
Kasim Fu merasa senang menggendong 4 anak kembar. Tak pernah ia bayangkan menggendong 4 anak kembar bisa sepraktis ini.
Kebahagiaan yang tak bisa dibeli oleh uang, dengan menggendong saja 4 anak kembar tertawa lepas. Terpancar kebahagiaan yang tak bisa di lukiskan.
" Nah ini adalah tempat kediaman kalian, paman sengaja memilih tempat ini karena kamarnya saling berdekatan".
" karena kami belum terbiasa di kediaman ini, kami minta tidur bersama dulu. Dan paman harus bercerita sebelum kami tidur."
" Aaah baiklah, entah mengapa paman jadi sulit menolak dari permintaan kalian. Kalau begitu ayoo kita ke ruang utama saja, kita menggelar tempat tidur yang besar agarbkalian nyaman."
" hemm" ucap empat kembar secara serentak.
Kasim Fu langsung memerintahkan pelayan yang berranggung di kediaman untung menggelar tempat tidur yang besar.
" Nah sementara tempat tidur kalian sedang disiapakan mari paman antar kalian untuk mengganti pakaian."
Keempat anak kembar itu menurut, mengikuti kasim Fu untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian anak anak langsung menuju ruang utama yang di gelar tempat tidur.
__ADS_1
" Paman ayooo mulai bercerita" ucap song Lie.
" Baik baik paman akan mulai bercerita, ayo dengarkan.
Kasim Fu mulai bercerita masalah peperangan di masalalu. Dimana Kakek keempat anak kembar ini selalu bertarung melawan musuh.
Sudah 1 jam Kasim Fu bercerita, namun anak anak masih belum tidur.
Dan yang membuat kasim Fu nangis darah adalah sudah bercerita selama 1jam anak anak masih pada semangat dan banyak bertanya.
Terkadang lasim Fu ingin kabur dan meninggalkan keempat anak kemabar ini, namun dia tak bisa melakukannya.
Selama ini dia sudah berburuk sangka dengan suaminya sendiri. Dan kesalahannya sebenarnya sudah tidak bisa di maafkan. Namun suaminya masih ingin bersamanya.
" Sayang sekarang titik permasalahannya sudah jelas apa kamu sudah memaafkanku?
" Yang Mulia seharusnya saya yang meminta maaf padamu, karena selama ini saya yang bersalah.
__ADS_1
" Baiklah ayo kita lupakan, saya sangat bahagia bertemu denganmu lagi. Sesuai janjiku aku sudah memulangkan semua selir diistanaku.
Sekarang hanya kamu seeorang di istana ini juga di hatiku.
" Apa yang Mulia tidak menyesalinya ?
" Tentu saja tidak, aku tidak bodoh dan tak mau kehilanganmu lagi. Jadi bolehkah aku melakukan seperti suami istri ?
Jleb wajah Hai Xiaotang memerah sampai ke telinganya. Hai Xiaotang ingin berlari dan menjauh dari suaminya. Saat akan berlari kencang tubuhnya tiba tiba tubuhnya terhenti.
Kaisar Song Yu yang melihatnya tersenyum, dia lalu menarik tangan Hai Xiaotang. Tubuhnya langsung di peluk erat.
Hai Xiaotang berontak dia ingin lepas dari pelukan suaminya. Jujur dia masih belum siap untuk memulainya. Dia juga bingung apa yang harus dilakukan karena sudah sangat lama dia tak pernah di sentuh.
Tanpa di beri aba aba Kaisar Song Yu melampiaskan hasratnya dengan lembut, hasrat yang terpendam selama bertahun tahun ini sekarang sudah terlampiaskan.
Karena lelembitan suaminya, akhirnya Hai Xiaotang hanya bisa pasrah menerima hasrat terpendam suaminya.
__ADS_1
Hai Xiaotang sudah memantapkan hati bahwa mulai sekarang dia akan mencintai suaminya. Ketulusan dan kesetiaan suaminya sudah diuji. Jadi apa lagi yang harus di ragukan oleh Hai Xiaotang.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..