Maafkan Aku .... Putri

Maafkan Aku .... Putri
Di Berkahi Langit


__ADS_3

Tabib istana kerajaan mo datang da memeriksa denyut nadi Gu Ana. Pelayan dengan cekatan memasangkan kain tipis di lengan Gu Ana.


" Heeem memang sudah waktunya melahirkan ucap tabib istana kerajaan Mo.


Tabib dari kota menghela napas lega, karena perkiraannya sama.


Lalu memerintahkan semua pelayan untuk mempersiapkan air hangat dan memasang kain penutup untuk menghalangi tempat tidur.


Gu Ana sangat terkejut sekaligus cemas, dia belum pernah pengalaman melahirkan anak. Dia takut terjadi sesuatu pada anaknya.


Para tabib menunggu di luar layar, dan dukun beranak sudah berada di dalam layar. Mereka sudah mempersiapkan semua keperluan lahiran.


" Aaaaaaah " Gu Ana berteriak kesakitan, para dukun bayi memeriksa pembukaan di mulut rahim.


" Ooh sudah waktunya, ayoo kita ikat tangan dan kakinya agar lebih leluasa ucap salah satu dukun beranak.


Tangan dan kaki Gu Ana di rentangkan serta diikat di agar lahirannya tidak terhalang.

__ADS_1


Gu Ana tak bisa protes karena jaman ini adalah jaman dimana tidak ada alat alat canggih untuk membantu melahirkan, dia menuruti semua prosesnya.


Sementara itu Kaisar Song Yu merasa cemas, dia takut terjadi sesuatu pada Gu Ana. Dia ingin menemaninya.


Dan akhirnya Kaisar Song Yu memaksa masuk padahal tabib dan dukun bayi melarangnya karena masih tabu.


" Biarkan Yang Mulia ikut menemaniku, biar beliau tahu bagaimana sakitnya melahirkan," ucap Gu Ana. Gu Ana tidak mengerti anak dalam kandungannya melahirkan di saat ayah kandungnya ada.


"Apa ikatan bathin anakku sangat kuat dengan ayahnya? sampai melahirkan saja ingin ada ayahnya, gumam Gu Ana.


Dukun bayi bertindak cepat, mereka memasang layar tepat di bagian badan Gu Ana. Karena kaisar Song Yu ingin menemaninya.


" Aaaaaah sepertinya akubakan melahirkan, aaaaah mengapa sangat sakit dan perut ini sangat mulas sekali, hu hu hu... Ibu... Ayah... Maafkan aku, aku berjanji tidak akan balab motor lagi hu.. hu.. hu...


Cercau Gu Ana, srmua orang yang mendengarkan sedikit bingung karena blm pernah mendengar kata balapan motor.


" Sabar nona, semua akan baik baik saja ucap kaisar Song Yu.

__ADS_1


" Huu Huu Huu semua laki laki sama saja !! Ibu.. Ayah .. apakah kalian tahu hu hu hu.. di jaman ini aku menikah bukan hanya di duakan, tapi dilimabelaskan hu hu hu.. itu yang terhitung , belum yang tidak di hitungnya hu hu hu..


Deg jantung kaisar Song Yu terasa sakit, saat mendengar Gu Ana dilimabelaskan oleh suaminya. Suami macam apa dia sampai selirnya hampir menyamai di istana kekaisarannya.


" Sabar nona, saya berjanji bila nona menilah denganku tidak aka adalagi selir diistanaku," ucap kaisar Song Yu.


" Huu huu huu akubtak mau menikah denganmu hu hu hu.. aku takut kamu pasti tidak akan menepatinya hu hu hu...


" Saya bersumpah saya akan menepatinya" Tiba tiba" Duaaar Duar " suara petir sertai hujan angin datang. Sebagian Lampu minyak mati karena tiupan aingin kencang.


Semua pelayan dan pengawal langsung dengan cekatan menghidupkan lahi lampu minyak yang menempel di dinding.


Petir sangat bergemuruh disertai kilatan kilatan cahaya dari langit.


" Aaaaaaah aaaah aku mau melahirkan"..


" Ayooo tarik napas buang, ayooo keluarkan tenaganya, bagus bagus ayoo lagi kepalanya sudah keluar ayooo keluarkan tenaga, ucap dukun bayi.

__ADS_1


Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa


__ADS_2