
Akhirnya anak kembar 4 sudah bangun, ibu Suri sudah gemas ingin bermain dengan mereka.
" Apa kalian sangat lelah kesayangan nenek?
" Sekarang kami sidah tidak lagi lelah nenek buyut, ucap Song Lie. Namun kebiasaan Song Mo adik kecilnya selalu ingin di gendong.
Song Mo merentangkan tangannya berharap minta di gendong. Ibu Suri langsung menggendongnya, lalu mendudukan tubuh Song Mo di pangkuannya sambil menepuk nepuk kakinya.
" Bibi Zilling sebentar lagi akan membawa cemilan kalian."
" Horeee kami sudah tidak sabar makan cemilan buatan bibi Zilling, ucapnya serentak.
Tak lama bibi Zilling membawa cemilan, anak anak langsung menyerbunya dan duduk manis dekat ibu Suri.
" Song Mo apakah kamu tidak mau mengambil cemilannya? tanya ibu Suri karena Song Mo masoh duduk di pangkuannya.
" Saya masih ingin di peluk nenek" ucapnya.
__ADS_1
" kalo kamu tidak mengambil cemilannmu, nanti kak Song Lie akan mengambil jatahmu, ucap Song Yan.
Adik adik Song Lie tak bisa berbuat apa apa kalo kakaknya mengambil jatah mereka. Sudah menjadi suatu aturan dalam keluarga yang terlahir awal adalah orang yang harus di hormati.
" baiklah aku akan mengambil cemilanku, nenek buyut tollng turunkan aku, ucapnya manja.
Ibu Suri hanya bisa tersenyym mendengar celoteh anak anak. Memang benar Song Loe sebagai kakanya sangat rakus dalam makanan. Namun dia sangat bertanggung jawab menjaga adik adiknya.
" Kalian jangan khawatir, kalau cemilan kalian kurang nenek akan meminta bibi Zilling untuk membuatkannya lagi.
Sementara itu, Hai Xiaotang sekarang sudah punya tenaga. Dengan istirahat dan makan yang cukup Hai Xiaotang sudah terlihat energik.
Pintu kamar terbuka, para pelayan sudah bersiap siap melayani Hai Xiaotang. Hai Xiaotang merasa risih, sudah lama dia hidup mandiri untuk melayani dirinya.
Adapun pelayan di rumahnya hanya untuk menyiapkan makan, peralatan pribadi dan mengurus rumah.
" Yang Mulia sekarang sudah selesai medandaninya, silahkan Yang Mulia untuk datang ke tempat makan. Disana Yang Mulia Kaisar sedang menunggu.
__ADS_1
Hai Xiaotang Hanya mengangguk dan berjalan menuju ruang makan istana. Jarak ruang makan istana lumayan agak jauh. posisi ruang makan ada di tengah tengah bangunan istana.
Mungkin maksudnya agar tempatnya lebih dekat untuk anggota keluarga istana. Hai Xiaoyang bisa saja menggunakan tandu untuk menuju kesana. Namun Hai Xiaotang menolaknya bagaimanapun juga tubuhnya perlu berolah raga.
Sampai di ruang makan istana, Kasim Fu meneriakan kedatangannya. Hai Xiaotang melihat semua yang hadir, ada ibu Suri, suami dan keempat anaknya.
Ini adalah Sarapan pertama kalinya dalam keluarga istana kerajaan. Hai Xiaotang sedikit gugup. Untung saja kegugupannya di cairkan oleh anak kembar empatnya.
" Ibuuu apa kabarmu ? ucap kembar empat.
" Baik sayang bagaimana dengan ibu Suri dan kalian?
" Kami juga baik, ayoo kita lanjutkan makannya" ucap ibu Suri. Padahal Kaisar Song Yu ingin menyapa istrinya namun karena ucapannya di potong Ibu Suri jadi enggan mengatakannya.
Acara makan mereka sangat khitmat, tidak ada yang memulai bicara. Karena kesopanan harus tetap terjaga. Kembar empat sudah belajar sejak berumur 1 tahun. Jadi mereka sudah terbiasa makan tanpa banyak bicara.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..
__ADS_1