
Gu Man dan Gu Lan tersadar kembali dalam suasana ling lungnya. Mereka langsung berkemas untuk pulang dan tak sabar untuk menghitung keuntungan hari ini.
Sesampainya di rumah Gu Man dan Gu Lan langsung membersihkan diri dan menghitung keuntungan hari ini.
" Ternyata apa yang kakak pertama benar, tanpa dia di Rumah Teh juga penghasilan kita sama sekali tidak berkurang." ucap Gu Man
" Tentu saja, kakak pertama memang orang yang bisa melihat kedepan. Aaaah semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan. ucap Gu Lan
" Iyaa Kakak pertama pasti selamat, aku sudah tak sabar untuk melihat keponakanku."
mereka asyik berbincang, pelayan paruh baya langsung memberikan teh pada kedua tuannya.
Dan tanpa sadar dia ikut bergabung dalam pembicaraan kedua tuannya.
" Nona ketiga dan nona ke empat hamba ingin bicara jujur pada kalian, hamba selama ini sangat tersiksa ucap pelayan paruh baya yang bernama Aju.
" Ada apa nyonya? katakan apa keluargamu ada masalah ? betapa uang yang di perlukan oleh nyonya Aju?
" Bukan masalah keluarga hamba , dan hamba berkecukupan semenjak tinggal di sini, nona jangan memikirkan itu, "
__ADS_1
" Lalu apa yang ingin Nyonya katakan? tanya Gu Man .
" Itu.. sebenarnya nona Pertama sepertinya dia hamil bayi kembar lebih dari 1.
" Apaaaaa??? Gu Man dan Gu Lan sama sama tetkejut. di jaman ini sangat berbahaya kalau seorang ibu melahirkan anak lebih dari 1 orang.
" Itu hanya perkiraan hamba saja nona, makanya saya juga bingung untuk mengatakan pada nona.
" Baiklah terimakasih atas pemberitahuannya, baiklah ayoo kita pergi menyusul ucap Gu Man.
" Lalu bagai mana dengan Rumah teh ini ? tanya Gu Lan.
" Aaah aku sangat setuju, nyonya Aju juga mahor dalam membuat makanan." ucap Gu Lan.
" Baiklah sudah di putuskan, yang bertanggung jawab Rumah Teh adalah tuan Yin dan yang bertanggung jawab dapur Restoran adalah nyonya Aju.
" Nona.. mohon maaf apa hamba pantas di berikan kepercayaan ini? tanya nyonya Aju
"Tentu saja, Nyonya adalah yang paling terbaik." ucap Gu Man.
__ADS_1
" Iyaaa nyonya adalah yang terbaik " ucap Gu Lan.
" Baiklah kalo nona sudah mempercayakannya pada hamba yang bodoh ini .
Merekapun membuat perencanaan untuk waktu yang lama, mereka membuat jadwal menu spesial setiap harinya.
Nyonya Aju sangat senang di percaya untuk terjun ke dapur restoran. Dia tak pernah bermimpi untuk bisa bekerja di dapur restoran.
Hatinya sangat bangga, walaupun nanti hanya sementara bekerja di dapur restoran. Namun dia tak akan menyia nyiakan kepercayaan ke dua nona yang telah mensuportnya.
Setelah mereka selesai membuat jadwal menu dan pekerjaan pada nyonya aju dan pelayan lainnya. Mereka beristirahat untuk menjalani perjalanan panjang menuju kerajaan Mo.
Kedua saudari ini sangat cemas memikirkan kakak pertamnya melahirkan keponakan yang lebih dari 1.
Mereka sudah merencanakan membawa dukun bayi lebih dari satu untuk membantu persalinan kakak pertamanya.
Sementara itu, Gu Ana sudah hampir sampai di kerajaan Mo. Perjalanan yang memekan waktu hampir 2 minggu karena banyak berhenti di sepanjang jalan membuat perjalanannya molor.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1