
Tak terasa waktu sudah memasuki sore hari, merekapun bersiap siap untuk menyambut pengunjung.
Rumah Teh yang di kelola Su Lan dan Lan Lan namun sekarang berganti nama menjadi Guman dan Gu Lan. Rumah Teh nya menjadi terkenal, dan selalu ramai di kunjungi.
Walaupun hanya sekedar membeli cemilan dan teh, namun mereka sangat bahagia bila mendengar cerita walaupun cerita itu hanya khayalan.
Mungkin di jaman ini perlu hiburan, jadi hanya mendengar cerita saja mereka sudah sangat bahagia.
Sekarang Rumah Teh sudah di perluas dan di renovasi, bagian bawah di biarkan luas tanpa ada kursi, agar semua pengunjung bisa duduk di tengah ruangan.
Dan di bagian atas di sekat dengan kamar kamar agar pengunjung bisa lebih nyaman dan pribadi.
Kelebihan dari pengunjung yang menyewa kamar, mereka akan membaca buku cerita yg saat ini sedang di dengarkan.
Sebagian yang menyewa kamar teh adalah para bangsawan di kota kekaisaran. Setiap akan menyewa kamar, pasti akan mendaptar 1 minggu sebelumnya.
Karena penyewaan kamar tersebut sangat terbatas. Kelebihan bila menyewa kamar adalah pengunjung akan menikmati buku buku cerita sebelumnya ditambah 1 buku episode baru.
__ADS_1
Suasana hangat di ruangan, satu persatu mereka duduk di lantai yang di gelar dengan bantalan duduk yang hanya muat 1 orang. Mereka seperti sudah terbiasa mengambil bantalan duduknya. dan berjajar dengan rapih.
" Baiklah pengunjung yang budiman, di sini saya akan memperkenalkan Tuan Yin, kedepannya belaiu akan membacakan cerita ceritaku.
Atau bisa juga kalian membeli buku buku cerita yang sudah di salin oleh tuan Yin.
Tiba tiba seseorang mengankat tangannya, dia ingin menanyakan sesuatu padanya.
" Nona pertama Gu, bukannya saya tidak ingin membeli buku, tapi kami tidak bisa membaca.
Gu Ana tertegun, di jaman ini kemungkinan banyak yang belum bisa membaca. Berawal dari desa, mengadu nasib dan sukses.
" Baiklah dari semua pengunjung tolong angkat tangan siapa yang belum bisa baca? tanya Gu Ana.
50% pengunjung mengangkat tangan, mereka sangat antusias di saat Gu Anna menanyakannya.
" Kalau begitu, apakah kalian mau belajar membaca dan menulis ? tanya Gu Ana
__ADS_1
" Apakah bayarannya mahal? tanya salah seorang pengunjung.
" Untuk kalian yang berkunjung kesini saya akan tetapkan biayanya gratis. Dan bagaimana kalo mulai besok kita mulai.
Kalian hanya perlu membawa alat tulis saja, bagaimana?
" Wah kami sangat setuju nona pertama Gu, besok setelah kami bekerja kami akan berkunjung kesini lagi.
" kalo begitu ayo kita lanjutkan cerita Legenda Siluman Ular Putih, yang akan di ceritakan oleh tuan Yin.
Awal awal tuan Yin sangat gugup membacakan cerita. Namun setelah berjalan, tuan Yin mampu menguasainya.
Tidak begitu terlihat perbedaan antara nona Gu dan tuan Yin saat membawakan cerita.
Mereka sangat mahir dalam mengungkap kata seolah olah semua pengunjung terbawa alur ceritanya.
Bahkan mereka berimajinasi tentang para tokoh yang di ceritakan. Hai Xiaotang menjadi tenang, ada penganti untuk bercerita di Rumah Tehnya.
__ADS_1
Hai Xiaotang mendengarkan cerita dari tuan Yin sampai habis. Dia sangat puas atas pembawaan tuan Yin.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa