Gu Ana.
Semua pelayan langsung dengan cekatan mebereskan barang bawaan Gu Ana.
Dua Minggu telah berlalu Gu Ana merasa nyaman tinggal di kerajaan Mo. Terkadang sang kakek selalu berkunjung secara rahasia demi melihat Gu Ana.
Untuk Ayah dan ibunya masih belum bisa berkunjung di karenakan takut ketahuan penyamaran Hai Xiaotang yang sekarang menjadi Gu Ana.
Hanya Kakek yang selalu memantau makanan dan kesehatannya. Tabib yang memeriksa Gu Ana adalah Tabib istana yang bisa di percaya.
__ADS_1
Dua Minggu di dalam rumah Gu Ana merasa bosan, dia mengajak 2 pelayan pribadinya yang bernama YinYin dan Qingyu untuk berjalan jalan melihat kota Mo.
Yinyin dan Qingyu menyetujuinya karena meteka tahu begitu bosan tuannya berada di rumah selama 2 minggu.
" Apa nona perlu ijin yang mulia Mo terlebih dahulu? tanya Yinyin
" aah tidak perlu karena kita hanya untuk berjalan jalan bukan untuk berpesta." ucap Gu Ana
Merekapun pergi naik kereta kuda yang di sediakan oleh kerjaan Mo. Gu Ana memilih kereta kuda yang sederhana agar tidak mencolok.
Mereka menikmati jalan jalan di kota, dengan keisengan Gu Ana dia membeli makanan jajanan pasar yang berjajar di pinggir jalan.
Dengan Asyiknya setiap jajanan di beli 3 pcs masing masing 1 untuk menikmatinya.
Mereka sangat bersenang senang tanpa mengenal waktu. Tiba Tiba " Bruuuk " Gu Ana menabrak seseorang sepertinya orang tersebut sangat kekar. Hampir saja Gu Ana terjatuh kalau tidak di tahan oleh orang tersebut.
" Maafkan saya Tuan, karena tidak melihat kedepan." ucap Gu Ana matanya sambil tetpejam karena takut orang yang di tabraknya marah.
" Bagus, sudah hamil besar masih tetap jalan sembarangan " ucap oarng yg tertabrak.
__ADS_1
Gu Ana merasa sangat kenal dengan suara itu, dengan terpaksa matanya terbuka dan dia sangat terkejut. " Aaaah Yang mulia Song Yu? Maafkan saya, sambil memberi hormat.
' Sudahlah, ayoo kita kembali ke rumahmu, sambil menariknya.
" Eeeh mengapa menariku? aku masih ingin makan jajanan pasar disini.
" Tidak boleh, kamu dudah cukup banyak makan !!!
" Memang kamu siapa? Kamu bukan suamiku.!!
" Baiklah mulai besok saya akan menjadi suamimu !!!
" Tidak bisa.. saya tidak mau ucap Gu Ana dengan emosi. Dia menghempaskan tangannya , namun saat beberapa langkah perutnya terasa sakit.
" Aaaah huuuuu huuu Sakit tangisnya"
" apa yang sakit ? tanya kaisar Song Yu, dengan cepat di menggendongnya ala bridal style.
" Aaah aku maafkan kau menggendongku, di masa depan kau tidak boleh menggendongku. Huu huuu
__ADS_1
" Jangan mwmikirkan macam macam, Ayoo kita pulang dulu, dimana keretamu? dimana pelayanmu ? tiba tiba saja Kaisar Song Yu juga ikutan panik.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa