
Gu Ana sedang melihat putra putra belajar ilmu beladiri . Sedangkan untuk gurunya adalah saudarinya Gu Man dan Gu Ning.
Pada awalnya anak anak sangat serius belajar ilmu bela diri namun saat Gu Ana datang mereka sengaja membuat kesalahan bersama.
" Song Li , Song Wey, Song Yun dan Song Mo, apa yang kalian lakukan? mengapa kalian buat kesalahan? tanya Gu Ning sedikit kesal.
" Bibi kami akan mendapatkan hukuman dari ibu, karena kami berbuat salah."
Gu Man Dan Gu Ning sangat terkejut akan ucapan 4 keponakannya. Mereka tak mengerti mengapa ingin di hukum, jelas jelas 4 keponakannya sangat pintar.
Keempat anak kembar itu langsung berbaris dekat ibunya.
" Ibuu kami buat kesalahan" ucap 4 anak kembar.
" Berapa kali kalian buat kesalaham? tanya Gu Ana.
" Dua Kali" ucapnya serentak
" Baiklah ibu akan memukul bokong kalian sebanyak dua kali, ayoo berbaringlah satu satu badannya di di pangkuan ibu.
__ADS_1
Anak kembar 4 dengan senang hati membaringkan badannya di pangkuan ibunya. tangan Gu Ana di tangkupkan agar ketika memukul pelan berbunyi Puk Puk.
Keempat anak kembar itu sangat bahagia di pukul ibunya. Mereka berlari kembali ke tempat latihan.
Namun saat para putra selesai di beri hukuman, Gu Ana tak tahu harus menangis atau tertawa, harimau saljunya anak anak juga ikut berbaris ingin di pukul.
" Baiklah kalian satu persatu berbaring di pangkuanku boar aku menghukum kalian." Seakan mengerti ucapan Gu Ana harimau salju datang kepangkuan Gu Ana, Gu Ana membelai dan menepuknya pelan.
Sama dengan tingkah putra putranya, harimau salju pun merasa senang di beri hukuman oleh gu Ana.
Gu Man dan Gu Ning terkikik, melihat kelakuan keponakannya. Mereka tak menyangka ke 4 harimau salju juga ingin di hukum.
" Kalian jangan terlalu serius untuk mendidiknya, usia mereka baru 3 tahun, 3 tahun adalah masa masa anak untuk bermain" ucap Gu Ana.
" Tidak Bisa Kakak, Mereka akan menjadi pemimpin yang tangguh" ucap Gu Man.
" Kalian jangan terlalu keras pada mereka, berikan saja sesuai porsinya. Biarkan seiringnya waktu mereka akan bisa menerimanya."
Gu Ning dan Gu Man menarik napas panjang, Namun mereka harus menuruti Gu Ana.
__ADS_1
" Baiklah kakak saya akan mendengarkanmu" ucapnya serentak.
Anak anak berlatih dengan keras, Gu Ana membawa 4 handuk untuk memyeka keringatnya masing bila sudah beres berlatih.
Gu Ana masih setia menunggu anak anak berlatih. Dia merasa bahagia anaknya tumbuh dengan baik.
Selama 3 tahun ayahnya menemui anak anak bisa di hitung dengan jari.
Gu Ana merasa tak masalah ayah anak anak tidak mengunjunginya, karena dia bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk mereka.
Tanpa terasa anak anak sudah selesai berlatih, dengan cepat Gu Ana menyuruh putranya berbaris. Mereka satu persatu di seka keringatnya. Setelah di seka mereka duduk di samping ibunya.
Gu Ana membawa minuman madu untuk menghilangkan rasa letih dan haus anak anak.
Anak anak sangat senang, tanpa henti mereka saling berbincang dan membanggakan dirinya karena sudah berlatih dengan baik.
Ada rasa bahagia di hati Gu Ana dan saudarinya, anak anak berprilaku baik dan tak pernah menanyakan ayah kandungnya.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
__ADS_1