
Nyonya Fu sebenarnya enggan di tinggalkan oleh Gu Ana, dia tahu Gu Ana sedang hamil tua. Hatinya merasa nyaman saat bersama dengan Gu Ana. Dia berharap cucunya mendapatkan istri sebaik Gu Ana.
Saat khusu berdo'a, tak terasa hari sudah menjelang sore. Nyonya Fu berserta pelayannya meninggalkan kuil pertama menuju ke kuil puncak.
Gu Ana dan para pelayannya melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Mo.
Sementara itu di kota kekaisaran, Rumah Teh masih beroperasi seperti biasa. Tuan Yin dengan pasih membacakan cerita yang di tulis olehnya.
Semua pengunjung sangat menikmatinya, tanpa di sadari hari sudah menjelang malam. Setiap cerita yang dibacakan oleh tuan Yin sangat seru.
Dengan berakhirnya cerita, para pengunjungpun satu persatu membubarkan diri. Dan mereka berharap esok hari akan mendengarkan cerita yang lebih seru lagi.
Tuan Yin merasa lega telah menyelesaikan tugas berceritanya. Terkadang dia merasa mentertawakan diri sendiri. Dia adalah sarjana muda yang di kenal dengan kepintarannya.
Namun dia hanya terjun sebagai seniman untuk bercerita di Rumah Teh.
Dan Dia juga tidak menyangka, penghasilan dari menjual buku cerita bisa membuatnya sangat kaya.
Awalnya kedua orang tuanya sangat malu dengan profesi putranya sebagai seniman. Putranya telah membuat bangga keluarga dengan pencapaian sarjana muda yang pintar.
__ADS_1
Namun orang tuanya tak menyangka dengan penghasilan putranya yang sangat besar bisa menghasilkan pundi pundi emas.
Dengan Berat hati kedua orang tuanya menyetunui semua keputusan putranya.
Tuan Yin sekarang merasa tenang, dengan di suport oleh kedua orang tuanya.
" Tuan Yin sudah akan pulang? tanya Gu Man .
" Aah iya nona Gu ketiga, saya akan pamit untuk pulang.
" baiklah terimkasih atas kunjungannya, dan mau menggantikan kakak pertama, ucap Gu Man.
Saat Gu Man dan Gu Lan akan menutup Rumah Teh, tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara yang tak asing.
" Nona Gu ketiga dan nona Gu keempat, dimana nona Gu pertama? tanya Kaisar Song Yu.
" Salam Yang mulia,.. Kakak pertama sedang menuju ke perjalanan kerajaan Mo.
Tadi Pagi Kakak pertama di jemput oleh saudaranya.
__ADS_1
" Aapaa!! mengapa tidak ada yang memberitahuku? Kaisar Song terlihat sangat marah karena Gu Ana pergi tanpa pamit.
Tanpa menunggu lama, 2 pengawal bayangan datang dengan sekali jentikan jari.
" Baguuus, kalian tidak memberitahukan keberadaan nona Gu !!
" Ampuun Yang Mulia, hamba pantas mati, Saya sudah menyampaikan kepada Tuan Kasim Fu, Ucapnya sambil memberi hormat.
Lalu Kaisar Song Yu mengingat lagi kejadian di pagi hari, ternyata dia yang salah. Saat kasim Fu akan bicara dia langsung di bungkam dengan tangannya agar tidak bicara.
Karena kaisar Song Yu yang bersalah,dia langsung meninggalkan Rumah Teh. Dia menjadi kesal pada dirinya sendiri.
Kalau saja dia tidak menutup mulut kasim Fu, mungkin dia sudah tahu dari pagi. Kedua tangannya dikepal erat karena menahan emosinya.
" Baiklah semua ini adalah salahku, aku akan pergi menyusul setelah pekerjaan di istana sudah beres. Nona Gu Ana tungguu aku .. ucapnya dalam hati sambil pergi menuju istana.
Para pengawal bayangan hetinya merasa lega, karena kepalanya masih utuh. Untung saja Kaisar Song Yu masih berbelas kasih padanya. Merekapun langsung menghilang dalam sekejap.
Sementara Gu Man dan Gulan hanya bisa garuk garuk kepala yang tak gatal karena masih dalam suasa bingung.
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa