Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh
12. Perkelahian Jonatan dan Sam


__ADS_3

"Berikan gaun itu pada Madelin!" perintah Jonatan pada Micel.


Micel mengangguk. Ia lalu mengambil tas yang berisikan gaun mahal yang dipesan khusus oleh, Jonatan.


Jonatan sendiri tahu bahwa Madelin pasti, akan datang menghadiri acara tersebut. Dia sengaja membelikan gaun mahal untuk Madelin. Karena ia tahu bahwa Madelin pasti akan menggunakan gaun murahan yang diberikan oleh Sam.


Jonatan tahu bahwa gaun murahan yang diberikan oleh Sam pada Madelin. Sebenarnya merupakan gaun yang dipilihkan oleh Flora. Flora sendiri sengaja memilih dan memakai gaun yang serupa dengan Madelin, agar kelak saat Madelin memakai gaun yang serupa dengannya, ia pasti direndahkan. Jonatan mengetahui hal tersebut, karena sebelumnya ia telah menyuruh Micel memata-matai Jonatan dan Flora yang sedang pergi berkencan secara diam-diam.


"Bajingan itu sengaja mempermalukan istrinya sendiri. Aku tidak mengerti dengan pola pikirnya," keluh Jonatan.


"Baiklah pakaian ini akan saya berikan pada  Nona Madelin," ucap Micel patuh.


Jonatan hanya mengangguk. Ia lalu pergi meninggalkan Micel asisten pribadinya tersebut.


***


Micel menghela nafas berat. Ia teringat kembali dengan percakapan sebelumnya dengan Jonatan. Di satu sisi, Micel sendiri sebenarnya memang merasa cukup iba dengan Madelin, yang dipermalukan oleh suaminya sendiri.


Entah mengapa kali ini, di hatinya memang muncul sedikit ketulusan untuk membantu wanita tersebut.


"Bagaimana, apa aku terlihat pantas menggunakannya?" tanya Madelin begitu ia keluar dair ruang ganti.


Micel tersenyum puas. "Cantik. Kau terlihat pantas menggunakannya. Duduklah kemari, aku akan menata rambutmu sedikit." Micel berniat untuk merapikan rambut Madelin.


Madelin menurut dan membiarkan Micel menata rambutnya.


***


"Astaga lihat siapa wanita cantik itu?" Seorang wanita terpesona begitu melihat Madelin kembali ke acara pesta.


Madelin hanya tersenyum dan memperlihatkan senyum elegannnya. Seperti seekor bebek yang sudah berubah menjadi angsa cantik, Madelin berubah dengan sekejap dan memperlihatkan sosok baru.


Flora terkejut mendapati Madelin yang berganti pakaian dan terlihat jauh lebih cantik. Merasa takut kalah tersaingi, ia pura-pura mengambil gelas anggur dan berjalan terburu-buru dan hendak menabrak wanita itu.

__ADS_1


PRANG


Gelas anggur itu pecah dan cipratan anggur merah, mengenai pakaian seseorang.


"Kau tidak apa-apa? Nona?" tanya Micel sembari mencoba membantu Flora yang terjatuh da juga terkena tumpahan anggur merah tersebut.


Flora menepis tangan Micel, dia bangkit berdiri dan meninggalkan pesta begitu saja. Tentu ia sudah kepalang malu.


Micel berusaha tawanya. Ia tahu bahwa Micel, sendiri sengaja berusaha menabrak Madelin. Micel yang menyadari pergerakan tersebut, ia lalu membuat Flora tersandung. Tentu saja wanita itu pasti kepalang malu.


"Astaga bukankah ini Micel, dia kan model dari perusahaan The Beauty." Mulai berdatangan banyak orang yang menyadari kehadiran Micel.


Micel hanya tersenyum dan berusaha menjaga sikap. Namun ia masih menjaga Madelin.


"Aku adalah penggemar beratmu. Ini sungguh tidak terduga bisa bertemu model hebat sepertimu." Wanita muda dengan gaun merah muncul dan mendekati Micel.


"Terima kasih. Namun sepertinya, kau bisa menemukan kekaguman yang lebih dari sini." Micel melirik ke arah seorang pria yang berjalan ke arahnya.


Dan itu Jonatan, dia terlihat tampan dengan pakaiannya. Dia terlihat seperti seorang pangeran.


"Itu Jonatan!"


"Dia CEO dari perusahaan The Beauty yang terkenal itu bukan?!"


Ada banyak wanita yang heboh mendapati kehadiran Jonatan. Memang tidak perlu diragukan lagi, begitu Jonatan berjalan ia seperti seorang selebriti yang dikagumi oleh banyak orang. Ia seperti menjadi pusat perhatian dan mencuri semua perhatian yang berada di pesta.


Jonatan lalu mengulurkan tangannya pada Madelin. "Selamat malam Nona Cantik," sapa Jonatan dengan gayanya yang elegan.


"GILA APA DIA KEKASIH JONATAN?!" Tamu-tamu menjadi heboh mendapati pemandangan tersebut.


"Jonatan apa yang kau lakukan di sini?" Madelin terkejut mendapati sosok Jonatan berada di pesta keluarganya.


"Diundang. Atau menerobos masuk demi Tuan Putriku?" katanya sembari menggoda.

__ADS_1


Nyonya Lily yang mendengar perkataan Jonatan tersebut, tampak terkejut. Ia kemudian mendekati Jonatan, namun Jonatan sendiri justru dengan sengaja mengabaikannya.


"Ayo kita pergi dari sini. Tempat seperti ini, tidak cocok untuk orang berkelas sepertimu." Jonatan menarik tangan Madelin dengan paksa.


"Laki-laki yang tidak tahu malu, sepertimu seharusnya tidak pantas berada di sini!" Sam tiba-tiba saja muncul entah dari mana. Ia terlihat marah.


Jonatan tersenyum penuh kemenangan. Ia hendak mengabaikan Sam. Namun Sam mencegatnya dan dengan sengaja, hendak memulai perkelahian.


"Binatang sepertimu tidak pantas membawa istri orang lain!" makinya.


"Binatang? Sepertinya kaca rumahmu sudah pecah. Jelas kau sendirilah yang sudah membuat istrimu mendapat malu. Aku mencoba menyelamatkan istrimu dan sementara kau menghilang entah ke mana," sindir Jonatan dingin.  Menyadari akan terjadi perkelahian, maka Jonatan menyuruh Micel untuk membawa Madelin pergi.


"Jangan pernah sekali-kali mencoba membawa istriku!" gertak Sam yang mulai mengamuk.


"Aku hanya mencoba mengamankannya. Karena sepertinya, kita perlu bicara." Jonatan menatap tajam Sam.


Jonatan yang berwajah dingin dan tajam membuat Sam menahan geramnya. Dia tahu bahwa Jonatan bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Dia tahu bahwa laki-laki itu bisa menjadi gila sewaktu-waktu.


"Kau mengganggu hidupku dengan Madelin, Jonathan!" seru Sam dengan amarah yang tak terbendung.


Jonatan menatap Sam dengan mata yang penuh dengan ketegasan. "Aku mencintainya, Sam. Dan aku berjanji akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya."


Sam tertawa sinis. "Cinta? Jangan membuatku tertawa. Apa yang kau tahu tentang cinta? Kamu bahkan tak pernah berusaha memahami Madelin."


Jonatan merasa tertantang dengan kata-kata Sam. "Percuma berbicara panjang lebar, Sam. Apa kau rela berjuang untuk Madelin seperti yang aku lakukan?"


Mereka saling menatap dengan tatapan tajam. Sam memiliki api yang membara di matanya, sedangkan Jonathan tampak tenang dan tegar.


"Aku takkan membiarkanmu mengambil Madelin dariku, Jonathan. Aku akan memperjuangkan istriku," ujar Sam dengan mantap.


Jonathan tersenyum dingin. "Mari kita lihat, Sam. Mari kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang dalam perjuangan ini." Mereka berdua pun saling menantang dan bersiap-siap untuk perkelahian yang tak terelakkan. Dengan amarah dan keputusasaan yang membara di dalam diri mereka, pertempuran pun dimulai.


Namun, di tengah-tengah pertempuran, sesuatu yang tak terduga terjadi. Madelin muncul di antara mereka, berdiri dengan sikap tegar dan penuh keberanian. "Berhenti!" seru Madelin dengan suara yang tegas.

__ADS_1


Jonathan dan Sam terkejut melihat Madelin berdiri di tengah-tengah mereka. Mereka sama-sama punya rasa khawatir terhadapnya.


Madelin menatap Jonathan dengan penuh pengertian. "Jonathan, aku tahu apa yang kamu lakukan adalah demi kebaikanku. Tapi aku harus menentukan pilihanku sendiri." Jonathan terdiam. Dia bisa melihat keberanian dan ketegasan Madelin dalam matanya. Hatinya terkoyak, tetapi dia tahu bahwa dia harus menghormati keputusan Madelin.


__ADS_2