
Sam telah pergi, sementara Flora sibuk merapikan dirinya. Setelah menghabiskan waktu bersama, Sam selalu saja pergi terburu-buru. Flora tahu bahwa dirinya, hanyalah selingan namun ia masih saja merasa cemburu dengan keadaan dirinya.
Flora mengeluarkan selembar foto dari lacinya. Dan di sana terlihat sebuah foto, yang menampilkan dirinya bersama dengan seorang gadis kecil lainnya.
Setiap kali melihat foto tersebut selalu saja membuat jantung Flora berdenyut hebat. Kakak kembarnya yang telah lama berpisah dengan dirinya, adalah kenangan terburuk yang ia miliki. Kakak kembarnya itu selalu saja lebih dipandang dan diagung-agungkan oleh orang lain, bahkan oleh orangtuanya sendiri.
Sejak kecil, Flora sudah merasakan kecemburuan dan iri hati, mengakar di dalam dirinya. Kakak kembarnya yang bernama Sera itu selalu menjadi primadona dan angsa cantik. Berbanding terbalik dengan dirinya yang dianggap seperti bebek buruk rupa juga kerikil kecil. Tidak seperti Sera, Flora hanya merasakan pengabaian dari orang-orang sekitarnya. Meski dirinya dan Sera adalah anak kembar, Flora sadar diri bahwa ia tidak memiliki wajah yang cantik seperti Sera. Dan itu memang benar adanya.
Flora selalu berdoa pada Tuhan untuk meminta keadilan bagi dirinya. Dan doa itu akhirnya dijawab Tuhan. Setelah orangtuanya bercerai, Flora ikut dengan ayahnya sementara Sera bersama dengan ibunya. Tentu ... ibunya tidak akan pernah mau melepaskan Sera. Bahkan saat perebutan hak asuh, ayahnya sendiri lebih ingin membawa Sera ketimbang dirinya. Namun apa daya, ibunya mengancam akan bunuh diri, jika dipisahkan dengan Sera. Sehingga ayahnya memutukan untuk mengalah dan membawa dirinya alih-alih Sera.
Flora merasa dongkol setengah mati mendapat perlakuan ini. Namun ia memilih diam, dan merasa bersyukur karena akhirnya bisa menjauhkan dirinya dari Sera. Semenjak berpisah dengan ibunya, ayahnya menikahi seorang wanita karir yang sedang membangun kerajaan bisnisnya. Flora pun akhirnya memiliki ibu tiri. Beruntung setelah memiliki ibu tiri, Flora mendapat dukungan dan juga kasih sayang yang tidak ia, dapat dari orangtuanya karena itu Flora memaksa dirinya dengan keras untuk belajar dan membantu bisnis ibu tirinya. Berkat kerja kerasnya tersebut, Flora berhasil membantu bisnis ibunya dan juga mendapat kepercayaan.
Melihat prestasinya itu, secara perlahan-lahan ayahnya mulai memandang Flora dengan caa berbeda. Ada sedikit rasa hormat juga kasih sayang yang mulai ditunjukkan ayahnya pada dirinya. Ditambah pula, nama Sera mulai bergeser dari hati ayahnya. Flora yang menyadari hal ini, kemudian memutuskan untuk menjadi satu-satunya anak perempuan yang hanya boleh dipandang ayahnya. Maka Flora memutuskan untuk semakin mendalami bisnis dan pergi ke Amerika untuk belajar. Selain itu juga, Flora mengubah penampilannya dengan operasi plastik dan membuat dirinya menjadi terlihat sempurna.
Semua ia lakukan untuk menutupi kekurangannya. Dan semua usahanya itu membuahkan hasil. Kini ia selalu menjadi wanita yang dipandang terhormat, dan merasa bangga berdiri di samping ibu tirinya. Orang-orang terutama wanita merasa kagum juga cemburu padanya. Ia dikenal sebagai wanita kaya yang berkelas, pintar dan cantik. Ia adalah ikon dari wanita sukses. Namun orang-orang tidak pernah mengetahui latar belakangnya yang buruk.
Bertahun-tahun kemudian, Flora yang telah sukses mengubah kehidupannya dan menjalani kehidupan yang nyaman. Mendengar kabar bahwa ibunya telah meninggal dalam sebuah insiden kebakaran. Sementara kakak kembarnya Sera, dinyatakan hilang.
__ADS_1
Awalnya Flora berdukacita namun, di satu sisi ia merasa senang mengetahui bahwa Sera telah mati. Namun rasa senangnya itu tidak berlangsung lama. Suatu hari, Flora yang tengah berjalan-jalan di kota tidak sengaja melihat seorang wanita yang memiliki paras serupa dengan kakak kembarnya.
Flora mengira itu hanya kebetulan. Namun anehnya, firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu dari wanita itu. Maka dari situlah, Flora secara diam-diam mengumpulkan informasi mengenai wanita itu. Dan betapa terkejutnya Flora, begitu ia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah kakak kembarnya yang masih hidup. Di mana kakak kembarnya itu telah merubah identitasnya dan mengganti namanya menjadi Madelin.
"Sera ... dulu aku benar-benar merasa senang karena mengira kau telah mati. Namun sekarang, aku benar-benar kecewa karena mengetahui kebenaran yang pahit bahwa kau masih hidup," gumam Flora sembari mengamati foto tersebut lekat-lekat.
Flora masih ingat saat ia, meghadiri acara pesta pernikahan Madelin. Betapa kesalnya Flora, terutama ketika Madelin menikahi laki-laki yang telah ia incar dari dulu. Sam yang merupakan teman masa kecilnya yang paling dekat, dan juga cinta pertamanya malah justru menikahi kakak kembarnya.
Merasa bahwa Madelin telah merebut semua kebahagiaannya dan takut, Madelin mencuri miliknya lagi seperti dulu. Maka Flora memutuskan untuk menghancurkan Madelin dan membuatnya kali ini benar-benar menghilang dari dunia.
"Aku memang membencimu. Tapi terima kasih juga karena kau tetap hidup. Sekarang aku benar-benar memiliki tujuan untuk menghancurkanmu." Flora merobek foto tersebut dan membuangnya ke dalam bak sampah.
***
"Kenapa kau malah ingin membantuku?" Madelin menatap orang di depannya penasaran.
"Karena aku pikir, kita memiliki sedikit kemiripan," jawab orang tersebut tenang. "Aku cukup menyukaimu bahkan saat pertama kali bertemu denganmu. Kau memiliki potensi yang bagus dan tidak seharusnya berakhir di dalam kehidupan yang menyedihkan seperti ini. Terutama saat kau berhadapan dengan perselingkuhan suamimu dan obsesi orang-orang jahat di sekitarmu."
__ADS_1
Madelin menghela nafas. Dia benar-benar tidak menyangka, bisa berjalan sejauh ini. "Micel, aku benar-benar berterimakasih karena kau, menawarkan diri untuk membantuku. Tapi apa kau sendiri, tidak berada dalam kondisi yang berbahaya? Maksudku dengan membantuku, kau sama saja akan mati bunuh diri di tangan Jonatan. Kau orang terdekatnya juga kepercayaannya. Mengetahui bahwa kau mengkhianatinya, kau tidak akan bisa lepas begitu saja. Aku percaya dia sanggup membunuhmu," tutur Madelin cemas.
"Kau mencemaskanku?" tanya Micel.
"Tentu saja."
Micel terkekeh. Dia menarik cangkir tehnya lalu meminumnya, setelah itu meletakkannya kembali. "Jonatan memang orang gila. Tapi aku lebih gila darinya. Kau tidak perlu cemas, aku sudah memperhitungkannya sampai sejauh ini. Dan jika aku mati di tangannya, maka sebelumnya ia harus merasakan apa itu namanya neraka."
"Apa yang membuatmu sampai sejauh ini?" Madelin yakin, bahwa Micel pasti memiliki tujuan khusus yang ingin ia capai.
"Balas dendam."
Alis Madelin berkerut. "Apa Jonatan sudah melakukan perbuatan buruk di dalam hidupmu?"
"Bukankah itu sudah jelas? Ah ... maksudku tentu dia sudah melakukan yang benar-benar buruk dalam kehidupanku." Wajah Micel berubah menjadi sedih.
Madelin bisa menangkap adanya kesedihan yang dimiliki oleh Micel benar-benar tulus. Dan dia juga bisa merasakan kemarahan yang sengaja ia pendam tersebut.
__ADS_1
"Aku ingin balas dendam untuk Micel yang sesungguhnya. Micel adik kembarku. Karena aku benar-benar tulus ingin membunuh Jonatan. Aku adalah kakak kembar Micel, namaku asliku sebenarnya adalah Micael. Aku adalah seorang laki-laki dulunya." Micel yang memberi pengakuan tersebut sukses membuat Madelin tercengang.