Maafkan Aku .... Putri

Maafkan Aku .... Putri
Kebijakan 4 Anak Kembar Part 2


__ADS_3

Setelah para mentri saling memandang, mereka tiba tiba tersenyum seolah olah punya pemikiran yang sama. Bahwa keempat balita ini adalah anak ajaib mereka akan mengikuti rapat sampai usai.


Mentri Keuangan langsung berdiri " Hormat saya pangeran muda perkenalkan nama saya Chu Liuxi saya akan memberikan informasi mengenai uang kas kerajaan kita,ucapnya sambil menarik napas panjang.


Keempat anak kembar langsung memperhatikan Mentri Keuangan Chu Liuxi. Mereka memperhatikan satu persatu wajah para mentri agar mereka bisa mengenalinya.


" Uang kas saat ini memang sedang ada kendala, ini di karenakan uang pajak yang masuk tidak seimbang dengan pengeluaran untuk saat ini. Sebagai contoh tahun ini sangat banyak bencana demi bencana yang datang. Jadi uang kas terkuras habis untuk memberikan donasi korban bencana. Sedangkan untuk donasi korban bencana yang belum terdonasi kita masih membutuhkan 400 koin perak untuk para bencana.


" Kalau begitu apakah diantara paman Mentri ada solusi agar semua bisa berjalan lancar dengan keadaan uang kas yang sangat minim? tanya Song Yan.


Para Mentri hanya terdiam, tak ada satupun dari mereka yang ingin memberikan solusi. Dikarenakan di jaman kuno ini bila ada yang memberi pendapat pasti akan menjadi bumerang. Kalau pendapatnya bagus akan menjadi banyak teman. Namun bila pendapatnya kurang bagus pasti akan di kucilkan oleh para mentri yang lain.

__ADS_1


" Kalau dari paman Mentri tidak ada yang akan memberikan solusi, baiklah kami akan memutuskan solusi dari kami untuk di laksanakan, ucap Song Lie.


Semua Mentri wajahnya berubah, mereka takut solusi yang di berikan oleh para balita itu tidak akan ada mamfaat dan hanya alan membuang buang waktu.


" Yang Mulia Pangeran silahkan kemukakan pendapat para pangeran, ucap Kasim Fu.


" Paman Fu ada berapa jumlah para mentri dan staffnya? tanya Song Wei


" Kurang lebih ada 200 orang Yang Mulia Pangeran, ucap Kasim Fu.


" Baiklah para rakyat membayar pajak setiap bulannya. Dan paman Mentri bekerja untuk rakyat.

__ADS_1


Bukankah begitu?


" Benar Yan Mulia ucap para mentri serempak. Mereka tidak menyangka anak balita bisa bicara lantang seperti itu.


" Kalau begitu solusi dari kami, marilah kita patungan untuk rakyat yang terkena musibah. Minimal paman Mentri memberi donasi sebesar 2 koin perak dan untuk Staff minimal memberi donasi 1 koin perak." ucap Song Lie


Jleb semua mentri terkejut dengan keputusan para balita, mengapa oarng dewasa tidak pernah berpikir kearah sana. Semua pada egois untuk menyelamatkan harta tampa ingin membantu.


" Di mulai dari kami, kebetulan kami mendapatkan uang jajan dari bibi kami masing masing sebanyak 3 koin perak, kami akan mendonasikan 3 koin perak ini." ucap Song Lie lalu menyuruh Kasim Fu untuk membawa tas kain untuk di bawa keliling. Tas kain tersebut langsung di bawa oleh asisten kasim Fu untuk di bawa keliling mengitari para Mentri, agar mereka bisa berdonasi.


Masing masing masing anak kembar memberikan 3 koin perak kedalam tas kain yang menerupai karung. Semua para mentri melihatnya, mereka akan malu kalo mereka tidak memberikan donasi.

__ADS_1


Para Mentri langsung mengeluarkan dompet serutnya yang selalu di ikat di pinggangnya. Rata rata para mentri membawa uang setiap harinya di 10 s/d 20 koin perak. jadi kalau hanya memberikan 2 - 3 perak tidak akan merugikan mereka karena masih banyak sisanya.


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..


__ADS_2