
Setelah memberikan waktu bercengkrama dengan anak anak, Kaisar Song Yu langsung berbicara serius pada putra putranya.
" Dengarkan ayah, ayah masih belum membereskan masalah ayah dengan ibu kalian. Jadi ayah mau minta tolong pada kalian untuk menjalankan tugas ayah.
" Yang Mulia !!! teriak Hai Xiaotang namun sebelum berbicara banyak ucapannya di potong kaisar Song Yu
" Dengar sayang kita harus percaya pada putra putra kita."
" tapii.. ucap Hai Xiaotang
" Tidak ada tapi, puyra kita sangat cerdas meteka bisa mengatasinya.
" Ayaah bila nanti kami sudah menyelesaikan pekerjaan apa boleh kami minta hadiah?
" Tentu saja, hadiah apa yang akan kalian minta?
" kami meminta adik perempuan" ucapnya serempak.
Raut Hai Xiaotang langsung memerah, entah apa yang ada di kepala putra putranya.
" Ehmm kalau begitu ayah akan bekerja keras buat kalian.
" Horeeeeee, Baiklah kami percayakan pada ayah urusan ibu. dan untuk urusan kerajaan serahkan pada kami.
" Kasim Fu.. " panggil kaisar.
__ADS_1
" Daulat Yang Mulia" sambil memberi hormat.
" Mulai besok, urusan kerajaan aku serahkan pada putra putraku. Apapun wewenang putraku tolong laksanakan!!!
" Apaaaa ?? " Kasim Fu ingin menangis darah, mengapa anak anak baru berusia 3 tahun sudah di beri mandat untuk mengambil keputusan.
" Apak kamu tidak mendengar ucapanku? ucap Kaisar sedikit emosi.
" Yang Mulia ini kerajaan bukan permaianan rumah rumahan.
" Aku tahu, makanya aku sangat percaya pada putra putraku dan kasim Fu.
" Hu hu hu hu.. kasim Fu menagis dalam hati. Dengan terpaksa dia menuruti kemauan sang kaisar.
Sedangkan keempat anak kembar sedqng cengar cengir kuda menatap kasim Fu yqng terlihat bingung dan sedih.
" Hmm iya pangeran.. paman akan membimbing kalian mari kita menuju ke tempat yang telah di sediakan untuk kalia.
" Paman karena bibi dari saudari ibu balm datang, kami mohon paman yang menggantikan Bibi."
" Apa yang harus paman lakukan? tanya kasim Fu bingung.
" Paman harus bercerita sebelum tidur, terserah paman paman akan bercerita apa."
" Hmm baik paman akan bercerita tentan si kancil bagaimana?
__ADS_1
" Paman itu cerita buat adik bayi, kami sudah besar. Paman cerita saja tentang peperangan dimasa lampau. ucap Song Yan.
"huuuuf" sambil tarik napas " apa bisa aku bercerita tentang perang pada anak yang tingginya belum sampai ke pinggangnya" ucap kasim Fu dalam hati.
" Baiklah ayoo anak anak kita lihat tempat kalian beristirahat. Mungkin ini hanya sementara saja, di masa depan kediaman kalian akan di perindah.
" Paman kami sangat lelah untuk berjalan."
" Lalu apa yang bisa paman bantu ?
" Hemm paman gendong Song Mo dan Song Yan di tangan. Sedangkan saya dan Song Wey akan memegang kaki paman.
" Ouuh baiklah paman akan mencobanya" Hmm untung saja aku banyak belajar bela diri. setidaknya keempat anak ini bisa aku gendong hahaha sudah lama aku tak bisa tertawa sejak kaisar Song Yu mulai besar, ucapnya dalam hati.
Keempat anak kembar dengan senang hati di gendong kasim Fu. Mereka tertawa lepas bahagia, para pelayan yang melihatnya langsung tersenyum.
Kerajaan yang sebelumnya kaku dan menakutkan, kini menjadi hangat. Dengan adanya suara berisik anak anak para pelayan menjadi sedikit terhibur.
Saat Kasim Fu berajalan melewati asrama kediaman para kasim, semua kasim keluar baik kasim tua maupun muda.
Mereka memberi hormat dan merasa khawatir, melihat Kasim Fu sebagai panatuanya.
" Tuan... maaf apa boleh kami membantu tuan menggendong tuan kecil ? ucap salah seorang kasim.
" Hahaha, tidak perlu.. apa kalian tidak tahu ? hari ini aku sangat bahagia menggendong para pangeran kecil ini. Besok kalian atur menjadi 4 kelompok untuk menjadi abdi keempat pangeran ini.
__ADS_1
" Baik tuan ki akan mengaturnya" ucapnya sambil memberi hormat atas kepergian tuan Fu.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..