Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh
21. Kebencian Jonatan Memuncak


__ADS_3

"Aku sebenarnya sangat ingin menceraikannya, dia terlalu agresif," keluh Tuan Fred.


Nyonya Kim tersenyum. "Aku rasa itu keluhan seperti itu, umum sekali aku dengar dari para laki-laki yang sudah menikah. Itu biasa." komentar Nyonya Kim tenang. Baginya keluhan Tuan Fred adalah hal biasa-biasa saja yang seringkali ia sudah dengar.


Tuan Fred mendesah. Dia benar-benar lelah. Baginya keluhan yang ia ucapkan bukanlah sekadar keluhan biasa.


"Kau terlihat sangat frustasi. Apa dia seburuk itu sampai membuatmu merasa selelah ini? Ah ... atau jangan-jangan itu hanya perasaanmu saja karena kau yang masih, belum bisa move-on dariku?" goda Nyonya Kim iseng. Memang benar bahwa, Nyonya Kom dulunya adalah mantan kekasih Tuan Fred dan nyaris menikahi laki-laki itu, namun semenjak kehadiran Nyonya Arabela yang manis dan menarik perhatian Tuan Fred. Maka hubungan mereka kandas begitu saja.


"Itu cerita lama. Aku masih menyukaimu tapi tentu, rasa itu bukanlah perasaan saat kita, masih menjadi sepasang kekasih dulu. Aku bicara denganmu karena merasa nyaman denganmu, kau seperti saudara untukku." Tuan Fred menjawab dengan wajah serius, namun di mata Nyonya Kim itu justru terlihat lucu. Di matanya ketika Tuan Fred merajuk, ia teringat kembali ketika masa-masa mereka masih bersama dulu.


"Hahaha ... tentu saja aku tahu soal itu. Kau sudah cinta mati dengan Arabela. Dan aku tahu betul bahwa rasa cintamu memang secara khusus kau berikan padanya. Aku jadi teringat bagaimana dulu, kau melepaskanku dengan mudah ketika baru bertemu dengan Arabela." Nyonya Kim ingat bagaimana, Tuan Fred dulu langsung membatalkan pernikahan mereka begitu Arabela muncul. Alih-alih merasa cemburu, justru Nyonya Kim mengakui kekalahannya dengan lapang dada, Nyonya Arabela benar-benar sosok wanita yang sempurna. Wajar jika Tuan Fred menyukainya. Namun sayang wanita manis itu, tidak memiliki akhir hidup yang menyenangkan.


Tuan Fred mendengus kesal. Tiba-tiba saja ponsel pintarnya berbunyi, dan menampilkan nama Nyonya Lily di sana.


Hal seperti ini sudah sering terjadi, ia langsung mematikan ponsel pintarnya. Ia tidak ingin, membuat kepalanya semakin pusing. Karena itu ia sengaja mengabaikannya.


"Kenapa dimatikan?" tanya Nyona Kim penasaran.


"Terlalu mengusik. Huft ... aku tidak menyangka pernikahan keduaku, berhasil membuahkan tekanan darahku semakin naik. Sejujurnya aku tidak pernah memiliki penyakit seperti ini sebelumnya, saat masih bersama dengan Arabela dulu." Tuan Fred memijat kepalanya. "Kau jauh lebih beruntung dariku. Kau mungkin tidak mendapat laki-laki sehebat diriku. Namun pernikahanmu berjalan dengan sangat lancar. Dan kau juga mendapat bonus yang begitu luar biasa dari pernikahanmu. Putri yang dibawa oleh suamimu itu, memiliki potensi bagus di dalam dunia bisnis. Dan dia memiliki bakat yang luar biasa. Itu terbukti bagaimana dia berhasil membuat bisnis yang kau rintis menjadi sangat maju. Kau benar-benar diberkati. Sam saja, tidak mampu mempertahankan bisnisnya, namun putrimu berhasil memajukan bisnismu. Aku iri denganmu."

__ADS_1


"Bicaramu terdengar seperti orang yang sudah teramat putus asa. Yang kau katakan memang benar, namun aku sendiri tidak pernah mengira akan mendapat seorang putri luar biasa seperti Flora. Mungkin aku hanya sekadar beruntung atas kemalangan karena tidak jadi menikah denganmu. Ayolah, Fred dunia masih luas. Kau tidak seharusnya menyerah, jujur saja aku merasa agak kasihan dengan sisi pesimismu ini. Jika kau begini terus kau bisa jatuh sakit." Nyonya Kim iba dengan keadaan Tuan Fred.


"Sayangnya aku terlanjur putus asa," ucap Tuan Fred sedih.


Nyonya Kim bingung melihat Tuan Fred menjadi sedih. Dia ingin menghibur laki-laki itu, namun jelas dari raut wajahnya kata-kata penghiburan tentu tidak akan berfungsi dengan baik saat ini. Akhirnya ia hanya diam saja. Dan dari situ muncul keheningan di antara keduanya dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Sampai keheningan itu terhenti, ketika di luar ruangan terdengar suara yang begitu rumit.


BRAK


Terdengar suara pintu seperti dibuka paksa. Dan benar saja, muncul sosok Nyonya Lily yang langsung menerobos masuk ke dalam dan terlihat mendatangi Tuan Fred. Ada petugas yang ikut, datang dan berusaha menahan wanita gila tersebut.


"Sayang kau tidak menjawab panggilanku. Dan juga aku yakin, bahwa kau memang sedang bersama dengan seorang wanita. Kau berselingkuh dariku?" tuduhnya.


Seketika kepala Tuan Fred langsung berdenyut hebat. Padahal ia sudah mencoba sabar, namun tetap saja sisi posesif berlebihan istrinya selalu membuat dirinya muak dan tidak tahan.


Nyoya Lily tertawa pahit. "Ternyata benar kau berselingkuh dariku. Kau selalu saja mengabaikanku dan lebih memilih untuk berbicara dengan ****** yang satu ini," katanya murka.


Nyonya Kim menjadi tidak enak hati, suasana menjadi runyam. "Saya rasa Anda salah paham. Suamimu hanya mengobrol santai denganku sebagai seorang teman dekat. Selain itu tidak ada lagi. Saya rasa, Anda tidak perlu mengatakan sesuatu yang terlalu jauh seperti ini," ucap Nyonya Kim tenang. Dia mencoba meredam emosi Nyonya Lily.

__ADS_1


Nyonya Lily langsung mengalihkan pandangannya ke arah wanita itu. Ia hampir saja memakinya, namun seketika mulutnya bungkam begitu ia mengenali sosok tersebut. Kim Jackel, wanita yang terkenal sukses dalam bisnis, juga sosok ibu dari Flora wanita muda yang paling digemari saat ini.


"Ma ... ma ... maaf. Saya tidak bermaksud untuk membentak Anda." Seketika Nyonya Lily ciut. "Sungguh saya tidak berkmaksud seperti itu pada Anda."


"Bicaramu manis, jika sudah menyangkut harta. Aku paham betul dengan kebiasaanmu ini,' sindir Tuan Fred pedas.


"Sayang jangan bicara seperti itu di depan orang lain. Bagaiamanapun juga aku ini istrimu, kau harusnya menunjukkan dengan bangga pada orang lain, karena telah memiliki istri sebaik diriku." Nyonya Lily berusaha menjilat dan berpura-pura bersikap baik.


Nyonya Kim mengukir senyum di wajahnya. "Mungkin lain kali Anda, tidak perlu bersikap seperti ini di tempat umum. Mengingat Anda harus menyadari bagaimana posisi suamimu, Anda harus tahu bagaimana menjaga sopan santun dengan benar." Mungkin hanya itu yang bisa dikatakan oleh Nyonya Kim sekarang.


Mata Nyonya Lily terbelalak, ia terkejut mendengar kata-kata Nyonya Kim. Namun karena ia merupakan wanita, yang tidak memiliki rasa malu maka ia hanya mengabaikannya begitu saja.


"Sebaiknya kau pulang. Jika kau berlama-lama di sini, maka jelas kau hanya akan mengacau." Tuan Fred memutar bola matanya malas. Dia lalu bangkit berdiri dan segera menarik tangan Nyonya Lily kasar. Sebenarnya ia tidak akan melakukan hal ini, namun mengingat istrinya itu bertingkah seperti seekor kuda , maka mau tidak mau ia menyeretnya dengan paksa.


***


"Kau wanita iblis apa yang kau perbuat pada  Madelin?" Jonatan berjalan mendekat dan mempersempit jarak di antara dirinya dan Flora.


Flora mencoba menghindar. Namun Jonatan sengaja semakin mempercepat langkahnya dan membuat, Flora tidak bisa pergi kemana-mana.

__ADS_1


__ADS_2