Maafkan Aku .... Putri

Maafkan Aku .... Putri
Kembali Ke Istana Kekaisaran


__ADS_3

Semua terkejut melihat wajah Kaisar Song Yu 10 tahun lebih tua dari usianya dalam semalam. Mereka ingin bertanya namun takut marah.


Semua pasukan sebagian membantu juru masak agar lebih cepat memasaknya. Mereka ingin cepat cepat kembali ke kota kekaisaran.


Sementara itu, di sebuah kuil seorang nyonya tua sedang menunggu laporan dari pengawal bayangan. Tak lama pengawal bayangan datang untuk memberikan laporan.


" Jadi sudah di pastikan bahwa dia adalah cucu menantuku? " tanya sang Nyonya.


" Ampun Yang Mulia, semua berita yang saya sampaikan adalah benar.


" Baiklah, saya tidak akan memastikannya lagi ucap nyonya tua.


Tanpa sengaja guru suci datang, beliau tersenyum dan memberi hormat pada nyonya tua.


" Pulanglah, kamu sudah lama tinggal disini. Sudah waktunya kamu membereskan istana cucumu.


" Baikalah guru saya akan pamit, mohon petunjukmu.


" Cucu menantumu melahirkan anak anak yang berbakti, mereka menolong ayahnya di saat terjepit. Langit sangat menyayanginya, mereka di berkahi oleh langit." ucap guru suci.

__ADS_1


Nyonya tua yang tak lain adalah ibu Suri sangat bahagia, tak sia sia dia berdo'a lama demi mendapatkan keturunan cucunya.


" Baiklah Guru.. saya akan kembali keistana, saya akan membantu cucuku.


Guru Suci mengangguk dan memberi hormat, diapun pergi meninggalkan ibu Suri.


Fikarenqkan ibu Suri akan kembali ke istana, semua pelayan membereskan dan menyiakan semua keperluan ibu Suri diperjalanan.


Tampak wajah ibu suri sangat bahagia, dia tak sabar ingin bertemu dengan keturunannya dari kaisar Song Yu.


" Akhirnya anak nakal itu mempunyai keturunan, saya pasti akan memanjakan cucu menantuku bersama cicit cicitku. Terbayang sudah istanaku akan ramai dengan anak anak, gumam ibu suri.


" Namun apa ? tanya ibu Suri sefikit khawatir.


" Yqng Mulia harus menyiapkan hati yang lapang, karena anak anak pasti akan berisik"


" Hahahaha kalau itu saya sudah siap, seberisik apapun cicitku aku akan senang mendengarnya. Suara berisik mereka akan ku anggap sebagai nyanyian merdu " ucapnya.


" Yang Mulia sangat bijak, saya akan selalu mendukung Yang Mulia."

__ADS_1


" Baik.. baik ayoo kita cepat cepat berkemas, saya sudah tak sabar ingin bertemu dengan mereka.


" Baiklah Yang Mulia, sebentar lagi kereta kuda akan tiba di depan kita. Yang Mulia harus menjaga kesehatan agar samapi di istana Yang Mulia tetap segar.


" Hemm " ucap ibu Suri.


Tak lama kereta kuda datang, para pelayan langsung merapihkan membetulkan ruang kereta kuda agar ibu Suri merasa nyaman di perjalanan.


Setelah selesai merapihkan keteta kuda, ibu suri naik kereta di temani pelaya pribadi bernama Ziling.


Ziling sangat setia pada ibu suri, dia selalu menemani ibu Suri di saat susah dan senang. Dia sangat di sayangi ibu Suri Karena terampil dan sabar. Ibu Suri menganggap Xiling sebagai saudaranya.


Ziling juga tak pernah semena mena terhadap pelayan lainnya. Walaupun dipercaya sebagai pelayan pribadi Ibu Suri, dia tetap rendah hati.


Kadang Ibu Suri sangat kesal pada selir selir Kaisar yang tidak menghormati Ziling karena Ziling sabar dan rendah hati.


Untung para pelayan yang ada diistana selalu menghormati Ziling. Mereka enggan berdebat dan menghina Ziling karena Ziling sangat baik hati.


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa

__ADS_1


__ADS_2