
Hai Yumen sangat senang mempunyai keponakan yang usianya tidak jauh darinya.
Dengan bangga sebagai paman dia membagikan masing masing mendapatkan 4 koin perak, Dan sisa koin yang ada di kantong serut dia sematkan dipinggangnya.
" Baiklah kalian sudah paman kasih hadiah pertemuan, sekarang ayoo kita betmain" ucap Hai Yuwen.
" Paman mau main apa? Kami akan ikut ucap song mo.
" Bagaimana kalau kita balap lari ?
" Baik " ucap keempat anak kembar.
Mereka balapan Lari, untung saja aula istana sangat luas jadi tak menghalangi anak anak berlari.
Namun Hai Yuwen merasa sedih, dia dikalahkan oleh para keponakannya. Dia yang paling terakhir sampai di garis Finish.
Hai Yuwen langsung menghampiri Hai Xiaotang, " Kakak beritahu rahasianya mengapa keponakanku tinggi besar?
Hai Xiaotang langsung menggendong adiknya, adiknya lebih tua usia dari para putra 2 tahun.
__ADS_1
" Adik sekarang kakak bertanya, apa adik masih minum susu? apa adik makannya teratur? apa adik selalu tidur siang?
" Mengapa barus melakaukan semua itu? aku kan sudah besar"
" Walaupun sudah besar tapi kamu dalam tahap pertumbuhan. makanya tubuhmu tidak tinggi dan cepat besar karena asupan gizimu kurang.
" Putriku tolong beri dia pengertian agar selalu makan tepat waltu dan istirahat secukupnya. Dia selalu terobsesi ingin menjadi kuat agar bisa melindungimu, ucap ibu Lin Xier.
" Aaaah manisnya adiku sambil mencium kedua pipinya"
" Kakak kamu jangan menciumku lagi karena aku sudah besar, sebagai seorang pemuda tidak baik selalu di cium wanita.
" Aah mmm bukan seperti itu!! karena aku sudah besar. Sambil memaksa turun dari gendongan Hai Xiaotang.
Hai Xiaotang dan orang dewasa lainnya hanya bisa tersenyum bahagia melihat cengkrama adik dan kakak.
Lain lagi dengan para putranya yang kembar dia sangat cemburu pamannya di gendong dan cium oleh ibunya. Mereka langsung mendekati Hai Xiaotang dan merentangkan tangannya.
Hai Xiaotang menjadi panik entah dia harus tertawa atau menangis, karena dia tak akan bisa menggendong keempat orang anaknya.
__ADS_1
tanpa diduga, ayah, ibu dan kakek Mo langsung membantu Hai Xiaotang menggendong anak kembar.
Mereka menjadi senang di gendong nenek, kakek, dan kakek buyutnya. Hai Yuwen menjadi sedikit murung, dia menyesali tidak mau di gendong
Padahal keponakan keponakannya yang tinggi besar darinya masih ingin di gendong. Kaisar Song Yu melihat kekecewaan Hai Yuwen, dia langsung menggendong Hai Yuwen dan di tempatkan dibpangkuannya.
Hai Yuwen dan yang lainnya sedikit terkejut akan sikap Kaisar Song Yu yang begitu hangat pada keluarga.
Hai Yuwen menatap kaisar Song Yu dan setelah melihat raut wajah kaisar Song Yu ramah dirinya jadi tenang dan merasa nyaman di pangkuannya.
Akhirnya Kedua keluarga itu saling melepas rindu dan bercengkrama dengan bahagia. Tak ada lagi raut kehawatiran ayah,ibu dan kake Hai Xiaotang melihat kaisar Song Yu yang begitu sayang pada keluarga.
Tak berapa lama keempat anak kembar langsung memperkenalkan 4 harimau saljunya pada paman kecil. Mereka bermain bersama dengan keepat harimau salju.
Harimau salju seolah mengerti kalo Hai Yuwen adalah keluarga anak kembar. Jadi mereka memberikan wajah pada Hai Yuwen. Sangat jarang Harimau salju akrab dengan orang lain.
Mereka pasti akan ganas pada orang yang berniat jahat dan orang tak di kenalnya. Mereka hanya patuh pada pelayan yang memberi makan dan keluarga 4 anak kembar.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..
__ADS_1