Maafkan Aku .... Putri

Maafkan Aku .... Putri
Terungkap


__ADS_3

Anak anak begitu bahagia menyambut ibu Suri, Ibu Suri juga ingin lebih lama bersenda gurau dengan ke empat anak kembar. Namun ibu Suri harus membereskan masalah yang masih mengganjal di hatinya.


" Anak Anak bermain lah di taman belakang, biarkan nenek dan ibumu bicara."


" Maaf nenek, kami tidak bisa meninggalkan ibu. Karena kami sangat sayang sama ibu." ucap Song Lie.


" Sebenarnya nenek menyuruh kalian main di belakang karena bibi Ziling membuat kue yang enak buat kalian. Dan tentunya harimau salju juga sudah di siapkan daging yang lezat buat mereka." ucap ibu Suri.


" apakah benar kuenya enak? tanya anak2 terbujuk saat mendengar kue enak. Mereka sangat jago makan. Seakan mengerti harimau salju pun ikut bahagia mendengar daging yang lezat.


" Tentu saja, kalo tidak enak kalian boleh memarahi nenek."


Mendengar ucapan yang meyakinkan ibu Suri akhirnya anak anak dan harimau menyetujui untuk bermain di belakang.


" Baiklah kami akan bermain di taman belakang untuk menikmati kue enak. dan harimau salju kami akan makan daging." ucap Song Mo.


" Ibu kamu harus menjaga diri, kami akan makan kue dulu " ucap song Wey.


Deg jantung Gu Ana merasa berdebar kencang, entah dia harus menangis atau tertawa mendengar anaka anak memilih kue dari pada menjaga dirinya.

__ADS_1


" Aaaaah bagaimana bisa kesetiaan kalian untuk menjaga ibu di tukar dengan kue dan daging buat harimau salju kalian " sambail terkikik.


Ibu Suri dan Ziling juga terkikik mendengar gurauan Gu Ana. Ternyata keempat anak kembar bisa di bujuk dengan kue. Ibu Suri tidak menyangka bahwa cicitnya sangat polos dan lucu.


" Ziling tolong bawa anak anak bersama Harimau salju ke taman, ada yang ingin saya sampaikan pada Nona Gu" ucap ibu Suri.


" Baik Yang Mulia " ucap Ziling, sambil membawa anak anak ke taman, sempat ada rasa takut melihat hari mau salju. Namun karena perintah dari ibu Suri dia berusaha untuk terlihat berani.


Setelah Ziling keluar bersama anak anak, Ibu Suri memandang Gu Ana dengan penuh rasa amarah.


" Berlutut !!!" Ucap ibu Suri Tegas.


" Katakan apa kesalahanmu?"


Deg Gu Ana berdebar lagi jantungnya, kali ini debarannya sangat kuat. Seperti bermain Roller Coaster.


" Masih tidak mau mengaku kesalahan mu?"


" Ampuuun Yang Mulia hamba mengaku salah" ucap Gu Ana ada rasa ketakutan dari suaranya.

__ADS_1


" Katakan apa saja kesalahanmu ?"


" Hamba sudah berbohong pada kerajaan ini, hamba pantas mati."


" Katakan semua, jangan di tutup tutupi" ucap ibu Suri dengan tidak sabar.


" Hamba sudah membakar istana, seolah olah hamba sudah tiada lalu mengganti jati diri dan..


" Dan apa ???"


" Dan melahirkan empat putra kembar." ucapnya lirih, dia sudah pasrah mendapatkan hukuman karena sudah membohongi kerajaan.


" Apalagi yang kau perbuat apakah ada yang belum di sampaikan ?


" tidak ada Yang Mulia, Hamba menjalani hidup seperti orang biasa.


" Baik karena kamu sudah mengakui kesalahan, maka kamu harus di hukum!!! ucapnya tegas


" hamba akan terima apapun hukumannya Yang Mulia sambil bederai air mata. Sejujur takut di hukum mati dan tak bisa melihat ke empat anak kembar lagi.

__ADS_1


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa


__ADS_2