Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh
25. Mark dan Ambisinya


__ADS_3

"Kalau begitu saya ingin menitipkan beberapa berkas di sini. Nanti saya akan kembali ke sini lagi."


"Aku akan memberitahu Jonatan nanti, jika ia sudah kembali."


Wanita muda itu tersenyum. "Permisi." Setelah itu ia membuka pintu dan keluar dari ruangan, meninggalkan Mark sendirian di dalam.


Selepas kepergian wanita itu. Mark yang sedari tadi, diam-diam mengamati wanita itu terlihat berpikir sejenak.


"Sepertinya aku pernah melihat sosok lain yang mirip dengan wanita itu," gumam Mark penasaran. Dulu ia pernah sekilas mendapati seseorang yang begitu mirip dengan wanita itu, namun ia tidak ingat pernah mendapati sosok tersebut di mana.


Ketika ia sibuk dengan pikirannya. Mark tidak menyadari bahwa, Jonatan telah kembali dan masuk ke dalam ruangan.


TAK


Jonatan meletakkan kaleng kopi Americano di depan Mark. "Apa yang sedang kau pikirkan? Jarang sekali melihatmu memasang wajah serius seperti ini," ujar Jonatan.


"Ah ... kau sudah kembali rupanya. Jonatan tadi ada seorang wanita muda, yang datang ke mari sepertinya, ia ingin bertemu denganmu. Ia juga menitipkan beberapa berkas di sini."

__ADS_1


"Oh, Micel. Nanti aku akan menghubunginya untuk datang ke sini lagi nanti." Jonatan berjalan menuju kursi kerjanya.


"Sepertinya aku pernah melihat sosok yang mirip dengan wanita itu. Tapi sepertinya dia adalah seorang laki-laki. Apa mungkin waktu itu aku hanya salah lihat?" Mark penasaran.


"Micel asisten pribadiku itu, memang memiliki saudara kembar identik yang merupakan seorang kakak laki-laki. Namun mereka berdua sedang berpisah untuk sementara waktu ini. Kakak kembarnya yang bernama Micael itu sedang kuliah di luar negeri. Mungkin saja yang kau lihat waktu itu, adalah saudara kembarnya," jawab Jonatan tenang.


"Ah begitu rupanya." Mark mengangguk-anggukkan kepalanya lalu meraih Americanonya. Bukankah itu jelas kebohongan yang kau ucapkan denga baik Jonatan? Tentu aku tahu, kau sedang berbohong, pikir Mark.


***


Pria itu terus melangkah sampai, akhirnya ia berhenti tepat di sebuah nisan sederhana. Ia tersenyum, menyapa lalu meletakkan buket bunga yang ia beli di sana.


"Bagaimana kabarmu Rosa? Aku minta maaf karena sudah lama tidak mengunjungimu. Akhir-akhir ini, aku sibuk dengan pekerjaan dan tidak sempat mengunjungimu. Aku benar-benar buruk, tidak mengunjungimu hampir selama satu tahun. Tapi tenang saja Rosa, mulai sekarang aku akan lebih sering mengunjungimu," ucap Mark dengan raut wajah yang terlihat sendu.


Rosa wanita yang sangat ia cintai, cinta pertama juga cinta terakhirnya di dunia ini. Di dalam hidupnya hanya ada satu wanita dan wanita itu adalah Rosa. Bahkan berkat wanita itu, Mark tidak pernah mau menikah sampai sekarang. Baginya jika ia menikah, ia hanya mau melakukannya dengan Rosa.


"Waktu berlalu dengan sangat cepat Rosa. Kau sudah bahagia di surga sana, sementara aku jujur saja tidak terlalu bahagia di sini. Aku masih terus mencari keberadaan Sera. Aku yakin Sera masih hidup. Aku berjanji padamu, jika suatu hari aku menemukan Sera aku akan membawanya melihat makammu di sini."

__ADS_1


Rosa yang merupakan ibu Sera, meninggal dalam insiden kebakaran hebat yang melalap habis rumahnya. Putrinya yang bernama Sera, menghilang dalam kebakaran itu. Meski banyak orang yang sudah menyatakan bahwa, Sera meninggal terutama ketika mayatnya ditemukan bersama dengan mayat Rosa. Namun Mark sendiri, yang saat itu melihat dengan mata kepalanya sendiri yakin bahwa mayat itu bukanlah mayat Sera. Ia mengenali Sera dengan baik. Satu hal yang Mark bisa percaya dalam insiden itu hanyalah, kematian Rosa namun tidak dengan putrinya yang bernama Sera. Bertahun-tahun bahkan setelah insiden itu Mark terus mencari di mana keberadaan sosok Sera.


"Seandainya saja ... seandainya saja, aku bisa melindungimu kau pasti tidak berakhir menyedihkan seperti ini. Kenapa kau harus berakhir dengan cara buruk seperti ini. Dari awal, kau selalu dibuat menderita. Pernikahan dirimu dengan Luke akibat dijodohkan paksa orang tuamu, membuatmu merasa tidak bahagia dan berujung perceraian. Kau bahkan setelahnya hidup susah dengan putrimu Sera. Dan berakhir mengenaskan dengan meninggal dalam insiden itu. Seandainya saja ... seandainya saja, hari itu aku membawa dirimu dan Sera ke kota melarikan diri, mungkin saja aku bisa menyelamatkan kalian berdua. Rosa aku benar-benar menyesal." Mark menangis tersedu-sedu dan kembali teringat dengan kejadian yang sudah terjadi bertahun-tahun tersebut.


Rosa wanita cantik yang menjadi teman masa kecilnya, juga cinta pertamanya saat masih anak-anak. Dulu ia sudah berjanji untuk menikahi Rosa, namun apa daya, keluarga Rosa menentang keinginannya tersebut karena dulu ia masih miskin dan hidup susah. Rosa berasal dari keluarga pedagang yang hampir bangkrut, oleh karena itu maka Rosa dijodohkan dengan keluarga pedagang lainnya untuk memperbaiki usaha mereka. Namun sayang usaha itu juga, tidak menghasilkan hal yang baik. Usaha itu gagal tidak membuahkan hasil, justru kehidupan rumah tangga Rosa dan suaminya kandas begitu saja.


Sementara Mark sendiri semakin sukses, kehidupan Rosa perlahan-lahan semakin mendekati kehancuran. Mark yang tidak tahan melihat Rosa menderita, kemudian menjalin hubugan secara diam-diam di belakang bersama Rosa. Keduanya berselingkuh ketika Rosa, masih resmi menjadi istri orang lain. Mark tahu hal tersebut salah, namun ia lebih tidak tahan melihat wanita yang dicintainya menderita. Ia bahkan meminta Rosa bercerai dengan suaminya atau melarikan diri bersama dengannya. Namun Rosa selalu menolak, dan bahkan Rosa sendiri mengatakan akan siap menanggung risikonya jika akhirnya perselingkuhan mereka diketahui.


Sampai akhirnya perselingkuhan itu diketahui oleh suami Rosan. Dan Rosa diceraikan, wanita itu akhirnya tinggal berdua dengan salah satu putrinya yang bernama Sera di sebuah gubuk kecil. Mengetahui hal tersebut, selalu membujuk Rosa untuk membawa putrinya tinggal bersama dengan dirinya, atau menawarkan bantuan padanya. Namun Rosa menolak, dan ia mengatakan ingin menunjukkan tanggung jawabnya terutama sebagai orang tua.


Mark yang melihat betapa keras kepalanya Rosa, akhirnya perlahan-lahan sedikit merasa jengkel. Ketika dirinya merasa siap untuk bertanggung jawab, Rosa dengan gigih selalu menolak dirinya. Sampai akhirnya, Mark sendiri memilih untuk tidak terlalu ikut campur lagi.


Dan insiden itu muncul. Insiden di mana Mark akhirnya mendengar kabar kematian Rosa. Mark langsung merasa runtuh dan kecewa. Dia menyesali keputusannya yang memilih berpaling dari Rosa sesaat. Karena pilihannya itulah, ia harus menyesalinya seumur hidupnya. Satu-satunya tujuan yang dimiliki oleh Mark saat ini adalah, menemukan Sera.


Karena dirinya telah menemukan sedikit petunjuk. Mark menjadi sedikit yakin, bahwa dirinya masih memiliki harapan. Seorang wanita yang menjadi menantu dari keluarga Purple, dan juga istri dari Sam Purple pengusaha yang sedang bangkrut. Wanita bernama Madelin itu memiliki kemiripan dengan Sera.


"Aku berjanji akan menemukan putrimu Sera. Tolong pegang kata-kataku ini, karena aku tidak akan lagi lari seperti dulu." Mark kemudian mencium nisan itu, seolah-olah dia mencium kening Rosa seperti yang ia lakukan dulu.

__ADS_1


__ADS_2