
Gu Ana telah sampai di pintu istana, para pengawal depan gerbang sudah di tugaskan untuk menyambut Gu Ana.
" Maaf apakah ini adalah rombongan Keluarga Gu ? tanya pengawal depan.
"Benar kami datang dengan 4 gerbong" ucap salah satu pengawal Gu Ana.
" Baiklah saya akan memeriksa pergerbongnya, Sambil melihat sedikit ke setiap gerbong sambil mencatat. Saat ke gerbong harimau Salju pengawal gerbang terkejut akan harimau sedikit besar.
Semua gerbong telah di periksa, dan di persilahkan masuk, saat akan memasuki istana, semua pelayan dan pengawal di buat heboh.
Karena Masing masing Harimau Salju di tunggangi oleh si kembar 4. Terlihat harimau Salju yang tampak acuh tak acuh mendengar jeritan takut dan kekaguman melihat harimau salju.
Gu Ana hanya bisa tertunduk malu karena kehebohan rombongannya. Sesekali meminta maaf pada pelayan yang ketakutan.
Kasim Fu sangat senang Gu Ana datang, dia lalu memimpin jalan menuju istana ibu suri.
" Salam nona, sudah lama kita tidak berjumpa, Saya sangat kagum dengan anda melahirkan putra kembar 4."
" Salam juga Kasim Fu, terimakasih sudah menyambut kami. Tolong pimpin jalan menunu istana ibu Suri "
__ADS_1
" Baik nona, silahkan lewat sini." ucapnya sambil merenung di setiap langkah, mengapa wajah kembar 4 sangat mirip dengan kaisar Song Yu saat masih kecil, ucapnya dalam hati.
Tak berapa lama rombungan Gu Ana sudah sampai di pintu masuk istana ibu Suri.
" Yang Mulia ibu Suri, nona Gu Ana sudah datang."
" Persilahkan masuk ucap ibu Suri"
Kasim Fu langsung membalikan badan dan bicara pada Gu Ana. " Nona Gu silahkan masuk, namun mohon maaf harimau salju blm bisa masuk"
" Siapa bilang tidak boleh masuk? Suruh meteka masuk ucap suara ibu Suri dari dalam.
Gu Anan, keempat kembar serta harimau salju masuk keistana ibu Suri. Sedangakan para pelayan yang di bawa Gu Ana menunggu di dalam.
" Salam Yang Mulia, " Gu Ana langsung memberi hormat sambil menundukan wajahnya.
Kembar 4 juga memberi salam, walaupun usianya baru 3 tahun mereka lancar memberikan hormat karena mereka sangat pintar.
Tak mau kalah harimau salju jufa memberi salam, membuat ibu suri dan pelayan pribadinya tetkikik karena lucu.
__ADS_1
Gu Ana terkejut melihat ibu Suri, Dia adalah nyonya Fu yang pernah dia tolong saat di kuil.
" Yang Mulia maafkan hamba, saat di kuil hamba tidak mengenalmu. sambil memberi hormat lagi.
" Nona Gu jangan terlalu sungkan, kemarilah dan kalian bayi kembar 4 yang tampan juga kemari.
" Nenek, kami bukan bayi, kami sudah besar dan bisa melindungi ibu" ucap Song Lie
" Iya nenek kami bukan bayi " ucap 3 lainnya serempak.
" sayang kalian harus sopan, beliau adalah Yang mulia ibu Suri!!" tegas Gu Ana.
" Hohohoho.. tidak apa apa, saya sangat senang di panggil nenek. Baiklah nenek salah karena menyebut kalian bayi. Kalau begitu nenek panggil pemuda tampan saja bagai mana?
" Horeeeee kami sangat senang nenek" ucap kembar 4. mereka menghampiri ibu Suri yang tak sabar ingin memeluknya.
" Aaah para pemuda ini tak sabar ingin memeluk nenek, hahhahaa nenek sangat senang, ucapnya sambil memeluk keempat anak kembar.
Kebahagiaan ibu Suri tak bisa di ungkapkan, ini adalah hadiah terindah yang yang di dapatkan oleh ibu Suri.
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa