Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 39


__ADS_3

Cerita sebelumnya...


Danta menatap bundanya yang tetap tenang tak panik seperti oma dan ayahnya. Dayana yang merasa bahwa Danta sudah menyadari bahwa Lala sedang memainkan sebuah drama hanya memberi kode kedipan mata pada Danta.


Danta pun menghela nafas malas namun tetap mengikuti plot cerita yang Lala buat.


"Dasar.. ratu drama" runtuk Danta dalam hati pada adiknya itu sembari menggelengkan kepalanya heran.


...


"ibu... paman ini menindasku...hu..hu..." ucap Lala sembari menyembunyikan dirinya dibelakang Nisa.


"apa yang kamu katakan Lala" Ronny terperangah tak percaya.


"waahhh ...beraninya mereka menindas bocah kecil itu. kasian sekali" ujar salah seorang pengunjung yang tak tahu menahu kejadian awal.


"aku rasa gadis kecil itu hanya mirip doang. Lihat saja tuh ibunya dari tadi cuma diam" ucap pengunjung yang duduk dekat mereka.


"eitss... mungkin aja itu ibu tirinya" imbuh orang lain yang juga ikut menonton.


"iya ya... bisa jadi putri mereka sengaja dihilangkan jejaknya oleh ibu tirinya, trus ayah dan nenek kandungnya masih sibuk mencari" yang lain mengikuti plot dipikiran mereka sendiri.


"waahhh... kejam juga ya si ibu tiri" seorang pria muda ikut menimpali.


"iihh...jangan pada asal nuduh deh. kita orang luar, gak tau apa apa masalah internal mereka" seseorang berkata bijak mencegah pikiran orang orang semakin liar.


suara bisik gunjingan pun bersahutan koan panas. Berbagai macam pendapat pun keluar begitu saja.


"ka.. kalian berani menindas putriku. Mentang mentang orang kaya jangan seenaknya dong" pekik Nisa masih dengan kegugupannya.


"tapi, dia benar benar putri keluarga kami" teriak Ronny marah.


"kamu lihat tanda lahir ini. kau penculiknya kan" bentak Ronny saat memperlihatkan tanda lahir dibelakang telinga Lala.


"aa..aku bukan penculik. Jeje benar anakku" Nisa semakin gugup hampir menyerah.


Suara bisik bisik pengunjung sekitar semakin memanas. Nisa berjongkok memeluk Lala yang sejak tadi bersembunyi dibelakangnya pura pura menangis.


"gimana nih non, mbak Nisa gak sanggup lagi" bisiknya pada Lala.


"huaaa.... ibu. Jeje takut" Lala kembali berakting nangis sekuat kuatnya sembari berbisik pada Nisa.


"tahan mbak, sebentar lagi"


"tenang sayang... gak ada yang bisa nyakitin kamu selama ada ibu" Nisa pun pasrah harus melanjutkan aktingnya.

__ADS_1


Disaat yang sama, seorang pria memakai pakaian seragam ojek online pun masuk ke kerumunan itu melewatinya begitu saja.


"Permisi, Nyonya Dayana" pria tersebut sambil melihat sekelilingnya bingung.


Pria itu hanya mengetahui harus mengantarkan orderan sesuai titik lokasi dan ciri ciri orang yang memesannya.


Tampang lugunya menatap polos orang orang yang berkerumun disana.


"ehh... iya itu saya" sahut Dayana gelagapan.


Ronny dan bunda Lidya yang masih menahan isak tangisnya pun sempat melirik Dayana menerima bungkusan tersebut.


Setelah menerima konfirmasi, pria ojek Online tersebut pun bergegas pergi dengan menyimpan tanda tanya besar.


"kenapa semua orang tadi liatin aku ya" gumam pria tersebut pada dirinya sendiri.


Dayana yang mendapat tatapan aneh dari kedua anggota keluarganya tersebut langsung gugup.


"i..ini cuma cemilan ringan" Dayana menjelaskan pada ibu mertua dan suaminya tanpa ditanya.


Dayana Lalu membalikkan badannya membelakangi suami dan bunda Lidya. Membuka paket orderan yang sudah sampai ditangannya.


Sementara itu, Ronny tetap bersikukuh berdebar dengan Nisa bahwa gadis kecil dipelukkannya itu adalah Lala putrinya.


Ronny juga berkata pada semua orang bahwa Lala telah hilang diculik beberapa waktu lalu.


Para pengunjung langsung berubah pikiran menjadi satu suara. yaitu drama tersebut hanya sebuah Prank belaka.


Mereka semua langsung merasa bersalah atas prasangka buruknya pada wanita cantik tersebut, Dayana.


"non, itu udah siap" Nisa berbisik memberi kode pada Lala yang masih menangis tergugu memeluk Nisa.


Lala pun membalikkan badan ke arah nenek dan ayah ya kembali.


"cukup... hentikan paman" pekik Lala mendramatisir bahwa ia lelah dengan ucapan Ronny.


"kali ini, biarkan kami yang bicara" Lala maju dua langkah menuju omanya yang masih menangis terisak isak.


Lala menghapus sisa air mata buayanya dipipinya. Kemudian menatap lurus ke dalam netra wanita yang sudah cukup tua dihadapannya.


Lala menjulurkan tangan kanannya yang mungil. Bunda Lidya spontan terdiam tak mengerti maksud perbuatan Lala. Ia menoleh ke samping menatap Ronny yang juga bingung.


Namun tangannya juga terulur menyambut jemari Lala.


"selamat ulang tahun Oma" senyum nakal Lala pun terukir dengan sorot mata yang puas dengan hasil Pranknya.

__ADS_1


Dayana dan Danta pun maju membawa cake ulang tahun yang dipesan melalui ojek online tadi.


"happy birthday... oma 🎶"


"happy birthday... oma 🎶"


"happy birthday... happy birthday... happy birthday... oma 🎶" Danta, Dayana juga Lala menyanyikan lagu ulang tahun pada wanita yang masih syok dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


Bunda Lidya sebagai oma Lala yang sudah melihatnya tumbuh pun masih saja tertipu dengan kenakalan cucu perempuannya tersebut.


Entah apa yang terjadi dengan jantungnya jika hal barusan benar benar sebuah kenyataan. bunda Lidya pun bernafas lega sembari mengusap sisa air matanya.


"ehh.. ini. ternyata ini yang sebenarnya" Ronny menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"tiup lilinnya 🎶 tiup lilinnya sekarang juga ... sekarang juga 🎶.." pengunjung lain pun menyambung lagu tersebut ikut memeriahkan suasana.


"terima kasih semuanya" bunda Lidya berucap tulus pada semua orang disana.


Bunda Lidya memejamkan matanya berdoa sejenak lalu meniup lilin yang ada di cake tersebut.


Lalu memotong bagian kecil dan disuapkan kepada Lala disusul Danta dan Dayana serta Ronny, juga tak ketinggalan Nisa.


Nisa sempat tak menyangka, orang kecil seperti dirinya diperlakukan hangat seperti keluarga oleh mereka, keluarga ayah kandung Lala. Padahal mereka belum sempat berkenalan. Tapi ia sudah dianggap keluarga begitu saja.


Cake yang cukup besar tersebut pun segera dibagikan Ronny kepada pengunjung yang duduk disekitar mereka atas titah bunda Lidya.


Tak lama kemudian, cake tersebut telah ludes dibagi bagikan. Ronny pun kembali kepada keluarganya yang sedang asyik bersenda gurau.


"udah habis ayah?" tanya bunda Lidya


"udah, sayang" Ronny mencubit gemas pipi Lala dengan tangannya yang berlepotan krim coklat dari cake ulang tahun sang bunda.


"ayahhh... wajah imut Lala jadi kotor kaann.. iihhh" Lala bersungut kesal memajukan bibir mungilnya.


"kamu sih nakal. sejak kapan kamu jago akting gini sih. buat ayah sama oma syok aja" ucap Ronny semakin gemas dengan putrinya tersebut.


Lala yang tadinya merajuk berubah ekspresi tersenyum bangga dengan dirinya.


"aduuhh ayah malu banget di prank di depan umum gini. kayak orang bodoh teriak teriak dari tadi" aku Ronny jujur menutup wajahnya yang sempat merona malu tadi.


"ayah... Lala batal jadi chef deh" ucapnya polos.


"loh kenapa gak jadi?" tanya Ronny heran padahal dulu Lala bersikeras mau jadi chef setelah menonton acara lomba masak profesional yang disiarkan di salah satu stasiun televisi.


"akting Lala lebih jago dari pada masak 😌. sekarang itulah jalan ninja Lala" ungkapnya polos.

__ADS_1


"huuufftthh" Dayana dan keluarganya serentak tepuk jidat mendengar ucapan Lala.


haiii semua... dukung karya aku ya dengan like n komen jika kalian menyukai cerita ini. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘


__ADS_2