Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh
35. Orang-Orang Sakit


__ADS_3

Sam terjatuh, namun dengan cepat ia langsung bangun. "Pukulan lembek seperti itu, ingin kau banggakan? Kau terlalu lemah, kau hanya terlalu merasa bangga pada dirimu," ejek Sam. Pria itu menunjuk ke arah pipinya sendiri. "Aku yakin kau masih belum puas, karena itu pukul aku lebih dari ini," ujarnya.


Jonatan tanpa perlu membalas ucapan Sam, ia langsung meninju wajah Sam kembali. Bahkan kali ini, ia langsung menendang perut laki-laki itu, sampai jatuh terpental.


"Bangun! Berdiri dengan tegak! Bagaimana aku bisa menghajarmu jika kau berbaring seperti pemalas?" sindir Jonatan. Ia melepas jaketnya, lalu melemparkannya sembarangan. Setelah itu ia menarik baju Sam, dan menatap tajam ke arah laki-laki itu. "Habislah kau hari ini! Kali ini, aku tidak akan menahan diriku sendiri," katanya dengan suara dingin.


"Sok jagoan." Sam sama sekali tidak peduli, dengan Jonatan yang sudah nyaris mengamuk. Ia masih saja terus memancing sisi amarah dari laki-laki liar tersebut. "Di mataku, kau hanya ingin terlihat sok keren di depan Madelin. Sebaiknya kau memang tidak perlu bertingkah menyebalkan seperti ini, gigolo murahan," pancing Sam dengan sengaja.


BRAK


Tubuh Sam terlempar jauh, laki-laki itu nyaris kehilangan kesadarannya. Jonatan tidak main-main.


"Harusnya aku robek saja mulutmu ini. Kau memiliki keturunan orang kaya namun, sifatmu buruk sekali. Kau sudah mempermalukan keluargamu sendiri. Ckckck ... aku kasihan denganmu." Jonatan menendang kepala Sam, dan nyaris membuat laki-laki itu kehilangan kesadarannya.


"Bangun! Aku masih belum selesai denganmu. Jangan manja!" Jonatan menampar pipi Sam keras. "Kau masih belum boleh mati, sebelum aku benar-benar menghajarmu sampai mati."


"La ... ku ... kan saja dasar orang gila!" Dengan sisa-sisa tenaganya Sam masih sempat untuk memaki Jonatan.


"Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. Aku yakin saat di neraka nanti, kau juga masih menyempatkan dirimu untuk mengumpat. Pantas saja orang sepertimu tidak akan berakhir, di tempat seperti surga. Kau itu temannya setan!" Jonatan menarik rambut Sam kuat-kuat, membuat Sam menjerit kesakitan.


"Bajingan kau!" Sam yang tidak mau kalah rupanya, tiba-tiba saja menjambak rambut Jonatan.


Jonatan yang terkejut langsung berusaha melepaskan tangan Sam dari rambutnya.


"AKAN KUBUAT KEPALA KAU BOTAK PRIA GIGOLO!" teriak Sam sembari menarik rambut Jonatan kuat-kuat.


"LEPAS SINTING!" Jonatan otomatis semakin menarik rambut Sam dengan kencang.


Maka dari situ, munculah pertarungan tidak terduga di antara kedua pria tersebut. Madelin yang melihat aksi jambak-menjambak rambut yang dilakukan oleh Sam dan Jonatan, merasa gatal ingin memisahkan keduanya.


"Sial apa jenis kelamin mereka tertukar dalam sekejap?" gumam Madelin tidak habis pikir.


"CEPAT LEPAS!" seru Sam muak.

__ADS_1


"KAU YANG LEBIH DULU LEPAS!" Jonatan tidak mau kalah masih berusaha melepaskan diri dari Sam.


"Akan kuhitung dari satu sampai tiga, setelah itu kita akan melepaskannya bersamaan. Paham?" Sam memberi aba-aba.


"Ya cepat lakukan itu keparat!" sahut Jonatan cepat.


Sam hendak melepaskan tangannya dari rambut Jonatan, begitu juga dengan sebaliknya. Namun tidak lama kemudian, keduanya sudah kembali menarik rambut satu sama lain, masing-masing.


"BAJINGAN TADI SUDAH KUBILANG UNTUK LEPAS! KENAPA MASIH KAU TARIK RAMBUTKU?!" umpat Sam.


"TAHI KAU JUGA SAMA SAJA, KAU SEHARUSNYA MENJAUHKAN TANGAN BUSUKMU DARI RAMBUTKU!" sahut Jonatan kesal.


Pertengkaran aneh yang dilakukan oleh kedua pria tersebut, benar-benar membuat Madelin sudah tidak tahan lagi. Madelin kemudian maju dan melerai kedua pria gila tersebut. Bahkan Madelin menampar masing-masing pipi kedua pria tersebut dengan sangat kuat.


"Jika kalian masih bangga menyebut diri kalian sebagai laki-laki. Aku sarankan untuk berhenti bertingkah feminin seperti ini. Kalian berdua benar-benar patut untuk dijadikan penghibur," sarkas Madelin.


Setelah memisahkan Sam dan Jonatan yang saling beradu jambak. Madelin kemudian menarik tangan Jonatan menjauh dari Sam.


"Seharusnya kau membawaku Madelin. Kau istriku, ini sungguh tidak adil. Mengapa kau berpihak pada bedebah seperti dirinya!" protes Sam.


Sam bertindak seolah-olah tidak mendengar kata-kata Madelin, ia justru berusaha menarik Madelin dari Jonatan.


"MENJAUH KAU KEPARAT!" Jonatan sudah lebih dahulu menghadang Sam.


Sam terpaksa mundur. Namun masih terlihat dengan jelas ia masih berusaha untuk membawa Madelin.


"Sam sebaiknya, kau pergi. Aku rasa tidak ada gunanya kau banyak bertingkah di sini." Madelin mengusir Sam.


"Tapi Madelin ... aku masih belum menjelaskannya padamu. Tolong beri aku kesempatan. Aku tidak akan pergi, sampai kau mau mendengarkan penjelasan dariku." Sam masih keras kepala dan tidak ingin pergi.


"Keras kepala sekali," gumam Madelin kesal. "Lihatlah ke sana Sam. Jujur saja aku tidak ingin berurusan dengan majikanmu. Apa kau memang senang membuatku menderita?" Madelin menyuruh Sam untuk melihat ke arah yang ia tunjuk.


"Apa maksudmu?" Namun tidak lama Sam, kemudian mengikuti ke arah Madelin tunjuk. Dan di sana ia mendapati Flora berdiri di depan pintu mobilnya dan terlihat wajahnya sangat marah.

__ADS_1


"Sebaiknya kau segera pergi ke sana. Aku sedang tidak ingin berurusan dengan jalangmu." Madelin kemudian melewati Sam bersama dengan Jonatan.


"Tunggu!" cegat Sam ia masih berupaya menahan tangan Madelin.


"Lepas." Madelin menatap Sam dingin. Sementara Jonatan sudah melepaskan tangan Sam dari tangan Madelin. "Sebelum kau menghadapiku, kau harus lebih dahulu menyelesaikan urusamnu dengan wanita itu." Setelah itu Madelin benar-benar mengabaikan Sam dan pergi bersama dengan Jonatan.


Sepeninggalan Madelin dan Jonatan. Sam jatuh duduk lemas ke tanah. Wajahnya pucat pasi. Di situ ia tidak menyadari, bahwa Flora sudah berjalan ke arahnya.


"Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau mencoba kabur dariku?" tanya Flora dingin.


Sam tidak menjawab ia terlihat masih sibuk meratapi nasibnya yang malang.


Flora yang tidak sabar langsung mencekik leher Sam. "Jika kau tidak menjawab, aku akan mengahabisi nyawamu di sini," ucapnya tidak main-main.


"Uhuk ... uhuk ... tentu ... saja ... melarikan ... diri ... darimu ...." Sam berusaha melepaskan tangan Flora dari lehernya.


Raut wajah Flora seketika berubah menjadi sedih. "Kenapa kau mencoba untuk pergi dariku?" tanyanya dengan suara kecewa.


"Karena aku tidak menyukaimu," jawab Sam lemah.


Flora terdiam. Tangannya langsung melorot begitu saja. Ia terlihat sangat kecewa. "Bangun. Ayo pulang," katanya memberi perintah pada Sam.


Sam tidak bergeming. Flora langsung menampar laki-laki itu, namun tetap saja Sam masih tidak mau bergeming. Maka akhirnya Flora terpaksa menyuntikkan Sam paksa dengan obat penenang yang selalu ia bawa ke mana-mana. Sampai akhirnya Sam tidak sadarkan diri, dan ia membawanya masuk ke dalam mobil.


***


Rave menggigit bibirnya sendiri keras. Pemuda itu bahkan tidak menyadari bagaimana darah segar muncul akibat ulahnya tersebut.


Dia tahu, dia seharusnya membantu Tuan Fred yang sekarat. Namun karena perjanjian yang sudah ia lakukan, bersama dengan Nyonya Lily membuatnya tidak bisa berkutik.


"Rave ... kau ... Rave bukan?" Dengan lemahnya Tuan Fred memastikan bahwa pemuda, yang membawanya masuk ke dalam mobil merupakan Rave.


Rave diam tidak menjawab. Ia justru mempercepat laju mobilnya. Saat ini, ia benar-benar merasa kacau. Sudah tidak ada pilihan lain untuknya.

__ADS_1


***


__ADS_2