Maafkan Aku .... Putri

Maafkan Aku .... Putri
Perayaan Hari Kematian


__ADS_3

Keesokan Harinya jalan jalan di penuhi oleh semua Warga Kota Kekaisaran. Mereka turut bersedih akan kematian sang Ratu.


Hari ini adalah Hari peringatan ke 14 hari kematian Ratu. Perayaan ini dillakukan untuk menghormati kematian Ratu


Semua semua warga memakai baju putih sebagai penghormatan pada sang Ratu. Rombongan istana berjalan menuju ke kuil untuk menyimpan sementara abu Ratu.


Yang membawa Abu Ratu sendiri adalah Kaisar Song Yu. Tampak terlihat sedih dan kedua matanya seperti panda di karenakan tidak bisa tidur.


Saat berjalan tanpa sengaja dia beardu pandang dengan Hai Xiaotang. Deg .. Hai Xiaotang sangat terkejut dan takut, dia lalu memalingakan wajahnya serta berusaha pergi dari kerramaian.


Sedangkan Kaisar Song Yu sendiri melihat seorang gadis cantik dan mata yang bulat, seolah dia tak asing dengan gadis itu. hatinya bertanya apakah dia mengenalnya ? kalo mengenal siapa dia ? matanya sangat tak asing buatnya.


Kaisar Song Yu lalu tersadar, dia masih membawa abu istrinya. Dia sangat menyesali, padahal dia yang selalu mengejar Hai Xiaotang. Teringat saat Hai Xiaotang membuka benda pusaka miliknya yang mebuat cahayanya sampai ke atas langit.


Dia langsung memburu sebuah cahaya yang ada di tangan Hai Xiaotang. Dia sempat melihat diatas genting kecantiakan Hai Xiaotang saat tidur.

__ADS_1


Namun entah mengapa setelah menikahinya, dia di sibukkan oleh pekerjaan. Seakan pekerjaannya yang tiada berujung.


Kalau saja Selir Favorit tidak datang, dia akan terus bekerja. Dan memang yang lebih dominan mengejarnya adalah selir favoritnya He Waning.


Mau tak mau dia harus selalu berasamanya, karena Selir Favorit dengan bahagia menyerahkan diri untuknya.


Dalam keadaan sedih sambil berjalan, dia mengingat kemarahan keluarga Hai Xiaotang. Dia tanpa daya untuk melawan karena semua adalah kesalahannya.


Sehari sebelum peringatan, ayah dan kakek Hai Xiaotang marah padanya. karena tidak bisa menjaga Hai Xiotang dengan baik.


Kalau saja kakek dan Ayah mertuanya tidak diingatkan oleh penasehat hukum, mereka akan di hukum gantung karena telah memarahi Kaisar.


Peejalanan menuju kuil sebenarnya dekat, namun dikarenakan banyak warga yang menyaksikan jalanan menjadi sempit sehingga mengganggu rombongan kerajaan.


ayah dan kakek ada di barisan ke 20 karena kaisar dan para selir ada diurutan depan.

__ADS_1


Xio Ran dan Su Lan menjalankan aksinya yang di perintahkan oleh Hai Xiaotang.


Mereka menyelipkan Kertas ketangan ayah dan kakek. Tanpa banyak suara ayah dan kakek saling pandang dikarenakan rasa khawatir dan penasaran untuk membuka kertas yang di berikan.


Namun di karekan situasi yang tidak memungkinkan, ayah dan kakek menunggu acara peringatan berakhir.


Upacara peringatan alhirnya sampai ke Kuil, para warga hanya bisa mengantar dengan tatapan dan tidak bisa datang ke Kuil.


Banyak Warga yang menangis atas kepergian Sang Ratu. Hai Xiaotang menjadi terharu melihat warga kota kekaisaran melepas kematiannya dengan tangisan


Padahal Hai Xiaotang belum memperkenalkan diri pada warga. Dia sudah tinggal 2 bulan di istana Kekaisaran. Namun Sang Kaisar seolah enggan memperkenalkan ratunya pada warga.


Hai Xiaotang berjanji akan membangun kota kekaisaran untuk warga di kota, sebagai ucapan terimakasih karena warga kota kekaisaran sangat menyayanginya.


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa

__ADS_1


Jangan lupa like dan comentnya.


__ADS_2