
Hai Xiaotang Terkekeh menlihat Kakek dan ayahnya terkejut.
" Ayaaah, kakeeek.. kangan terkejut seperti itu, aku juga awalnya khawatir dan cemas. sampai aku jadi diare bolak balik ke kamar mandi. Tapi di sisi lain saat aku diare aku juga tidak mau anakku ikut keluar.
Creek ayah menjentikan jelunjuknya ke dahi Hai Xiaotang,
" aauuuh sakit ayah ucap Hai Xiaotang.
" mana ada seorang ibu sepertimu, sedang diare tapi takut anaknya akan keluar juga, ucap ayah Serius.
" Sudahlah, sekarang kakek dan ayahmu bahagia kamu tidak meninggalkan kami. Namun Kau masih saja gadis nakal, kamu belum mati malah membakar uangmu duluan.
Apakah persediaan uangmu masih cukup?
" Kakek jangan khawatir, uang pemberian kakek masih cukup banyak. Sampai sampai saya belum menghabiskan 1 petipun."
" Berjanjilah saat kandungan mulai membesar kamu pulang ke tempat kakek. Kakek akan menyiapkan 1 tempat khusus untukmu di luar istana. Nanti akan ada orang yang menjemputmu, apakah kamu mengerti ?
" Baik kakek, memang kakek dan ayah yang terbaik ucap Hai Xioatang kedua tangannya sambil melingkar di tangan ayah dan kakek.
__ADS_1
" Putriku boleh ayah tahu dimana kamu simpan barang peninggalan ibumu?
" sebentar.." sambil mengeluarkan dompet kecil yang terikat dengan pinggangnya.
" ini dia coba ayah dan kakek melihatnya."
Saat cincin bermata biru itu di berikan pada ayahnya semua tampak terkejut. Bagaimana tidak, batu cicin itu terbagi menjadi 5 bagian dengan sangat rapih.
" Ayah mertua apa yang terjadi? mengapa batunya menjadi 5 bagian ? tanya ayah panik.
" Aku juga kurang paham, baiklah karena batu ini sudah terbagi 5 nanti akan kakek tanyakan pada guru suci di tempatku, ucap kake dengan wajah serius.
" kakek karena permata itu menjadi 5 bagian, tolong buatkan aku liotin desainnya yang bisa di pakai oleh pria maupun wanita.
setelah bercanda tawa penuh dengan kebahagaian, Hai Xiaotang juga memperkenalkan saudari angkatnya.
Ayah dan kakek merasa tenang, Hai Xiaotang di lindungi oleh 4 saudarinya.
Mereka akhirnya kembali dengan tenang, dan akan memberitahukan keluaganya kalo Hai Xiaotang masih hidup.
__ADS_1
Hari berganti, ke empat saudarinya sudah belajar etiket seperti nona nona besar lainnya. Mereka juga masing masing di beri kan 2 pelayan yang mendampinginya.
Rumah Hai Xiaotang menjadi ramai dengan adanya puluhan pelayan rumahnya. Selain belajar etiket Saudarinya, Hai Xiaorang juga menyuruh Xiaoran untuk belajar ilmu pengobatan.
Su Lan dan Lan lan untuk membuka restoran Rumah Teh.
Sedangkan Suer yang paling kecil untuk belajar ilmu pengobatan.
Di karenakan Hai Xiaotang jenuh, dia sesekali datang ke Restoran Rumah Teh, untuk melihat Su Lan Dan Lan Lan yang bekerja.
Restoran rumah Teh, masih sedikit pengunjung. Hai Xiaotang melihat ada sedikit panggung di ujung ruangan yang menghadap ke pelanggan.
Hai Xiaotang membeli Restoran rumah teh ini sangat beruntung, pemiliknya harus pulang ke kampung halamannya dan tak berniat akan kembali.
Pemilik restoran rumah teh ini sudah khawatir karena sudah menjualnya sangat lama, walaupun harga jualnya di turunkan juga tidak ada yang mau membelinya.
Mungkin restoran rumah teh ini berjodoh dengan Hai Xiaotang. dengan sedikit merenovasinya restoran rumah teh sudah terlihat indah.
Hai Xiaotang berjalan menuju panggung, setelah sampai dia duduk dipanggung itu sambil melihat beberapa pengunjung yang melihat kearahnya.
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya.