
Jangan Lupa ya di awal bulan Juni Novel baruku mudah2an bisa menghibur..
Kecewa
" Ini yang terakhir kamu melakukan kebodohanmu, bila kamu masih terus mengganggu Sherly saya tidak akan tinggal diam !!! ucap David kepada istrinya.
" Mengapa kamu selalu membela Sherly? aku adalah istrimu, kejadian kejadian tadi bukan sepenuhnya kesalahanku ! ucap Aliza.
" Diaaam!!!, semua menjadi saksi bahwa kamu sudah mendorong Sherly. Kamu sudah berkali kali mencelakainya.
" Itu tidak seperti yang kamu lihat, ucap Aliza namun suaminya tak mempercainya. Kejadian tadi adalah sungguh di luar dugaannya, Serly adalah sekertaris David .
Dia terlihat mencintai suaminya, sebagi seorang istri yang cinta mati namun tak pernah terbalas dia ingin agar Sherly menjaga jarak dengan suaminya karena gosip di kantor semakin memanas.
Sherly sangat licik, dia selalu mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Aliza. Serly ingin Aliza dan David berpisah agar dia bisa bersama dengan David.
Namun siapa sangka saat suami Alisa berjalan di lorong menuju ruangannya dia melihat Sherly tejatuh, dan dengan mulut busuknya dia menangis dan berkata " nyonya saya mengaku salah saya berjanji tidak akan mendekati suami nyonya lagi, namun tolong jangan mendorongku seperti ini..
__ADS_1
" Hah aku mendorongmu? bukannya kamu tiba tiba duduk di lantai? ucap Aliza bingung. ternyata Serly mempunyai trik untuk menjebak Alisa.
Bagai di sambar petir David mendengar ucapan Sherly selaku sekertarisnya. Tanpa berpikir dia langsung menarik kencang tangan istrinya. dan membawa keruang kerjanya.
Didalam ruangan David dan Aliza berdebat masalah kejadian tadi. David tidak mempercayai semua ucapan Aliza.
Aliza menjadi kecewa, selama 3 tahun dia mengejar ngejar suaminya agar dia bisa membalas cintanya.
Namun selama 3 tahun berumah tangga dia tak pernah mencintainnya. Alisa sudah dengan berbagai cara agar suaminya mau menyentuh tubuhnya.
Dan dengan terpaksa 1 bulan yang lalu Aliza memberikan minuman yang membuat suaminya mabuk. Pada akhirnya Aliza di sentuh oleh suaminya berkali kali dalam 1 malam.
Dari kejadian itu suaminya tidak pernah mempercayai Aliza. Setiap melihat Aliza dia akan marah marah. Bahkan dia jarang pulang kerumah karena tidak mau bertemu dengan Aliza.
" Untuk yang terakhir kalinya aku bertanya apakah di hatimu ada ruang untukku? tanya Aliza dengan wajah yangbmenyedihkan dan berharap suaminya menjawab "ya...
Namun Aliza harus kecewa karena suaminya hanya memandang jijik dan berlalu pergi. Aliza meneteskan air mata dia sudah putus asa.
Dia lalu mengejar David sebelum David membuka pitu ruangannya.
__ADS_1
" tunggu.."
David terhenti langkahnya dia memandang lebih jijik lagi pada Aliza. Karena pekerjaannya jadi terganggu.
" Baiklah karena kamu tidak percaya padaku lagi aku akan pergi dan tak akan pernah melihatmu lagi. Namun sebelum saya pergi kejadian tadi kamu bisa lihat di cctv, ucap Aliza dan berlalu pergi.
Saat Aliza keluar dari ruangan kantor sudah sepi karena jam istirahat.
Aliza langsung masuk lift dan turun di lantai dasar. Pandangannya sedikit kosong langkahnya lunglai menuju keluar kantor.
Alisa berjalan di trotoar dia sengaja tidak membawa mobil karena ingin pulang bareng sama suaminya.
Saat Aliza masih asyik melamun kesedihannya, di sebrang jalan terlihat Dias sahabatnya melambaikan tangan.
" Aliza... Aliza... Woooiiiii aku disini.
Aliza terkejut ada orang yang memanggilnya, dia menggerakkan badan kearah sebrang jalan. Aliza tersenyum senang Hanya Diaz yang selalu ada dan mengerti akan dirinya.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..
__ADS_1