
Mau tak mau akhirnya para mentri menyumbangkan uang koin peraknya demi donasi ke daerah yang terkena bencana.
Karena merasa malu para balita menyumbangkan 3 koin perak mau tak mau para mentri banyak yang menyumbangkan lebih dari 3 koin perak.
Tanpa diduga tas kain yang seperti karung yang tadinya hanya di perkirakan 2 tas cukup ternyata 5 tas kain terisi penuh.
Semua pangeran kecil tepuk tangan karena mendapatkan donasi yang begitu banyak. Para Mentri turut bahagia melihat uang patungan begotu banyak.
" Baiklah semua uang terkumpul dengan banyak kalo begitu mari kita bantu berhitung, ucap Song Lie.
Para mentri maju beberapa orang utuk mewakili mentri yang hadir. Setelah semua uang koin terkumpul para Mentri yang menghitung sangat tercegang.
Hasil uang yang terkumpul melebihi uang yang di butuhkan. Semua para mentri sangat royal untuk memberikan donasinya.
" Apakah sudah dihitung semua uangnya? tanya Song Lie.
__ADS_1
" Melapor yang mulia semua uang sudah tergitung dan jumlah uang yang terkumpul ada 1600 koin perak, ucap mentri keuangan.
keempat balita itu langsung tepuk tangan " Terimakasih atas sumbangsih dan kebaikan para mentri. Baiklah semua uang ini akan saya serahkan pada mentri keuangan paman Chu Liuxi.
Para mentri mendengar dan melihat keempat tingkah balita kembar itu langsung mengaguminya. Masih balita saja sudah bijak bagaimana kalau mereka sudah besar, pasti negara akan damai ucapnya dalam hati.
" Selain itu sisa uang yang akan di donasikan akan di masukan kedalam kas negara. Dan saya minta kepada Mentri Tata Kota untuk memperhatikan agar tidak terjadi banjir. Kami akan memberikan Solusi pencegahan banjir yaitu dengan melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi.
Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru.
Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul. Pengolahan volume sampah yang tepat juga bisa membantu mencegah terjadinya banjir.
Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong, agar saat terjadi hujan deras, air tidak akan tersumbat dan mampu mencegah terjadinya banjir, ucap Song Lie yang mewakili para saudaranya.
Duaaar jeder jeder suara luapan hati para Mentri dan yang ikut rapat terguncang sebagian ingin pingsan. Mereka sangat terkejut anak balita bisa memberikan solusi pada orang dewasa mengenai masalah banjir.
__ADS_1
Semua yang hadir tersenyum miris seakan akan ingin membuka isi kepala balita itu ada apanya. karena dengan lantang tanpa salah kata memberikan solusi.
Semua Mentri membandingkan anak dan cucunya yang usianya sama dengan pangeran balita, setahu mereka anak serta cucunya tidak ada yang menyerupai sedikitpun kepintaran seperti pangeran balita.
Dalam hati para Mentri akan menanyakan pada Kaisar apa resepnya sehingga mempunya putra yang begitu pintar.
" Baiklah karena masalah donasi serta bajir sudah ada solusinya rapat kita tutup sampai disini, ucap Song Lie.
Para mentri memberi hormat dan membiarkan para pangeran keluar diikuti kasim Fu dan 4 asistennya.
" Hohoho Yang Mulia Pangeran sangat pintar, paman sangat kagum pada kalian sekarang kalian mau kemana?"
" Hoaaaam paman Fu sudah waktunya kami tidur siang kami sangat lelah, ucap Song Mo sambil keempat anak kembar berjalan sempoyongan.
" Ooouh baiklah ayoo anak anak satu persatu gendong para pangeran kecil untuk di tempatkan di kediamannya, ucap Kasim Fu pada asistennya.
__ADS_1
Tanpa di perintah dua kali para asisten kasim Fu langsung menggendong masing masing pangeran kecil.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf ya..