Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 21


__ADS_3

Episode 21


7 tahun telah berlalu, kehidupan yang Dayana lewati sangat bahagia. Bunda Lidya juga sudah pulih total. Perusahaan keluarga Barata juga sudah semakin maju.


"Bundaaaaa...." Si kecil Carla Zahriana heboh berlarian memanggil bundanya ketika akan berangkat sekolah.


"Lala...jangan lari-lari gitu ditangga. Nanti jatuh" kata Ronny saat menuruni tangga bersama Danta putra sulungnya.


"Aku udah gede ayah, gak akan jatuh. Toh kalo jatuh kan ke bawah, bukan ke atas" jawab Lala ngasal


"Mmpphh..." Ronny


"Ayah, nanti jadi ayah dan bunda yang jemput kan? Danta mau mampir panti anterin mainan buat temen-temen disana. Boleh ya?" Bujuk Danta


"Tentu saja boleh, nak" ujar Ronny.


Sejak kecil Danta dan Lala selalu dibawa Dayana untuk mengunjungi panti asuhan yang terletak dipinggir kota sebulan sekali. Dayana melatih jiwa sosial mereka sedari kecil agar tumbuh empati terhadap sesama.


Danta dan Lala dikenal sebagai anak kembar sekolahnya. Mereka dikelas yang sama. Perbedaan 3 bulan lebih tak terlalu terlihat. Apalagi Danta dan Lala memiliki wajah yang hampir mirip. Nanti ketika Lala sudah cukup besar, Dayana akan menceritakan siapa ibu kandungnya . Itulah kesepakatan diantara keluarga Johan Barata.


Danta memiliki sifat Dayana yang cerdas,tenang, patuh dan berjiwa sosial tinggi. Sedangkan Lala sedikit ceroboh, usil dan bawel. Ada kala disaat kakaknya, Danta dibully oleh teman dari kelas 3. Lala yang menjadi benteng Danta, ia juga membalas perlakuan kakak kelas mereka satu persatu dengan ide jahilnya.


Mereka saling melindungi sejak kecil. Dayana juga menjadi ibu yang baik bagi Lala.


Diruang makan...


"Lala... Makan dulu sayang" titah Dayana.


"Nanggung bunda. Lala harus selesaikan sekarang juga" ujarnya serius tanpa memalingkan wajahnya dari buku yang ia tulis.


"Kamu ini ya, PR itu harus dikerjakan malam, bukan pagi" sela bunda Lidya.


"Oma... Lala tuh kalo malam juga sibuk" sahutnya tetap fokus dengan bukunya.


"bocah kecil Sibuk apa sih kamu, sampe gak bisa kerjain PR" bunda Lidya udah mulai kesal dengan tingkah Lala yang makin hari makin banyak akal untuk beralasan.


"Sibuk nonton drakor sama mbak Susi" jawabnya polos.


"Haah...mati aku"


mbak Susi membatu seketika saat mendengar nona kecilnya membongkar rahasia mereka.


Tatapan tajam pun kompak diberikan lima anggota keluarga Johan Barata pada mbak Susi yang saat itu sedang meletakkan susu hangat buat kedua bocah kesayangan.


Mbak Susi yang merasa tertusuk jantungnya dengan tatapan setajam itu diarahkan keluarga Barata, langsung kabur kembali ke dapur. Dari pada berdiri disana menunggu omelan bunda Lidya.


"Memangnya kamu ngerjain PR apa Lala?"


"Danta gak bantuin kamu?" Tanya ayah Jo.


"Jangan salahkan Danta, opa. Lala itu benar-benar pemalas. Di kelas Lala lebih sering tidur" Danta membongkar kelakuan Lala adiknya yang bawel itu.

__ADS_1


"Benar itu Lala?" Dayana mentoel pipi tembam Lala.


"Gak bunda, lala cuma akting tidur kok" Lala menjawab lagi kali ini menoleh bundanya dengan senyuman manisnya.


"Ini anak gak bisa dinasehati ya" bunda Lidya menghela nafas sudah lelah dengan alasan-alasan Lala.


"Sini, kasi tunjuk ke ayah. Apa yang sulit" Ronny menggeser kursinya mendekat ke Lala.


"Ini loh ayah, lala gak bisa gambar ini, Gambar lurus saja gak bengkok 🙄" tunjuk Zahri pada gambar lingkarannya entah polos atau sedang usil pada ayahnya.


Lala berusaha membuat lingkaran dengan menggunakan jangka yang terbuat dari material Zamak yang berkualitas.


Ronny " 😑 "


Danta " 😒 "


ayah Jo " 😲 "


bunda Lidya " 😲"


Dayana " 🤦🏻‍♀️ "


"sudah..sudah..cukup ngobrolnya. kita sarapan sekarang, nanti telat ke sekolah" titah Ayah Jo.


mereka pun menikmati sarapan paginya dengan sesekali bersenda gurau.


"bunda, jangan lupa bawa mainan untuk temen-temen Danta ya" pintanya sekali lagi mengingatkan Dayana sebelum pergi ke sekolah.


"iya, bunda udah bunda letak tuh disamping sembako" jawab bunda penuh kasih.


hubungan Dayana dan Ronny membaik setelah usia anak-anak mereka setahun. Memang sungguh tak mudah bagi Dayana memulihkan hatinya yang terlanjur terluka.


Ibarat gelas yang jatuh, pecahannya takkan kembali seperti semula. pasti ada serpihan kaca yang menghilang. Seperti itulah hati seorang wanita yang dilukai, ia memberi seluruh cintanya pada pasangannya namun berbalaskan pengkhianatan.


Dayana dan bunda Lidya menunggu mobil yang pria kesayangan mereka bawa sampai tak terlihat lagi, baru mereka akan masuk melanjutkan aktifitas sehari-hari. Ayah Jo kali ini tidak membawa mobil karena akan digunakan Dayana untuk ke Panti Asuhan Bintang Kecil di pinggiran kota.


"Day, ini bunda titip ya buat ibu panti" bunda Lidya menyerahkan sebuah amplop putih yang sudah tersegel.


"loh, bunda gak jadi ikut?" tanya Dayana saat menerima amplop bunda.


"bunda lupa ada janji shopping dengan bundanya Kikan"


"seminggu lagi kan ulang tahun ke tiga anak Kikan" ujar bunda Lidya merasa gak enak karena ia sudah sering melupakan sesuatu.


"ya udah, gak apa-apa bunda. acara Jihan kan setahun sekali" Dayana menenangkan bunda Lidya yang terlihat sendu.


Sejak bunda Lidya terserang stroke, ia sering lupa dengan sesuatu hal. Membuat bunda Lidya menjadi kehilangan percaya dirinya. Dayana menjadi sedih jika bunda Lidya merasa minder begitu. Bagaimanapun itu disebabkan kecelakaan yang menimpa mereka bertahun-tahun yang lalu.


"mang Darman...ooo mang Darman" panggil bunda Lidya


Mang Darman muncul dari depan rumah dengan celana bagian bawahnya basah saat menyiram tananaman.

__ADS_1


"loh...mang. habis kebanjiran dimana" mbak Susi mulai menjahili.


"itu, banjir di got sebelah rumah pak RT, tetangga Iwan temennya Sanusi abangnya Mail ikan, sepupu Bima cadel anaknya Riko ketapel " balas mang Darman sekenanya.


"wuuiiihhh panjang ya mang, sepanjang catatan dosamu" mbak Susi tetap tak mau kalah.


Ploppp...


Mang Darman melempar handuk kecil yang basah kena keringatnya ke wajah mbak Susi.


"iihhh, mang Darman jorok" mbak Susi membuang handuk kecil itu sembarangan.


Dayana dan bunda Lidya terkekeh melihat keromantisan dua PRT mereka itu.


"sudah- sudah bercandanya" lerai bunda Lidya


"tolong angkat sembako dan mainan ini ke mobil ya, mang" pinta Dayana


"siiapp, non" mang Darman pun mengangkat satu persatu barang-barang yang akan dibawa majikannya ke panti asuhan.


siang hari di gerbang sekolah...


"kak... bunda mana ya. kok telat sih" Lala kecil celingak celinguk kanan kiri tak sabar menunggu Dayana tiba.


"kena macet mungkin" jawab Danta sambil mengerjakan PR yang diberikan gurunya tadi.


Danta akan menyelesaikan terlebih dahulu PR nya saat menunggu orangtuanya menjemput. jadi ketika sampai dirumah ia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya atau bermain game bersama opa dan ayahnya.


"haloo gadis kecil..." sapa seorang wanita cantik berpakaian formal yang memakai kacamata hitam.


"hallo juga tante.." balas Lala bingung.


"kamu ngobrol dengan tante sebentar yuk disana" wanita itu menunjukkan kedai eskrim yang terletak diseberang sekolah mereka.


"lala..." Danta menarik tangan adiknya menjauhi wanita itu.


"terimakasih tante, Lala alergi eskrim" jawab Danta ketus sambil tetap menggenggam erat tangan adiknya.


Lala diam memperhatikan wanita dihadapan mereka. Saat wanita tersebut mau mengatakan sesuatu, Danta langsung menyeret Lala pergi ke arah mobil bunda mereka yang belum berhenti.


"bunda...bunda. ada orang asing yang mau bawa Lala pergi" Danta langsung melapor pada bundanya saat Dayana membuka pintu mobil.


"mana orangnya?" Dayana panik


"itu disana..." tunjuk Danta


Dayana melihat ke arah Danta menunjuk, tapi tak ada wanita yang disebutkan oleh Danta tadi.


Dayana bergidik ngeri, ia langsung menyuruh anak-anak masuk mobil. Lalu memeluk Lala yang sejak tadi hanya diam tak seperti biasanya.


Dayana sudah sering mengingatkan anak-anaknya agar tak sembarangan berbicara dengan orang asing. karena saat itu sedang marak nya kasus penculikan anak.

__ADS_1


"syukurlah aku sampai tepat waktu. Jika tidak...aku takkan memaafkan diriku sendiri"


haiii semua... dukung karya aku ya dengan vote, like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘


__ADS_2