
Paman Hai Xiaotang Yaitu Lin Ho dengan cekatan memberikan sedikit kekayaan kepada rombongan para kasim. Rombongan kasim sangat senang dengan buah tangan yang di bawanya.
Waktu yang telah di tentukan pun tiba, semua persiapan pernikahan yang di bawa oleh keluarga Hai Xiotang membuat rakyat terpana.
Bagaimana tidak? gerbong kereta yang mengantar Hai Xiotang sangat banyak. Ada puluhan kereta gebong yang beriringan mengantarkan Hai Xiotang.
Perjalan menuju Istana kekaisaran memakan waktu selama 3 hari. Hai Xiotang terlihat cemberut karena dia akan menikah.
Dia tak pernah membayangakan akan menikah dengan Kaisar. Selama dalam perjalanan Hai Xiotang merenung mengapa dia sampai di persunting oleh Kaisar.
Sisi lain keluarganya menjadi terangkat karena kastanya menjadi naik. Namun di sisi lain ayah dan ibunya merasa cemas.
Mereka tidak mengiginkan putrinya akan berada di keluaga kekaiasaran yang penuh dengan intrik istana.
Sebelum Hai Xiotang pergi meninggalkan kedua orang tuanya, Orang tuanya terlihat sedih, mereka menyesal tidak secepatnya menikahkan Hai Xiotang dengan pemuda bangsawan lain.
__ADS_1
Hai Xiotang berusaha tegar dan meyakinkan kedua orang tuanya kalo dia akan bahagia bersama dengan Kaisar.
Setelah perjalanan 3 hari, akhirnya rombongan Hai Xiaotang tiba di istana kekaisaran. Istana yang begitu besar dan megah.
Para Pelayan langsung merapihkan dandanan dan baju pesta pernikahan yang di kenakan oleh Hai Xiotang.
Di pintu istana, kaisar Song Yu sudah menunggu kedatangan Hai Xiotang. Dia langsung menyambut kedatangan istrinya.
Hai Xiotang di bimbing menuju aula kekaisaran. Terlihat para pejabat, raja raja di bawah naungan Kaisar Song Hadir menyaksikan pernikahan Kaisar Song Yu dan Hai Xiotang.
Warna merah ini berawal dari kepercayaan nenek moyang terhadap elemen seperti air, api, kayu, logam, dan bumi.
Warna merah sendiri melambangkan elemen api yang berarti keberuntungan dan kebahagiaan.
Busana tradisional pengantin ini memiliki ciri khas, seperti riasan kepala dengan belasan tusuk konde, penggunaan cadar, serta kain merah bermotif dengan sulaman emas untuk pengantin perempuan.
__ADS_1
Tampak kedua mempelai dengan pakaian merah mereka sangat menakjubkan. Mereka di pandu oleh Pandita. Untuk melaksanakan Proses Upacara Sembahyang “Cia Tao”,
prosesi ini dilaksanakan oleh beberapa tahap yang intinya melakukan penghormatan kepada Tuhan, alam, leluhur, orang tua dan kedua mempelai.
Upacara sembahyang ini diawali dengan sembahyang di rumah kemudian dilanjutkan dengan upacara sembahyang di klenteng dan kembali lagi di Istana untuk melakukan penghormatan kepada orang tua atau orang-orang yang dituakan.
Di Karenakan upacara pernikahan di laksanakan di istana, maka semua prosesnya sangat memakan waktu. Mau tak mau Hai Xiotang harus bersabar mengikuti semua urutan upacara pernikahannya.
Lain Halnya dengan Kaisar Song Yu, dia tampak sangat bahagia akan pernikahannya bersama Hai Xiotang. Bagaimana tidak, karena hanya Hai Xiotang akan memberikan keturunan untuknya.
Selama ini dia sudah betusaha menikahi beberapa selir, namun tidak ada tanda tanda selirnya akan mendapatkan keturunan.
Sejak di ramalkan Bahwasanya akan mendapatkan keturunan jika dirinya menikahi gadis yang mempunyai cicin yang menyinari ke atas langit. Dan semua itu ada pada diri Hai Xiotang.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya.