
Gu Ana dan Kaisar Song Yu sudah tidak begitu canggung lagi saat bertemu. Mereka menjadi dekat dan saling bertukar pikiran saat sedanga ada masalah.
Entah mengapa Kaisar Song Yu menjadi nyaman dan merasa ketagihan untuk bertemu dengan Gu Ana.
Selir Selir di kerajaan Kekaisaran sudah enggan mengusik Kaisar, ada rasa trouma yang menghantuinya. Bila mereka mengingat hukum cambuk yang di berikan kaisar terasa sakit dan perih di sekujur tubuhnya.
Di Sebuah Kuil, seorang Pandeta tua sedang memberi arahan do'a kepada seorang wanita paruh baya.
" Muridku yang saleh, teruslah berdo'a agar semua keinginanmu tergapai." ucap Pendeta Kuil.
" Baik guru.. mohon bimbingannya" ucap wanita paruh baya.
" Baiklah kita sama sama berdo'a lagi."
Kuil di puncak gunung itu sangat asri, dan megah. Konon pendeta kuil ini terkenal dengan guru suci.
Semua dari penjuru selalu datang untuk menemuinya. Dikarenakan banyak yang ingin bertemu, Guru suci tersebut akan menjadwalkan setiap 1 bulan sekali untuk bertemu dengan umatnya.
Hari Hari di Restoran Rumah Teh sampai saat ini tidak pernah sepi dari pengunjung.
__ADS_1
Para warga kota kekaisaran sangat berterimakasih kepada nona Gu.
Mereka sudah di perbolehkan sekolah tanpa di pungut bayaran. Karena kelas semakin banyak yang mengikuti pelajaran.
Mau tak mau Tuan Yin berinisiatif mengajak teman temannya untuk membantu mencerdaskan para siswa di kota kekaisaran.
Gu Ana menjadi senang dan dan tenang dengan adanya tuan Yin. Sekumpulan cerita sudah di tulis oleh tuan Yin. Jadi Gu Ana sudah harus mulai memikirkan kehamilannya.
Saat Gu Ana sedang duduk menikmati halamannya, tiba tiba Gu Lan datang membertahu bahwa kereta dari kerajaan Mo sudah datang.
Gu Ana sudah menyiapkan semua keperluannya, jadi dia tak masalah bila di jemput secara mendadak.
Namun Gu Ana dengan keras kepala tidak ingin mereka ikut karena Restoran rumah teh sedang bagus penjualannya.
Dengan berat hati mereka hanya mengantar sampai gerbang.
Dengan bercucuran air mata mereka enggan di tinggalkan oleh Gu Ana.
" Kakak pertama.. kamu harus jaga dirimu baik baik. Jangan pernah lupa menulis surat untuku, Hik Hik Hik... ucap Gu Lan sambil menangis.
__ADS_1
" Kalian ini.. saya pasti akan kembali, jadi kalian harus jaga diri baik baik. Saya juga pasti akan membuat surat pada kalian.
Tolong jaga Rumah Teh ini dengan baik, sampaikan salamku pada Gu Ning dan Gu Mey.
" Hik Hik baik saya akan menjaga dengan baik." ucap Gu Man.
" kami juga akan memberitahukan kakak ke Dua dan adik bungsu kalo kakak pertama akan pergi ke kerajaan Mo.
" Baiklah saya pergi dulu, jaga diri kalian.. sambil menghapus air mata kedua adiknya.
Saat Gu Ana akan naik kereta, tuan Yin datang sambil ter engah engah, " Nona Gu pertama, hati hati di jalan jaga dirimu baik baik..
" Terimakasih tuan Yin atas bantuanmu selama ini, saya akan merepotkanmu lagi, tolong jaga kedua adikku , Rumah Teh dan murid murid yang sedang belajar. Saya percayakan padamu.
" Baik saya akan menjaganya, nona Gu pertama jangan menghawatikan semuanya. Tolong beritahu kami kalau bayinya sudah lahir.
" Terimakasih tuan Yin saya pergi dulu, selamat tinggal semuanya" sambil melambaikan tangan. ada rasa enggan meninggalan keluarga barunya.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1