
Waktu liburan telah usai, keluarga Barata kembali ke kota. Lala pun telah kembali ceria seperti dulu. Sepanjang perjalanan pulang, tak henti hentinya Lala berceloteh tentang keinginannya untuk kembali berlibur disana.
"Suatu hari, Lala pasti bisa naik ke puncak gunung itu, bun" tunjuk Lala ke arah kokohnya sebuah gunung berapi aktif yang mereka lewati.
"Pffttthh...huahahahaha" bunda Lidya tertawa terbahak-bahak.
"Oma gak percaya Lala bisa?"
"Tunggu Lala tumbuh besar, pasti Lala buktikan" ucap Lala berapi-api.
"Lala, itu kan gunung merapi, mana ada orang yang naik ke puncaknya. Kalo ada bakal langsung nyemplung masuk ke laharnya" jelas Bundanya.
"Oh iyakah bun?" Tanya Lala polos.
"Iya, sekarang kamu bobok dulu ya. Lanjut ceritanya nanti aja" titah Dayana sambil menyelipkan bantal tidur di kepala putrinya agar lebih nyaman.
Sesampainya dirumah, mbak Ita udah menyiapkan sup daging yang diberi topping wortel, kentang, jamur dan bakso juga bihun jagung sebagai menu makan malam.
Setelah lelah menempuh perjalanan panjang, mereka biasanya tidak makan makanan berat seperti nasi dan lauk lainnya. Kuah sup daging yang berempah mampu menghangatkan dan memulihkan tenaga lebih cepat agar bisa beraktifitas normal esok harinya.
***
"Pagi sayangnya oma" bunda Lidya mengecup kening Danta saat cucunya itu menuju ruang makan dengan memakai seragam sekolahnya.
"Bunda mana?" Tanya bunda Lidya..
"Masih mandikan Lala, oma" jawab Danta
"Anak itu ya. Gak pernah bisa bangun cepat" keluh bunda Lidya.
"Danta, Kamu mau makan roti atau nasi goreng?" Bunda Lidya menuangkan jus untuk Danta
"Nasi goreng oma, Danta juga mau bekal roti ya oma" pintanya.
"Ok sayang. Tolong dibantu ya mbak Susi" ucap bunda Lidya pada mbak Susi yang sedang menata piring untuk makan.
Tak lama kemudian Lala si perusuh pun turun bersama bundanya, Dayana.
Ronny, Danta, serta oma dan opa Lala sudah menyelesaikan sarapan pagi.
"Ayo Lala. Kamu kelamaan, kita jadi terlambat" ajak Ronny beranjak dari ruang makan
"Tapi Lala belum sarapan, ayah" Lala melepaskan pautan tangan besar ayahnya.
"Gak perlu sarapan. Lihat tu, lemak pipi kamu setebal ini. Pasti bisa bertahan sampai besok" Ronny mencubit gemas pipi putrinya tersebut.
"Ayah, benar. Gak makan sehari gak mungkin langsung kurus kan" ejek Danta ikut-ikutan.
"Kalian berdua...beraninya menindas gadis kecil yang imut seperti, Lala" gerutu Lala menggeram.
"Jangan banyak drama. Kita udah terlambat" jawab Danta cuek menempelkan lakban ke mulut sang adik.
__ADS_1
"Dantaaaaa...." teriaknya melepas lakban hitam dimulutnya.
"Udah-udah. Masih pagi gini ributnya bukan main"
"Ini kamu bawa bekalnya. Sarapannya di mobil aja ya sayang" Dayana melerai kehebohan yang ditimbulkan ayah dan anak pagi itu.
"Huhh..cuma bunda yang peduli dengan nasib cacing diperut Lala" keluh Lala
"Ayo donk cepat.. keburu bell" desak Danta tak sabar
"Opa, oma, bunda. Lala pergi bertugas dulu ya" pamitnya.
"Loh, kok bertugas. Memangnya kamu tuh aparat militer?" Bunda Lidya heran.
"Belajar di sekolah kan tugas bagi gadis kecil yang imut seperti Lala, oma gitu aja gak tau sih, kakwkkaka" sahut Lala santai.
"Udah jangan dilanjutin, nanti kepanjangan makin telat ke sekolah" cegah ayah Jo saat bunda Lidya ingin membalas.
"Memang ya cucu kamu yang satu itu"
"Kalo urusan debat lawan Lala, seri aja susah apalagi menang" bunda Lidya berkata dengan gemas tentang Lala yang tingkah polahnya mirip Ronny kecil yang membuat suasana rumah menjadi hidup.
Di lain tempat, duduk didalam sebuah mobil yang cukup mewah. Seorang wanita yang memakai masker jenis Duckbill berwarna hitam untuk menutupi wajahnya melajukan mobil mengikuti mobil Ronny.
Tak jauh dibelakang mobil tersebut, ada seorang pengendara motor yang mengikutinya dari belakang. Orang tersebut adalah salah seorang pekerja di bengkel paman Bayu.
Ketika mobil bagus tersebut sedang mengikuti mobil yang dikendarai Ronny, tiba-tiba saja mobil tersebut mogok.
Dani ~ Sasaran terkunci boss, disimpang komplek Rajawali ~ .
B.Y ~Bagus. Riko, sekarang giliranmu~
Riko ~siap boss 😁 ~
Untuk menghindari terbongkarnya "penguntit" an yang dilakukan oleh pekerjanya, paman Bayu membagi tugas pada 3 pekerja bengkelnya.
Yang pertama mengosongkan air aki di mobil sasaran mereka yang dari jenisnya mereka tau bahwa mobil itu menggunakan Aki basah. Jika air dalam akinya kering, maka mobil tersebut kehilangan tenaganya.
Tugas untuk orang yang kedua adalah mengikuti mobil tersebut kemanapun pergi dan Yang ketiga adalah berpura-pura lewat sebagai montir panggilan.
"Aduuhh, mana masih sepi disini" sudah 10 menit dia menunggu disana berharap ada orang yang bisa membantunya.
Kemudian dari arah berlawanan ia melihat pengendara motor, awalnya wanita tersebut ragu meminta tolong, setelah sedikit lebih dekat jaraknya ternyata yang wanita tersebut lihat adalah 2 pemuda yang berboncengan memakai pakaian pekerja bengkel yang mengendarai sepeda motor dengan box perkakas yang terpasang dibelakangnya yang tertempel logo usaha automotiv.
"Stopp...stop mas" wanita tersebut memberhentikan pengendara itu yang tak lain adalah Riko.
"Ada apa ya bu" ucapnya mulai berakting.
"Mas tolong dong cek mobil saya, tiba-tiba mogok" pinta wanita misterius tersebut.
"Eh .maaf bu. Tapi kami udah ada janji nih. Hubungi bengkel ibu beli mobil aja" serunya pura-pura menolak.
__ADS_1
"Saya gak simpan mas, tolong bantu sebentar ya. Saya bakal bayar berapapun" bujuk wanita tersebut mulai panik.
"Gimana Gus? Kasian sih gak dibantuin" tanya Riko pura-pura.
"Ya udah, kita cek bentar. Disini jarang orang lewat, nanti malah dirampok" sahut Agus mengimbangi akting.
Si wanita bergidik ngeri mendengarnya. Ia lantas bersyukur mereka berdua mau membantu.
"Ibu tunggu dipinggir aja. Nanti ketabrak kendaraan lain" pinta Riko.
Secara natural Riko memulai pekerjaannya. Sementara Agus pura-pura menstarter mobil. Padahal Agus adalah seorang ahli tekhnologi. Ia memasang kamera kecil sebesar koin 1 sen di sudut kiri dalam mobil wanita tersebut.
Agus memasangnya dengan cepat, beruntungnya kaca mobil tersebut gelap. Sehingga tak terlihat dari luar saat ia memasang kemera tersembunyi tersebut.
10 menit kemudian Agus keluar dari mobil setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Gimana Ko, coba cek Aki nya?" Tanya Agus memberi kode.
"Oh iya. Bu, ini air akinya kering" terang Riko pada wanita yang masih sibuk menerima telepon sambil mengawasi kerja mereka.
"Aduhh... Mas ada sediakan gak" tanya wanita tersebut yang udah kesal setengah mati karena rencananya gagal pagi itu.
"Kayaknya masih ada satu, Bentar di cek" jawab Riko sembari membuka box sepeda motornya.
"Wooww...hari keberuntungan ibu nih" ucap Riko menunjukkan 3 botol biru air isi ulang untuk aki.
Sementara itu paman Bayu sudah mendapat koneksi dari kamera yang terpasang didalam mobil wanita misterius tersebut.
"Ok bu, sudah selesai pekerjaan kami" ujar Riko setelah menstarter mobil.
"Biarkan mesinnya nyalas 5 menit lagi ya bu, setelah itu baru boleh dibawa jalan" imbuhnya
"Terimakasih mas. Ini upahnya" wanita tersebut menyodorkan uang senilai 2 juta rupiah.
"Maaf bu, ini kebanyakan" ujar Riko pura-pura, padahal dalam hati senangnya bukan main dapat rezeki nomplok.
"Udah gak apa-apa mas. Saya ikhlas kok" jelas wanita bermasker tersebut.
"Kalau gitu kami pamit dulu ya bu. Hati-hati dijalan" Riko dan Agus pun segera pergi dari sana.
Wanita tersebut masuk ke dalam mobil. Ia membuka maskernya dan meminum air mineral yang tersedia di mobilnya.
"Huhh...benar-benar sial pagi gini udah apes. Jadi gagal rencanaku" kesalnya.
Tampak dari layar monitor yang terkoneksi dengan kamera tersembunyi di mobil tersebut, seorang wanita muda yang memiliki rambut bergelombang berwarna bronze.
Wanita tersebut terlihat lebih dewasa dari sebelumnya. Tapi tetap saja paman Bayu takkan melupakan wajah wanita tersebut yang pernah menghancurkan hidup Dayana sebelumnya.
"Tertangkap kau" gumam Bayu tersenyum
haiii semua... dukung karya aku ya dengan vote, like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘
__ADS_1