Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 38


__ADS_3

Nisa memperhatikan sikap Lala yang begitu bahagia dan tertawa lepas saat bersama dengan keluarga yang selama ini membesarkannya.


Ia menghela nafas sedih saat pikirannya berbisik tak tega menyaksikan sendiri bocah kecil yang masih polos tersebut terjebak dalam lingkaran balas dendam yang ibu kandungnya buat.


"setiap orang yang bertemu pertama kali dan mulai ngobrol dengan wanita ini pasti juga bakal merasa nyaman" pikir Nisa menelisik Dayana membandingkannya dengan majikannya, Zahri.


Begitulah kira kira pemikiran Nisa sesuai dengan yang ia rasakan saat itu. Dayana, Lala dan Nisa kemudian ikut antri untuk membeli beberapa tiket bermain wahana sambil mengobrol seru.


"Lala, kamu tau gak. Kalo hari ini oma sediiiiiiihhh banget" ujar Dayana pada Lala yang bergelayut manja.


"Kenapa oma sediiiiiiiihhh banget, bunda" Lala mendongak ke atas mengernyitkan keningnya menunggu jawaban Dayana.


"Karena oma tuh udah kangen berat sama kamu" terang Dayana seraya mencubit gemas hidup mungil Lala.


"Oohh.. gitu. Lala juga kangen sama oma, opa, ayah juga kak Danta" Lala tersenyum manis.


"Bunda, Lala mau kasi kejutan buat oma" imbuhnya.


"Oh ya? Gimana caranya?" Dayana sudah menduga jika putrinya ini akan bertindak jahil lagi.


"Mbak Nisa sini deh" Lala meminta Lala mendekatkan telinganya dan menjelaskan rencananya pada bunda dan babysitternya.


"Udah jelas kan semua?" Lala lagi lagi memberi intruksi seperti Si boss kecil yang mendominasi dengan tangan dilipat ke belakang.


"Siaappp. Perintah dilaksanakan" Nisa berdiri tegak seperti seorang prajurit yang mendapat sebuah misi rahasia.


Untuk mendukung kejutan tersebut mereka bertiga menyisiri area bazar yang menjual barang barang ataupun makanan unik.


Dayana harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli sebuah keranjang kerajinan tangan yang terbuat dari Eceng Gondok / Eichhornia crassipes di salah satu stand, Kemudian membeli beberapa bungkus keripik di stand lain yang tersedia disana.


Setelah dirasa cukup, Dayana kembali mengajak putrinya dan Nisa untuk menemui keluarga mereka.


Namun dalam setengah perjalanan Nisa tiba tiba teringat harus melaporkan kegiatan Lala pada bu Mitha.


"maaf bu, saya laporan sebentar" izin Nisa memberhentikan langkah mereka.


"ya.. silahkan" Dayana mengerti maksud Nisa sebagai babysitternya Lala.


"Lala, coba pakai yang kita beli tadi" pinta Nisa


"biar mbak foto dan kirim ke nenek Mitha" tambahnya.


"okey mbak Nisa " sahut Lala centil mengedipkan sebelah matanya sembari membuat huruf O dengan jari telunjuk dan jempol mungilnya.

__ADS_1


Lala mengikat rambutnya yang lebat dan memakai topi senada dengan jaket yang ia kenakan.


Setelah itu, Nisa mengambil beberapa gambar Lala dan mengirimkannya kepada bu Mitha agar tak membuat ibu kandung majikan uang mempekerjakannya itu curiga padanya.


Beberapa menit kemudian, Dayana menemukan tempat keluarganya duduk berkumpul. Ia pun menghampiri mereka dengan wajah yang berpeluh.


"Bunda, kenapa lama sih" ucap Danta yang sudah bosan duduk menunggu bundanya kembali.


"Iya, kenapa kamu lama banget perginya" bunda Lidya ikut ikutan protes.


"Antriannya panjang bun" jelas Dayana jujur sembari menghidupkan kipas portable mini mengarah ke wajahnya yang berkeringat.


"Danta, kita makan dulu ya baru main" sela ayahnya, Ronny.


"Kenapa gak sekarang aja, ayah?" Danta cemberut.


"Biar nanti kamu puas mainnya. Gak kelaparan lagi. Ini kan udah menjelang makan siang" terang Ronny membujuk Danta.


"Ya udah deh" Danta pasrah mengikuti pengaturan dari ayahnya.


"Gitu dong kalau anak baik pasti nurut" puji sang ayah.


"aahh... Bunda ingat, waktu itu kita sekeluarga main ke sini".


"Padahal kan Lala waktu itu baru kekenyangan makan... Ahhahaa" bunda Lidya tertawa geli menerawang mengingat kebahagiaan mereka dulu bersama Lala.


"Iya bun. Terus dia nangis histeris ketika itu gak sengaja tasnya terjatuh dari bianglala yang kita naiki.. haha" Dayana menambahkan tingkah menggemaskan Lala.


"dan... Lala menuntut ayahnya harus membeli ransel serta cemilan yang sama saat itu juga" Ronny tersenyum mengingat peristiwa itu yang membuatnya kalang kabut dibuat putri kesayangannya Lala.


"Lala itu memang penuh drama... Lala bisa lupa jalan pulang, tapi gak pernah lupa dengan makanan.. hikss" bunda Lidya tertawa sambil menangis rindu.


Dayana mengelus lembut pundak ibu mertuanya. Dayana tahu saat ini bunda Lidya begitu merindukan perdebatan dan kenakalan cucu perempuannya.


Danta dan Ronny memeluk wanita yang telah berusia lanjut itu bersamaan memberi kekuatan untuk bersabar.


"Permisi... Beli keripiknya bu " suara gadis kecil menghentikan kehangatan sebuah keluarga kecil yang masih berpelukan tersebut.


"Eh.. Suara ini.." bunda Lidya langsung menoleh ke belakang asal suara.


"Lalaaa..... " Pekik bunda Lidya langsung memeluk gadis kecil yang memakai jaket pink bertopi senada dan memakai penutup mata disebelah kanannya seperti seorang bajak laut.


Danta dan Ronny juga menghampiri gadis kecil tersebut. Kecuali Dayana yang menahan geli.

__ADS_1


"Iihhh... Lepasiinn" gadis kecil tersebut berontak keras melepas pelukan bunda Lidya.


"Kalian siapa sih?" Ujar gadis tersebut alias Lala yang memang sengaja berakting.


"Loh.. kamu kenapa Lala"


"Apa yang terjadi denganmu. Ini oma, sayang" bunda Lidya panik menelisik setiap tubuh Lala meyakinkan diri jika Lala tak terluka.


"Ii.. ini.. kamu kenapa pakai penutup mata ini sih" Bunda Lidya menggerakkan tangan untuk membuka penutup mata Lala tapi ditepis oleh bocah nakal itu.


"Maaf ya nenek. Saya gak kenal nenek" ujar Lala menjarakkan tubuhnya melangkah mundur.


"Lala... Kamu diapain sih sama perempuan jahat itu. Kamu kenapa bisa lupa sama keluargamu sendiri. Ikut ayah pulang ya" sela Ronny membujuk Lala yang mulai berkaca kaca matanya.


"Gak mau, saya gak kenal kalian, lepasiiinn" Lala memekik menghempas tangan Ronny yang mencengkram tangannya.


"Lala... Hiks hikss.." ini oma sayang.


"Gak.. " Lala melangkah mundur lagi saat bunda Lidya ingin mendekatinya lagi.


"Ibu.... Ibuu.... " Teriak Lala pura pura takut


Kemudian seorang gadis muda yaitu Nisa yang berperan sebagai ibu Lala pun muncul berlari lari menghampiri Lala.


Banyak pengunjung disekitar mulai mengitari mereka menonton. Beberapa dari orang orang tersebut sudah mulai bergunjing.


"Jeje.... Kamu kenapa teriak teriak nak" Nisa berakting panik sebisanya. Namun kelihatan jelas sikap gugup Nisa di mata Danta yang cermat.


"Hmmm ?? .... Tante ini sangat muda. Gak mungkin punya anak seusia Lala. Dan kemarin kan bunda bilang, sementara Lala tinggal sama ibu kandungnya"


"Eehhh... Jangan jangan..." Danta tersenyum miring mengangguk anggukan kepalanya.


Lalu menatap bundanya yang tetap tenang tak panik seperti oma dan ayahnya. Dayana yang merasa bahwa Danta sudah menyadari bahwa Lala sedang memainkan sebuah drama hanya memberi kode kedipan mata pada Danta.


Danta pun menghela nafas malas namun tetap mengikuti plot cerita yang Lala buat.


"Dasar.. ratu drama" runtuk Danta dalam hati pada adiknya itu sembari menggelengkan kepalanya heran.


Lala memeluk wanita berusia 19 tahun tersebut yang datang begitu ia memanggilnya.



kira kira beginilah Danta dan Lala 😁

__ADS_1


haiii semua... dukung karya aku ya dengan like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘


__ADS_2