
Raja Nan Jing meninggal degan tenang, tak ada yang bisa membayangkan kematiannya bisa di lumpuhkan oleh seorang Kaisar yang masih muda.
" Yang muliaaaa Nan Jing huuuu huuuu huuu
para pengikut beserta jendralnya menangis akan meninggalnya Raja yang mereka hormati.
Mereka sangat menyesal telah mempropokasi Kaisar Song Yu yang ilmunya ternya lebih tinggi dari mereka.
Hujan dan petir tiba tiba berhenti, semua aktivitas peperangan sudah berakhir. Kemenangan ada di pihak Kaisar Song Yu.
Sisa Pasukan Song Yu yang masih hidup membereskan semua mayat dan sebagian membuat kuburan yang layak untuk rekan seperjuangannya.
Dan sebagian lagi membereskan musuh untuk di tahan sebagai tawanan perang.
Para tabib yang di bawa oleh Kaisar Song Yu terlihat sibuk mengobati semua luka yang ada di pasukan.
Mereka juga mendirikan tenda tenda darurat untuk beristirahat. Akhirnya meteka bisa beristirahat setelah perjalanan panjang dan peperangan yang dahsat.
Saat para tabib mendengar bahwa Kaisar Song Yu terluka, mereka dengan cepat menunjuk salah satu tabib untuk mengobati Kaisar Song Yu.
__ADS_1
Kaisar Song Yu hanya bisa diam saat diobati, namun pikirannya melayang mengingat sebuah cahaya yang membantunya.
" Mengapa sebuah cahaya bisa membatuku? dengan kekuatan cahaya itu pihak musuh langsung kalah. Saat saya menghunuskan pedang pada Raja Nan Jing tiba tiba semua ilmu sihirnya hilang. ucapnya dalam hati.
" Sepertinya saya sangat mengenal cahaya itu, tapi dimana? dan kapan terjadi ? masih dalam hatinya penuh tanya.
Kaisar Song Yu masih memikirkan cahaya yang membantunya. Segala bentuk sihir di kerajaan Nan Jing hilang karena pusatnya ada di Raja Nan Jing.
" Yang Mulia lukanya sudah selesai diobati, lukanya jangan dulu terkena air selama 1 minggu.
" Hemm" ucapnya sambil membaringkan tubuhnya di dalam tenda darurat.
" Beristirahatlah lusa kita akan kembali." ucap Kaisar Song Yu.
" Baik Yang Mulia hamba akan tetap berada di dekat Yang Mulia.
" Apakah kamu tahu ? peperangan tadi aku di bantu oleh sebuah cahaya? tanya Kaisar
" Ya Yang Mulia hamba melihatnya". ucap pengawal bayangan.
__ADS_1
" Sepertinya Cahaya itu tak asing, apakah kita pernah melihat cahaya itu?
" Maaf Yang Mulia, Cahaya itu mengingatkan Hamba saat pertama kali Yang Mulia Mengenal dan ingin mengejar Permasuri Hai Xiaotang"
" Yaa Betul Cahaya itu persis sama dengan almarhum Hai Xiaotang," ucap Kaisar, tiba tiba air mata Kaisar Song Yu menetes dengan deras.
" Hai Xiaotang, Walaupun aku telah menyakitimu, kamu sudah meninggalkanku tapi mengapa kamu menolongku ? tanyanya dalam hati.
Kaisar Song Yu tubuhnya menjadi lemas, dia kini sangat menderita. Hatinya sangat sakit mengenang Hai Xiaotang.
Dia menangis menyesali perbiatan masa lalunya. Seandainya bisa mengulang kembali dia akan mencintai sepenuh hati.
Kaisar Song Yu meratapi kesedihannya. pengawal bayangan tidak tahu mengapa Kaisar Sing Yu menagis dan sedih.
Pengawal bayangan langsung keluar untuk memberikan waktu kesendirian Kaisar Song Yu.
Keesokan harinya wajah Kaisar Song Yu terlihat menjadi lebih tua dalam semalam. Dia tak henti hentinya memikirkan Hai Xiaotang. Dia merasa bersalah dan berutang budi.
Semua Jendral dan pasukan menjadi bingung, harusnya kemenangan perang yang dahsat ini menjadi sebuah suka cita buka menjadi kesedihan.
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa